KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, June 24, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 24 juni 2011


Shaloom...!
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, oleh kasih Nya yang besar kita dapat beribadah malam hari ini
Semoga kita dapat diberkati oleh Tuhan pada malam hari ini

Maleakhi 1: 3
(1:3) tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Tuhan membenci Esau dan kalau Tuhan membenci Esau, tentu ada alasannya.
Oleh karena kebencian Tuhan, maka tanah pusaka Esau dijadikan padang gurun oleh Tuhan.
Jangan sampai juga kita mengalami seperti yang dialami Esau karena ini sangat merugikan kehidupan kita, terutama kerohanian kita.
Padang gurun = tanah gersang/kering = tandus

Yeremia 49: 17
(49:17) Edom akan menjadi ketandusan; setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri dan bersuit karena segala pukulan yang dideritanya.

Ø  Edom, pegunungan Esau, akan menjadi ketandusan dan setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri karena pukulan yang dideritanya.
Ketandusan adalah penderitaan karena pukulan.

Mikha 6: 13
(6:13) Maka Aku pun mulai memukul engkau, menanduskan engkau oleh karena dosamu.
Jadi, ketandusan adalah pukulan dari Tuhan sampai membuat seseorang mengalami penderitaan.

Mari kita lihat sebagai gambaran, bahwa ketandusan merupakan pukulan dari Allah sehingga membuat seseorang mengalami penderitaan
Lukas 10: 30
(10:30) Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Saudaraku, tadi saya katakan bahwa ketandusan itu adalah pukulan dari Allah sampai mengalami penderitaan, dan itu digambarkan seperti seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.
Turun dari Yerusalem ke Yerikho = meninggalkan Yerusalem
Jika meninggalkan Yerusalem, maka akan menderita oleh karena pukulan.
Meninggalkan Yerusalem, artinya:
a.      Meninggalkan ibadah pelayanan
Kalau jauh dari ibadah pelayanan, sudah pasti kita mengalami ketandusan/kerohanian yang kering-kering, karena tidak mungkin kita meninggalkan ibadah pelayanan tetapi diurapi Roh Kudus dan hidup dalam kebenaran.
Sebab itu, kita harus bersyukur jika hari-hari terakhir ini, kita dipenuhkan dengan ibadah pelayanan, dan ibadah pelayanan itu menjadi suatu kebiasaan kita, sehingga ibadah pelayanan menjadi kerinduan bagi kita.
Akan tetapi, jika dalam ibadah seseorang justru mengalami kering (datang kering, pulang kering), serta susah membuka mulut untuk memuji Tuhan, itu perlu dipertanyakan. Datang kering, pulang kering = tidak ada gairah untuk melayani Tuhan.
b.      Yesaya 2: 3
(2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Meninggalkan Yerusalem, berarti meninggalkan kebenaran Firman = jauh dari kasih karunia
Oleh sebab itu, janganlah kita meninggalkan Yerusalem, karena  yang hanya bisa membenarkan kita adalah Yesus, Anak Allah, yang penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.

Mazmur 137: 5-6
(137:5) Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
(137:6) Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

·         Jika meninggalkan Yerusalem, maka tangan kanan menjadi kering.
Artinya: Tidak ada lagi perbuatan yang benar di hadapan Tuhan.
Meninggalkan Yerusalem bagaikan ranting yang kering tidak melekat pada pokok anggur
Yohanes 15: 4-6
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Anak-anak Tuhan yang meninggalkan ibadah pelayanan/meninggalkan Yerusalem seperti ranting yang kering, tidak dapat berbuah, berarti tidak dapat berbuat apa-apa, kemudian ranting dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api untuk dibakar, demikian juga kehidupan yang kering, yaitu kehidupan yang tidak menghasilkan buah karena meninggalkan Yerusalem akan dicampakkan ke dalam api neraka/menjadi binasa.

·         Jika meninggalkan Yerusalem, maka lidahku melekat pada langit-langitku
Artinya: Tidak dapat memuji dan memuliakan Tuhan = tidak mengalami sukacita.

Ciri-ciri menderita karena pukulan
Lukas 10: 30
(10:30) Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Cirinya: keadaan/kerohanian setengah mati = tidak sadarkan diri = bernafas satu-satu/mengap-mengap
Jika menderita karena pukulan, yang terjadi adalah, kerohanian menjadi setengah mati (tidak hidup tetapi juga tidak mati)

Yeremia 14: 1-6
(14:1) Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering.
(14:2) Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas.
(14:3) Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka.
(14:4) Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka.
(14:5) Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda.
(14:6) Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput.

Ø  Inilah keadaan/kerohanian yang setengah mati, yaitu mengap-mengap/nafasnya satu-satu, artinya tidak hidup di dalam doa penyembahan yang benar, matanya lesu berarti pandangannya tidak lagi terarah pada pribadi Yesus, kehidupannya menjadi kosong berarti Allah Tri Tunggal tidak tinggal diam di dalam Nya, yaitu Tuhan Yesus Kristus/Bapa, Anak, Roh Kudus, sehingga seseorang menjadi kecewa, bersungut-sungut, putus asa.
Oleh sebab itu, janganlah jauh dari ibadah pelayanan supaya tidak menderita karena pukulan

Akibat ketandusan/kekeringan:
Yeremia 49: 17-18
(49:17) Edom akan menjadi ketandusan; setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri dan bersuit karena segala pukulan yang dideritanya.
(49:18) Seperti pada waktu ditunggangbalikkannya Sodom dan Gomora dan kota-kota tetangganya -- firman TUHAN -- maka seorang pun tidak akan diam lagi di sana dan seorang manusia pun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.

Akibatnya: ditunggangbalikkan, seperti pada waktu ditunggangbalikkannya Sodom dan Gomora.

Mari kita lihat peristiwa Sodom dan Gomora
Kejadian 18: 23-33
 (18:23) Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
(18:24) Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
 (18:26) TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."
 (18:28) Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
(18:29) Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
(18:30) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
(18:31) Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
(18:32) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
(18:33) Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

Ø  Abraham berdoa syafaat untuk Sodom dan Gomora sebanyak 6 kali, supaya Sodom dan Gomora mendapat keadilan dari Tuhan, tetapi pada akhirnya Sodom dan Gomora ditunggangbalikkan karena tidak memenuhi standartnya Allah. Abraham memohon kepada Tuhan dimulai dari 50 orang sampai akhirnya 10 orang, tetapi tidak ditemukan orang-orang benar di dalamnya, sehingga Sodom dan Gomora ditunggangbalikkan, Sodom dan Gomora menjadi sunyi sepi dan tanah gersang, seperti itulah keadaan tanah pusaka Edom.
50 -> hari pentakosta = pencurahan Roh Kudus
10 -> 10 hukum Allah = Firman Allah
Jadi, standartnya Allah adalah hidup menurut pimpinan Roh Kudus dan kebenaran Firman Allah.

Kalau seseorang mengalami kering gersang/tandus, sehingga jauh dari kebenaran, tidak ada pujian kepada Tuhan, berarti itu adalah pukulan dari Tuhan
Oleh sebab itu, biarlah kita berada dalam ibadah pelayanan karena tidak ada orang rohani yang diurapi Roh Kudus tetapi meninggalkan ibadah pelayanan. Demikian juga , seperti 120 orang yang berada di loteng Yerusalem, dipenuhkan oleh Roh Kudus karena ada persekutuan dan tidak meninggalkan Yerusalem
Biarlah di hari-hari terakhir ini menjelang kedatangan Tuhan, kita merindukan ibadah pelayanan bukan merindu seperti pesta ulang tahun, pesta-pesta atau acara-acara dunia lainnya.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI