KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 6, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 3 MEI 2011


"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama, tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Jika Allah membenci Esau, tentu Allah mempunyai alasannya.

Kejadian 25: 29-34
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, adiknya, karena Esau memandang ringan hak kesulungan.
Hak kesulungan sebetulnya dipercayakan kepada Esau tetapi Esau menjual hak kesulungan itu kepada Yakub hanya karena sepiring kacang merah.
Esau menjual hak kesulungan = memandang rendah/ringan hak kesulungan itu.

Keluaran 4: 22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

Setelah Esau menjual hak kesulungannya, di mata Tuhan , Yakub adalah anak sulung .

Hak kesulungan yang Tuhan percayakan adalah ibadah pelayanan.
Kalau Allah mengakui Yakub sebagai anak sulung, itu karena Yakub mau beribadah dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Oleh sebab itu biarlah kita beribadah kepada Tuhan, dan apa pun yang Tuhan percayakan, itu adalah hak kesulungan, bahkan sekecil apa pun yang Tuhan percayakan dalam ibadah pelayanan biarlah kita hargai dengan sungguh-sungguh.

Kalau tidak beribadah kepada Tuhan akan mengalami kematian, seperti kematian anak sulung orang Mesir.

Adalah suatu kerugian yang besar jika kita tidak menghargai ibadah pelayanan, karena ibadah pelayanan menjadikan kita sebagai anak sulung, dan lewat ibadah,  ada tanda darah.

Menjual hak kesulungan berarti melepaskan berkat-berkat dari hak kesulungan itu sendiri
Kejadian 27: 27-29
(27:27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
(27:29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Yakub diberkati dengan berkat hak kesulungan.
Ada 10 berkat-berkat dari hak kesulungan:
1.      Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit
2.      Tanah-tanah gemuk di bumi
3.      Gandum berlimpah-limpah
4.      Anggur berlimpah-limpah
5.      Bangsa-bangsa akan takluk
6.      Suku-suku bangsa akan sujud kepadamu
7.      Jadilah tuan atas saudara-saudaramu
8.      Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu
9.      Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia
10.    Siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia

Jika Esau menjual hak kesulungan berarti Esau jauh dari berkat-berkat hak kesulungan

Dari 10 berkat hak kesulungan, ada 2 berkat yang utama:
Kejadian 27: 28, 38-39
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

2 berkat yang utama dari 10 berkat hak kesulungan ialah : embun dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi.

(27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
(27:39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.

Orang-orang dunia mengalami tangisan-tangisan yang keras, itu karena mereka tidak menghargai hak kesulungan yang Tuhan percayakan, yaitu ibadah pelayanan.
Jangan sampai kita meraung-raung karena tidak menghargai hak kesulungan.
Kalau menjual hak kesulungan = melepaskan berkat-berkat hak kesulungan itu sendiri

Karena 10 berkat itu sudah menjadi bagian dari Yakub, maka 2 berkat yang utama jauh dari Esau, yaitu:
I.      jauh dari tanah-tanah gemuk
II.     jauh dari embun dari langit di atas

Keterangan:
II. Jauh dari embun dari langit di atas
1) Hagai 1: 9-10
(1:9) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
(1:10) Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,

Langit menahan embunnya sehingga bumi pun tidak menghasilkan, itu disebabkan oleh karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan sendiri, sibuk dengan perkara-perkara yang lahiriah, sehingga tidak memperhatikan rumah Tuhan.
Berarti, jika tidak memperhatikan rumah Tuhan = membiarkan kerohanian kita terpuruk sehingga kehidupan kita sebagai rumah Tuhan menjadi reruntuhan.

Kejadian 25: 27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

Kalau Yakub suka tinggal di kemah = memperhatikan rumah Tuhan, tidak sibuk dengan urusan-urusan sendiri sehingga rumah Tuhan tidak menjadi reruntuhan.
Sedangkan Esau lebih suka tinggal di padang, sibuk, sibuk, sibuk dan sibuk sehingga dia tidak memperhatikan rumah Tuhan.
Ini adalah persoalan gereja Tuhan di hari-hari terakhir ini, banyak sekali kesibukan-kesibukan di dunia ini yang semakin bertambah di hari-hari terakhir ini, mulai dari anak-anak sekolah, SD, SMP, SMA, kuliah, bahkan yang sudah memperoleh pekerjaan. Karena kesibukan itu sampai akhirnya kita lupa memperhatikan kerohanian kita seperti apa, sehingga rumah Tuhan menjadi reruntuhan, sesungguhnya ini adalah siasat dari pada iblis setan, biarlah kita waspada.
Kalau sudah terjadi seperti itu, yang rugi adalah diri sendiri, jauh dari embun dari langit dan bumi sudah pasti tidak menghasilkan.
Kapan tanah hati kita menghasilkan buah yang manis di hadapan Tuhan jika kita jauh dari ibadah pelayanan.
Setiap benih yang ditabur, yaitu Firman yang disampaikan, harus dihujani, jangan jauh dari embun supaya bumi menghasilkan, sehingga ibadah tidak hanya menjadi rutinitas.
Benih yang ditabur haruslah diembuni agar tanah hati menghasilkan buah yang manis di hadapan Tuhan.

2 Raja-raja 22: 5-7
(22:5) baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu,
(22:6) yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu.
(22:7) Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur."

Bait Allah menjadi reruntuhan
Sebelum Yosia menjadi raja atas Yehuda, raja-raja Yehuda sebelumnya membiarkan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, raja-raja Yehuda sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, tidak memperhatikan hubungan/kerohanian mereka dengan Tuhan, mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing sehingga Bait Allah itu menjadi reruntuhan.

2 Raja-raja 22: 8
(22:8) Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.

Karena tidak memperhatikan Bait Allah dan membiarkan Bait Allah menjadi reruntuhan, sehingga kitab suci/kitab taurat tertimbun oleh puing-puing dari reruntuhan Bait Allah itu sendiri.
Berarti, jika kita sibuk dengan urusan masing-masing, maka Firman Tuhan tidak lagi berkuasa atas kita, dengan kata lain, kebenaran Allah tidak nyata dalam kehidupan kita.

Ciri-ciri orang yang sibuk:
Hagai 1: 9-10
(1:9) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
(1:10) Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,

Langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya karena sibuk dengan urusan masing-masing sehingga rumah Tuhan menjadi reruntuhan.
Cirinya:
A.     Lukas 10: 38-42
(10:38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
(10:39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
(10:40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
(10:41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
(10:42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Marta sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak memperhatikan perkataan-perkataan yang disampaikan Yesus kepada Maria.
Cirinya:
-          Merasa diri lebih benar dari yang lain
-          Mempersalahkan orang lain dan mempersalahkan Tuhan

B.     Nehemia 13: 10-11
(13:10) Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya.
(13:11) Aku menyesali para penguasa, kataku: "Mengapa rumah Allah dibiarkan begitu saja?" Lalu kukumpulkan orang-orang Lewi itu dan kukembalikan pada tempatnya.

Orang-orang Lewi dan para penyanyi yang melayani di rumah Tuhan, tidak mendapat haknya, tidak mendapat sumbangan persembahan, sehingga mereka kembali bekerja di dunia sehingga rumah Allah dibiarkan dan menjadi reruntuhan.

Maleakhi 3: 8-10
(3:8) Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
(3:9) Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
(3:10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Kita harus membawa sumbangan/persembahan, yaitu; persepuluhan dan persembahan khusus, jangan sampai hamba Tuhan lari ke ladangnya masing-masing/bekerja seperti orang-orang dunia, sehingga tidak ada kesempatan untuk bergumul.
Seorang hamba Tuhan yang melayani di rumah Tuhan harus bergumul untuk mencari Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan sebagai makanan rohani harus selalu tersedia di dalam rumah Tuhan/rumah perbendaharaan untuk disampaikan, dan Firman Tuhan itu harus selalu baru. Itulah tugas seorang hamba Tuhan berada di dalam rumah Tuhan/bekerja di ladang Tuhan, jangan sampai lari ke ladang masing-masing.
Oleh sebab itu, kita sebagai rumah Tuhan, jangan sampai tidak memperhatikan rumah Tuhan, dengan kata lain harus membawa sumbangan/persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, supaya kita bisa menikmati Firman Allah sebagai makanan rohani, supaya kebenaran Allah nyata dalam kehidupan kita, tidak tertutupi oleh reruntuhan, yaitu kekurangan-kekurangan/kelemahan-kelemahan/kesalahan-kesalahan. Karena kalau tidak memperhatikan rumah Tuhan, tidak akan ada makanan di rumah perbendaharaan, yaitu Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Keterangan:
-    Persembahan Persepuluhan = 1/10, dari seluruh penghasilan

Arti rohani persepuluhan:
1.      Keluaran 16: 16, 35
(16:16) Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
(16:35) Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.

Bangsa Israel dipelihara oleh Tuhan di padang gurun selama 40 tahun, mereka diberi makan manna, segomer seorang.

Keluaran 16: 36, 32
(16:36) Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.
(16:32) Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."

Berarti, membawa persepuluhan ke rumah Tuhan/rumah perbendaharaan, adalah bukti bahwa kita sudah dipelihara oleh Tuhan, seperti bangsa Israel di padang gurun.
Biarlah pemeliharaan Tuhan itu berlaku atas kita, selama kita masih berada di dunia ini sampai kita dibawa masuk ke tanah perjanjian, sampai masuk ke dalam kerajaan sorga.
Dan itu sudah menjadi ketetapan turun temurun untuk membawa persembahan persepuluhan ke rumah perbendaharaan, supaya kita dapat melihat kemuliaan Allah, yaitu pemeliharaan Tuhan kepada kita dalam segala sesuatu, artinya Tuhan tidak merugikan kita.

Persepuluhan (1/10), artinya: pemeliharaan Tuhan berlaku selama di bumi dan sampai di bawa masuk dalam  kerajaan sorga

2.      Keluaran 20: 2-10
 (20:2) "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
(20:3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
(20:4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
 (20:7) Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
(20:9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
(20:10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Hukum yang pertama sampai dengan yang keempat, ditulis di dalam loh batu yang pertama.
Artinya: Hubungan manusia dengan Tuhan = kasih kepada Tuhan

Keluaaran 20: 12-17
 (20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
(20:13) Jangan membunuh.
(20:14) Jangan berzinah.
(20:15) Jangan mencuri.
(20:16) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
(20:17) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Hukum yang kelima sampai dengan yang kesepuluh, ditulis dalam loh batu yang kedua.
Artinya: Hubungan manusia dengan sesama = kasih kepada sesama

Kesimpulannya: inti dari 10 hukum Allah adalah 1, yaitu KASIH
Berarti, 1 dari 10 (1/10) itu adalah kasih Allah (kasih Agape).
Oleh sebab itu, biarlah kita tinggal di dalam kasih Allah, karena membawa persembahan persepuluhan ke rumah perbendaharaan.

3.      Yohanes 20: 25-29
 (20:25) Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
(20:26) Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
(20:27) Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
(20:28) Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Tomas mencucukkan tangan/jarinya ke dalam 2 tangan, 2 kaki Yesus yang terpaku dan ke dalam lambung Yesus yang ditombak.
Artinya: Yesus sudah menanggung dosa manusia, termasuk dosa tidak percaya, seperti Tomas, lewat pengorbanan Nya di atas kayu salib
Kalau mencucukkan jari ke dalam 2 tangan, 2 kaki Yesus yang terpaku dan mencucukkan jari ke dalam lambung Yesus yang ditombak, pasti menggunakan 1 dari 10 jari .
Berarti, mempersembahkan persepuluhan ke rumah perbendaharaan itu bukti bahwa Yesus sudah menanggung dosa kita di atas kayu salib dan setetes darah Yesus yang mengalir, berkuasa untuk menyucikan segala dosa-dosa yang kita perbuat.

Keterangan:
-    Persembahan Khusus
Persembahan khusus juga harus dibawa ke rumah perbendaharaan supaya ada persediaan makanan di dalam rumah Tuhan.
Setelah mempersembahkan persepuluhan, berarti masih ada sisa 9, inilah yang harus dipersembahkan sesuai dengan kerelaan hati masing-masing atau sesuai dengan dorongan hati masing-masing

Tujuan persembahan khusus:
Keluaran 25: 1-2
(25:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
(25:2) "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
(25:3) Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;
(25:4) kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
(25:5) kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga;
(25:6) minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
(25:7) permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
(25:8) Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

Mempersembahkan persembahan khusus bertujuan untuk membangun rumah Tuhan dan pekerjaan pelayanan di ladang Tuhan, supaya Tuhan diam di tengah-tengah kita, dan kita menjadi milik kepunyaan Allah.
Oleh sebab itu, bukalah mata, jangan tutup mata untuk pekerjaan pelayanan di ladang Tuhan, jangan dikuasai roh kikir/pelit, karena orang kikir tidak masuk dalam kerajaan sorga.

Biarlah di hari-hari terakhir ini, kita membawa persembahan; persepuluhan dan khusus ke rumah perbendaharaan supaya ada persediaan makanan di rumah Tuhan, jangan sibuk dengan urusan masing-masing, jangan sampai tidak memperhatikan rumah Tuhan, supaya rumah Tuhan tidak menjadi reruntuhan.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI