KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, June 21, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 21 juni 2011


YA ABBA YA BAPA (Seri 9)
Shaloom...!
Salam sejahterah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, oleh karena kemurahan kita boleh beribadah malam ini dalam Ibadah Doa Penyembahan. Mari kita segera melihat tentang “ya Abba ya Bapa!”

Roma 8:14-16
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah
.(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

“Ya Abba, Ya Bapa” adalah seruan dari anak-anak Tuhan kepada Allah sebagai Bapa yang baik.
Abba artinya: Bapa yang baik, yang memelihara anak-anak Nya.
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik , Dialah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.

Yesaya 46:5-7
 (46:5) Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
(46:6) Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya!
(46:7) Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Allah sebagai Bapa yang baik tidak bisa disamakan dengan allah manapun, sekalipun orang membuat allah dari patung emas/perak tetapi allah itu tidak bisa menjawab atau berbuat apa-apa, bahkan tidak dapat menyelamatkan.
Mempertuhankan harta kekayaan adalah sebuah kekeliruan yang besar, biarlah dihari-hari terakhir ini kita hanya berseru kepada Allah yang hidup, jangan berseru kepada allah-allah yang lain, dengan kata lain tidak hidup di dalam penyembahan berhala.

Sebagai contoh:
Kisah Para Rasul 3:1-7
(3:1) Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
(3:2) Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
(3:3) Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
(3:4) Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
(3:5) Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
(3:6) Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
(3:7) Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Ø  Sekalipun ada orang yang membuat allah dari patung, tetapi patung tersebut tidak dapat berbuat apa-apa.
Ada seorang lumpuh yang berharap pada Petrus, tetapi Petrus berkata dengan tegas, “emas dan perak tidak ada padaku”, karena Petrus menyembah Allah yang hidup.
Emas/perak aku tidak punya artinya Petrus tidak menyembah kepada allah yang lain yaitu emas dan perak, melainkan menyembah Allah yang hidup.

(3:6) Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Petrus tidak punya emas dan perak, lalu apa yang ia punya?
Petrus hanya mempunyai Yesus Kristus, orang Nazaret, di dalam hidupnya.

Akibat tidak ada seruan “ya Abba, ya Bapa”/berseru kepada allah lain:
Yesaya 46:6-7
(46:6) Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya!
(46:7) Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Akibatnya : Hidup di dalam kesesakan, bagaikan mengangkat patung emas dan perak di atas bahu dan memikulnya dan tidak dapat memberi jawaban atau tidak dapat memberi jalan keluar atas beban-beban karena masalah-masalah yang sedang dihadapi.
Berarti kesesakan, bagaikan memikul beban yang berat di atas pundak = berbeban berat.

Ciri-ciri jika tidak berseru “ya Abba, ya Bapa”/berseru kepada allah lain :
Kisah Para Rasul 3:2
(3:2) Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

Ø    Ciri-cirinya adalah mengalami kelumpuhan seperti seorang laki-laki yang duduk di dekat pintu gerbang Bait Allah.
Demikian juga jika seseorang tidak berseru kepada Allah, ya Abba ya Bapa atau tidak hidup di dalam doa penyembahan akan mengalami kelumpuhan rohani.
Lumpuh artinya:
  1. Tidak dapat berdiri dihadapan Tuhan = tidak berdiri di atas kebenaran
  2. Tidak dapat berjalan atau tidak mengikuti jejak Kristus = Menyimpang ke kiri atau ke kanan/banyak penyimpangan-penyimpangan di hadapan Tuhan

Prakteknya :
Kisah Para Rasul 3:2-5
(3:2) Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
(3:3) Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
(3:4) Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
(3:5) Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.

Ø    Orang lumpuh tersebut meminta sedekah kepada setiap orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
Meminta sedekah artinya: Menaruh harapan pada manusia = mengharapkan uluran tangan manusia.
Kalau meminta sedekah atau menaruh pengharapan kepada manusia atau uluran tangan manusia, berarti tidak mengharapkan uluran tangan Tuhan
Kita tidak tahu apa yang terjadi hari esok, tetapi kesusahan hari ini biarlah untuk hari ini, kesusahan hari esok untuk hari esok, oleh sebab itu, biarlah kita senantiasa berseru “ya Abba ya Bapa” menyembah Allah yang hidup saja, supaya tidak ada seruan kepada allah lain/tidak hidup di dalam penyembahan berhala.

Posisi jika tidak berseru ya Abba ya Bapa/berseru kepada allah lain
Kisah Para Rasul 3:2
(3:2) Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

Ø  Posisi/keberadaan orang lumpuh tersebut diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah.
Kalau posisi/berada dekat pintu gerbang Bait Allah, berarti tidak berada di dalam Bait Allah, melainkan berada di luar Bait Allah = berada di luar Tuhan

Yohanes 15: 5-6
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, tidak berbuah/tidak menghasilkan buah yang manis, buah yang menyenangkan hati Tuhan yang dapat dicicipi dan dinikmati, seperti ranting yang tidak melekat pada pokoknya, yaitu Yesus Kristus, menjadi kering kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jangan sampai kehidupan saya dan saudara mengalami hal yang sama seperti orang lumpuh tersebut, oleh sebab itu, biarlah kita mengharapkan uluran tangan belas kasih Tuhan, sebab hanya Tuhan yang mampu menolong kehidupan kita sehingga terlepas dari kelumpuhan rohani yang sangat merugikan kita, baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.

Jalan keluar:
Kisah Para Rasul 3:5-7
(3:5) Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
(3:6) Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
(3:7) Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh tersebut
Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh = menerima uluran tangan belas kasih Tuhan
Oleh sebab itu, biarlah kehidupan kita mendapatkan/menerima uluran tangan belas kasih Tuhan untuk menolong, menguatkan kerohanian kita yang lumpuh.

Mari kita lihat kasih Yesus Kristus, orang Nazaret itu?
Kasih Tuhan Yesus Kristus orang Nazaret:
Yohanes 19: 18-20
(19:18) Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
(19:19) Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
(19:20) Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Ø  Kasih Yesus orang Nazaret itu ialah Ia rela disalibkan sama seperti dua orang penjahat di sebelah menyebelah.
Yesus rela berkorban bahkan rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, termasuk dosa lumpuh, baik bagi orang Yahudi/Israel maupun bagi orang kafir.
Pengorbanan Yesus Kristus, orang Nazaret itu untuk orang kafir dan orang Israel, buktinya, tulisan di atas kayu salib itu ditulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Ibrani -> orang Israel
Yunani -> di luar Israel/bangsa kafir

Bila kita satu dalam pengorbanan Yesus/rela menderita berarti ada tanda darah.

Hasilnya:
Kisah Para Rasul:3:7-9
(3:7) Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
(3:8) Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
(3:9) Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

Ø  Orang lumpuh tersebut dapat berdiri setelah menerima uluran tangan belas kasih Tuhan, seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang lumpuh tersebut, ia berlonjak-lonjak serta memuji Tuhan. Kalau kita sudah mendapatkan kasih dari Yesus Kristus orang Nazaret lewat pengorbanan Yesus di kayu Salib, maka dipulihkan/disembuhkan dari kelumpuhan, sehingga menjadi kesaksian bagi setiap orang.

Memuji Allah berarti ada seruan “YA ABBA, YA BAPA”, dengan kata lain, tidak hidup di dalam penyembahan berhala.

Roma 8:15-17
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Roh Kudus bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah, artinya: menjadi kesaksian di manapun kita berada, sehingga orang lain pun turut memuj Tuhan.
Kalau kita menderita bersama-sama dengan Yesus, maka kita menjadi ahli waris di dalam kerajaan sorga = dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Biarlah kita selalu berseru “Ya Abba, Ya Bapa”, artinya: hidup di dalam penyembahan, tidak lagi berharap kepada harta kekayaan dan yang lain-lain, sebab Yesus Kristus, orang Nazaret itu, adalah Allah yang hidup, yang lebih besar dari allah lain, oleh sebab itu, biarlah Dia terlebih besar di dalam hidup kita, di dalam segala sesuatu, Dia yang memelihara hidup kita sampai selama-lamanya. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.