KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 13, 2018

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 JUNI 2018



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 JUNI 2018

KITAB RUT
(Seri :15)


Subtema: “TIDAK TERPISAHKAN DARI KASIH KRISTUS”

Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, oleh karena kemurahan Tuhan kita diperkenankan untuk melangsungkan Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, bahkan hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti live streamin, video internet, Youtube, Facebook, dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita.

Segera saja kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalama Alkitab dari kita Rut 1.
Rut 1:14
(1:14) Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
Perhatikan kalimat; ”lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.”
Orpa dan Rut adalah gambaran dari dua gereja yang berbeda.
Orpa -> gereja yang tidak setia, sebab ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda Orpa mencium mertuanya minta diri.
Pendeknya; Orpa kembali ke Moab pulang ke rumah ibunya. Moab adalah bangsa kafir yang lahir karena perzinahan Lot dan puterinya.

Kejadian 19:36-37
(19:36) Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
(19:37) Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.

Moab lahir karena perzinahan antara Lot dan puterinya yang tertua.

Kejadian 19:31-33
(19:31) Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
(19:32) Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
(19:33) Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

Di sini kita perhatikan bahwa, perzinahan itu terjadi karena Lot diberi minum anggur atau karena Lot mabuk anggur oleh kedua puterinya sendiri.

Efesus 5:15-18
(5:15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
(5:16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
(5:17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
(5:18) Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Hiduplah bijaksana jangan seperti orang bebal dalam mempergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini jahat. Hidup bijaksana berarti memperhatikan dua hal, yaitu:
1.    Jangan bodoh berusahalah mengerti kehendak Tuhan.
2.    Jangan mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah penuh dengan Roh Tuhan.
Pendeknya; orang bijaksana tidak bodoh dan tidak hidup menurut daging dengan segala tabiat-tabiatnya tetapi penuh dengan Roh Tuhan.
Kalau penuh dengan Roh Tuhan berarti dikuasai oleh Roh Tuhan dan hidup oleh Roh Tuhan, itu orang bijaksana.

Kejadian 19:30
(19:30) Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

Lot pergi dari Zoar dan ia menetap di pegunungan, dan diam di suatu gua beserta kedua puterinya.
Di sini kita lihat Lot tidak berlaku bijaksana, Lot tidak berlaku arif, Lot menyangkal Roh Tuhan sehingga terjadilah perbuatan daging yang bodoh, hidup dengan segala perbuatan yang bodoh.

Kejadian 19:20-22
(19:20) Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
(19:21) Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
(19:22) Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.

Ketika Sodom dan Gomora hendak ditunggang balikkan Tuhan maka Lot melarikan diri ke Zoar.
Zoar artinya; Tuhan yang memelihara nyawa, hidup dan mati kita di tangan Tuhan, itu arti Zoar.

Kejadian 19:23
(19:23) Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

“Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.”
Matahari -> tabiat dari Allah Bapa yaitu KASIH.

Pertanyaanya; Mengapa Lot meninggalkan Tuhan, kalau memang Tuhan memelihara nyawa?
Kejadian 19:30
(19:30) Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

Lot tidak berani tinggal di Zoar dia memilih untuk diam di dalam gua beserta kedua puterinya. Ini adalah pilihan yang salah menurut saya, ini adalah pilihan yang bodoh dan keliru untuk diam di gua berserta kedua puterinya.
Sementara matahari terbit menyinari Zoar itu menunjuk tabiat dari Allah Bapa yaitu kasih dan kemurahan.
Kemudian arti Zoar sendiri adalah Allah memelihara nyawa, tetapi aneh Lot lebih memilih tinggal diam di gua bersama kedua puterinya.

2 Petrus 2:4
(2:4) Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

Gua adalah tempat menyimpan malaikat-malaikat yang berbuat dosa atau bagi mereka yang tidak mendapat kesempatan untuk diampuni.
Kalau malaikat-malaikat berbuat dosa atau melakukan suatu kesalahan, maka malaikat tidak lagi mendapat kesempatan untuk diampuni karena darah Yesus tidak berlaku atas malaikat. Darah Yesus hanya berlaku bagi darah dan daging (manusia) itupun kalau masih ada kesempatan.

Ibrani 10:25-26
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
(10:26) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Apabila seseorang dengan sengaja meninggalkan ibadah dan pelayanan konsekuensinya adalah darah Yesus tidak berlaku atas dia berarti tidak mendapat kesempatan untuk diampuni.

Ibarani 10:27
(10:27) Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Sudah mengerti tentang kebenaran yaitu tekun dalam tiga macam ibadah pokok, di tengah-tengahnya kita melayani Tuhan. Mengerti tentang kebenaran semacam ini kemudian dengan sengaja meninggalkan ibadah dan pelayanan maka darah Yesus tidak berlaku atas dia, artinya; tidak lagi mendapat kesempatan untuk diampuni melainkan yang ada ialah ia dilemparkan ke dalam api yang mengerikan.
Kenapa disebut api neraka yang mengerikan? Karena api yang dahsyat itu akan menghanguskan semua orang durhaka.
Kita telah telusuri tentang gua, tempat untuk menyimpan malaikat-malaikat yang berdosa, itu menunjuk kepada orang-orang yang tidak mendapat kesempatan untuk diampuni.
Maka itu sebabnya di atas tadi saya katakan sungguh Lot ini bertindak bodoh, bertindak keliru pergi dari Zoar untuk diam di dalam gua bersama kedua puterinya, itu tindakan yang bodoh sekali.

Hati-hati yang sudah mengerti tentang kebenaran yaitu tekun dalam tiga macam ibadah pokok tapi dengan sengaja meninggalkan ibadah dan pelayanan tersebut, maka darah Yesus tidak berlaku atas dia, artinya; tidak mendapat kesempatan untuk diampuni oleh Tuhan.
Bagi yang tidak bisa beribadah karena pergantian shift, berdoa supaya bisa tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Setelah mengerti tentang kebenaran lalu kita masuk di dalam prakteknya, karena darah Yesus sangat berkuasa di tengah-tengah ibadah pelayanan tersebut.

Ibrani 10:28-29
(10:28) Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
(10:29) Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Zaman taurat jika ada orang yang berbuat salah apalagi berzinah akan dilempari dengan batu sampai mati sesuai dengan Injil Yohanes 8 = hukuman tanpa mengenal belas kasihan atau hukuman tanpa pengampunan sekalipun dia telah mengakui dosanya. Itu kedaan seseorang apabila berada di bawah hukum Taurat, tidak ada pengampunan ia akan dihukum sampai mati sekalipun mengakui dosanya.
Itulah yang disebut hukuman tanpa mengenal belas kasihan.
Tetapi hukuman yang lebih berat lagi akan dijatuhkan atas dia yaitu;
-      Yang menginjak-injak Anak Allah = menganggap najis darah perjanjian yang menguduskan setiap orang -> orang-orang yang tidak mau bertobat yaitu orang-orang yang tidak mau mengakui dosanya.
Orang yang tidak mau bertobat atau tidak mau mengakui dosa = menganggap najis darah perjanjian, menganggap keji darah Yesus yang berkuasa menyucikan setiap dosa manusia, hukuman atas dia akan jauh lebih berat.
Yang pertama hukuman karena melanggar hukum Taurat (hukuman karena menolak hukum Musa) yang dibunuh hanya tubuh saja bukan jiwa. Jauh lebih berat hukuman atas jiwa yaitu yang menginjak-injak Anak Manusia atau menganggap najis darah perjanjian yang berkuasa menyucikan dosa setiap manusia, siapa mereka itu? Mereka itu orang-orang yang tidak mau bertobat yaitu yang tidak mau mengakui dosanya.
Dosa apa saja bisa diampuni kalau dia mengakui, hanya satu dosa yang tidak bisa diampuni yaitu jika orang itu tidak mau mengakui dosanya, sudah pasti orang semacam ini tidak mau betobat.

-      Yang menghina roh kasih karunia = menghina ibadah dan pelayanan sebagai kemurahan hati Tuhan.
Lebih rinci kita melihat tentang roh kasih karunia ....
1 Korintus 2:11-12
(2:11) Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
(2:12) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Oleh karena Roh kasih karunia kita dapat mengetahui;
-      Mengetahui apa yang terdapat dalam diri Allah, sampai kedalaman hati-Nya.
-      Kita tau apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Sejauh ini telah banyak hal yang telah Allah karuniakan kepada kita, kita patut bersyukur kepada Tuhan.
Misalnya ...
1 Korintus 2:13
(2:13) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Tuhan akan memberitaukan tentang karunia-karunia Allah yaitu hal-hal yang tidak terselami oleh pikiran manusia.
Kita bersyukur oleh karena pembukaan rahasia firman, Tuhan memberitahukan tentang karunia-karunia Allah yaitu hal-hal yang tidak terselami oleh akal dan pikiran manusia.
Dulu sebelum saya terpanggil sebagai seorang hamba Tuhan saya tidak mengerti apa yang akan dikaruniakan Allah kepada saya, tetapi sekarang lewat pembukaan firman, atau firman yang diurapi Tuhan memberitahukan tentang karunia-karunia Allah yaitu hal-hal yang tidak terselami oleh pikiran manusia, untuk itu kita patut bersyukur.

Matius 10:28
(10:28) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Mereka yang menolak hukum Musa, akan dilempari dengan batu sampai mati sekalipun dia mengakui dosanya, inilah pengampunan tanpa belas kasih.
Tetapi di sini dikatakan jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik tubuh maupun jiwa. Jangan tinggalkan tempat dimana nyawa kita dipelihara, jangan sampai memilih tempat untuk berdiam di dalam gua seperti Lot bersama dengan kedua puterinya.
Pendeknya; Moab adalah bangsa kafir tidak lebih dari anjing dan babi.

2 Petrus 2:22
(2:22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Anjing kembali lagi ke muntahnya dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya, artinya; sudah mengenal kebenaran, sudah mengenal jalan Tuhan tetapi kembali mengulangi kesalahan yang sama, kembali berbuat dosa-dosa masa lalu itulah keadaan dari Moab, bangsa kafir.
Di tengah jalan Orpa pulang ke rumah ibunya (kembali ke Moab) berarti kembali mengulangi kesalahan yang sama. Saat ini kita sedang berada di tengah perjalanan rohani kita untuk menuju Yerusalem yang baru kota suci, kita sekarang berada di trek dan jalur yang benar, jangan keluar dari sana sekalipun mengalami desakan seperti Naomi berkata “Pulanglah” sebanyak tiga kali.
Kita sudah dipanggil dari kegelapan dan sekarang berada dalam terang-Nya yang ajaib oleh karena darah Yesus.

2 Petrus 2:12
(2:12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,
Binatang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan karena binatang tidak memiliki akal yang sehat. Itu sebabnya anjing kembali ke muntahnya dan babi yang mandi kembali ke kubangannya, kembali mengulangi kesalahan. Sendainya ia memiliki akal sehat tidak berlaku bodoh dan dia tidak hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging melainkan hidup oleh Roh Tuhan, yang berkuasa atas dia.

Itulah keadaan dari bangsa kafir, khususnya Moab, Moab ini lahir dari perzinahan Lot dan puterinya yang tertua. Apakah kita tidak segera memutuskan kutuk dosa atau sebaliknya tetap bertahan? Kita ini lahir dalam dosa itu yang disebut dosa warisan. Namun kita bersyukur kita berada di tengah-tengah ibadah pelayanan dan Tuhan mengaruniakan Roh kasih karunia kepada kita, sehingga kita dapat mengenal isi hati Tuhan sampai yang terdalam , kemudian kita juga mengetahui hal-hal yang akan Tuhan karuniakan kepada kita.

Kita kembali membaca Rut 1:14. TENTANG RUT.
Rut 1:14
(1:14) Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
“Orpa mencium mertuanya minta diri tapi Rut tetap berpaut kepadanya.”
Rut adalah gambaran dari gereja Tuhan yang setia sebab Rut tetap berpaut kepada Naomi mertuanya. Rut berpaut kepada Naomi sekalipun ia didesak kembali ke Moab oleh Naomi.
Bagaimana dengan keadaan kita sekarang, saat mengalami desakan karena ekonomi, karena keungan, karena masalah yang tidak kunjung selesai, apakah kita langsung menyerah atau tetap berpaut kepada Tuhan?

Naomi berkata “Pulanglah” sebanyak tiga kali kepada Orpa dan Rut yaitu pada ayat 8, ayat 16, ayat 12 namun Rut tetap berpaut kepada Naomi berarti tidak terpisahkan sekalipun didesak dan diuji dengan perkataan pulanglah oleh Naomi.
Ada di antara kita mungkin terlalu berat bagi dia memikul salib akhirnya hendak pulang ke rumah orang tuanya, kalau saudara masih tetap bertahan dalam kandang penggembalaan ini dan berpaut kepada Tuhan itu semua adalah kemurahan hati Tuhan.

Roma 8:33-34
(8:33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
(8:34) Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Di sini ada dua pertanyaan yang dijawab langsung oleh Allah dengan kepastian dari sorga;
1.    Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?
Jawab-Nya; tidak ada, sebab Allah yang membenarkan orang-orang pilihan = berada dalam tanda darah.
Tidak ada yang mengganggu gugat orang-orang pilihan, karena darah Yesus berkuasa atas mereka,
Orang yang melayani Tuhan adalah orang-orang pilihan, memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan istimewa, jaminannya, darah yang mahal yaitu darah Anak Domba.
Terkhusus bagi orang-orang pilihan darah Yesus berkuasa dalam kehidupannya sehingga tidak ada yang menggugat orang-orang pilihan. Kenapa orang Kristen tergugat tak lain tak bukan karena dosanya, karena kejahatannya, karena kenajisannya.
Yang sudah melayani Tuhan, darah Yesus yang menjadi jaminanya.

2.    Siapakah yang akan menghukum mereka (orang-orang pilihan Allah)? Jawabnya: tidak ada.
Sebab Kristus yang telah mati, bahkan yang telah bangkit dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa tampil menjadi pembela bagi kita semua.

Persamaan dua pertanyaan di atas ...
Roma 8:35-36
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
(8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

Tak terpisahkan dari kasih Kristus? Sekalipun mengalami tujuh perkara, yaitu: (1) penindasan, (2) kesesakan, (3) penganiayaan, (4) kelaparan, (5) ketelanjangan, (6) bahaya atau (7) pedang, bahkan ada dalam bahaya maut sepanjang hari sebab dengan rela menjadi domba sembelihan.
Firman Allah kita jadikan cermin. Rut berpaut kepada Naomi, tidak terpisah dari kasih Kristus sekalipun harus menghadapi tujuh perkara bahkan rela menjadi domba sembelihan asal tidak terpisah dari kasih kristus, itulah Rut .

Roma 8:37-39
(8:37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
(8:38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
(8:39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Bahkan ada sepuluh perkara di sini antara lain; baik (1) maut, maupun (2) hidup, baik (3) malaikat-malaikat, maupun (4) pemerintah-pemerintah, baik (5) yang ada sekarang, maupun (6) yang akan datang, atau (7) kuasa-kuasa, baik (8) yang di atas, maupun (9) yang di bawah, ataupun (10) sesuatu makhluk lain.
Kesepuluh perkara tersebut tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang terdapat dalam Kristus Yesus Tuhan kita.

1 Petrus 2:9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Bangsa yang terpilih berarti imamat yang rajani = MELAYANI DI DALAM KUASA.
Kemudian bangsa yang kudus berarti umat kepunyaan Allah = BERPAUT DENGAN TUHAN.
Rut adalah bangsa Moab, bangsa kafir yang digambarkan bagaikan anjing dan babi. Kita ini juga bangsa kafir tetapi kalau kita tetap berpaut kepada Tuhan sampai akhirnya menjadi bangsa yang terpilih berarti imamat yang rajani, kemudian bangsa yang kudus berarti milik kepunyaan Allah sendiri seperti Rut. Berpaut kepada Tuhan berarti tidak terpisahkan sekalipun mengahadapi tujuh perkakra bahkan sepuluh hal di atas tadi.

Tadi kita sudah melihat Naomi mendesak Orpa dan Rut tetapi Rut tetap berpaut kepada Naomi.
Sekarang desakan apa yang kita alamai, apakah seperti Roma 8:35-36 atau mungkin sepuluh perkara seperti pada Roma 8:37-39. Tetapi biarlah kita tetap berpaut kepada Tuhan tidak terpisah dengan kasih Allah yang terdapat dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.
Menjadi korban sembelihan berarti jiwa hancur hati patah dan remukMazmur 51:19
Tapi kita sudah melihat dua pertanyaan dijawab langsung oleh Allah dari sorga dengan segala kepastian, bukankah itu merupakan jaminan sehingga membuat kita tidak ragu dalam mengkuti Tuhan.
Siapa yang menggugat orang pilhan? Tidak ada, sebab darah Yesus jaminannya, kemudian siapa yang akan menghukum mereka jawabnya tidak ada, sebab Yesus telah mati, bangkit dan sekarang Ia duduk disebelah kanan Allah Bapa, tampil sebagai pembela.
Seorang Rut notaben bangsa kafir tapi luar biasa dia tetap berpaut kepada Naomi mertuanya, cerminan yang luar biasa. Jadikanlah firman Tuhan sebagai cermin, jangan jadikan kebaikan diri menjadi tolak ukur dalam beribadah dan melayani Tuhan supaya jangan salah, supaya jangan ada yang menggugat.
Yesus yang telah mati lalu bangkit dan naik sekarang duduk disebelah kanan Allah sebagai pembela bagi kita semua.

Sekarang kita lihat ...
Rut 1:15-16
(1:15) Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
(1:16) Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

Sekalipun Naomi berkata; "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
Tetapi Rut menjawab Naomi (mertuanya); "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau”
Naomi berkata; "Telah pulang iparmu kepada bangsanya” bangsa Moab itulah bangsa kafir, yang digambarkan seperti anjing dan babi berarti mengulangi kesalahan yang sama. Kemudian; “pulang kepada allahnya” artinya: bangsa kafir adalah bangsa yang hidup di dalam penyembahan berhala, kafir adalah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, selain berhala. Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan, ada dua jenis berhala;
1.    Keras hati.
2.    Lebih menguitamakan perkara-perkara yang lahirian.

Namun sekalipun ia terdesak ia tidak tergiur kembali ke Moab, tidak tergiur menyembah berhala.
Kadang kalau sudah terdesak dengan keungan kembali lagi melakukan kesalahan mencari uang dengan cara yang tidak halal, itu juga penyembahan berhala, tetapi Rut tidak ia tetapi berpaut kepada Naomi.
Saya menghimbau supaya kita semua bercermin kepada firman, apakah kita seperti Orpa di tengah jalan mengundurkan diri, atau seperti Rut.
Saya sebagai hamba Tuhan yang telah menerima jabatan gembala di pundak saya ada suatu tanggung jawab, saya berdoa biarlah kiranya kita tetap berpaut kepada Tuhan.

Roma 8:31-32
(8:31) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
(8:32) Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Allah tidak menyayangkan anak-Nya sendiri tetapi justru menyerahkan Nya bagi kita (bangsa kafir), maka Ia akan mengaruniakan segala sesuatu kepada kita.
Segala sesuatu itu bukan saja perkara di bawah (perkara lahiriah), lebih dari itu yaitu perkara di atas bahkan kerajaan yang tidak tergoncangkan dikaruniakan bagi kita asal saja tetap berpaut kepada Tuhan.
Yesus telah dikorbankan bagi kita maka dengan demikian Allah telah mengorbankan segala sesuatu bagi kita bersama dengan Kristus. Kepada Kristus Yesus telah dikaruniakan untuk duduk di atas takhta dan menjadi raja selama-lamanya, maka kita juga dikaruniakan kelak menjadi raja-raja, menjadi imam-imam sampai kepada kesudahannya.
Di dalam kerajaan sorga ada tujuh perkara sesuai dengan Wahyu 22, namun ada dua kegiatan di dalamnya;
1.    Ibadah.
2.    Melayani Dia siang dan malam.
Segala sesuatu dikaruniakan bagi kita. Amin.





TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang





No comments:

Post a Comment