KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, June 18, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 17 JUNI 2011


Shaloom...!
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, oleh karena kemurahan Nya, kita boleh beribadah malam hari ini, lewat Ibadah Pendalaman Alkitab.
Kembali kita melihat kitab Maleakhi, tiba saatnya pada ayat yang ke 3.

Maleakhi 1: 3
(1:3) tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Tuhan membenci Esau ,kalau Tuhan membenci Esau tentu Tuhan memiliki alasan-alasan untuk itu, yaitu karena Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, kita sudah melihat dalam ibadah-ibadah sebelumnya.

Karena Allah membenci Esau, maka Allah membuat pegunungan Esau menjadi sunyi sepi.

Yehezkiel 35: 3-4, 7, 9, 14-15
(35:3) dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menjadi lawanmu, hai pegunungan Seir dan Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawanmu dan akan menjadikan engkau musnah dan sunyi sepi.
(35:4) Aku akan menjadikan kota-kotamu reruntuhan dan engkau menjadi sunyi sepi, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
(35:7) Aku akan menjadikan pegunungan Seir musnah dan sunyi sepi dan melenyapkan dari padanya orang-orang yang lalu-lalang.
(35:9) Aku akan menjadikan engkau sunyi sepi untuk selama-lamanya dan kota-kotamu tidak akan didiami lagi. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
(35:14) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Seluruh bumi akan bersukacita pada saat Aku menjadikan engkau sunyi sepi.
(35:15) Seperti engkau bersukacita mengenai milik pusaka kaum Israel, yang sudah menjadi sunyi sepi, demikianlah akan Kulakukan terhadap engkau. Engkau akan menjadi sunyi sepi, hai pegunungan Seir dan engkau, segenap Edom dalam keseluruhanmu. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

Pegunungan Seir, itulah pegunungan Esau, Tuhan membuat pegunungan Seir  menjadi sunyi sepi.
Pegunungan Seir menjadi sunyi sepi sesuai dengan perkataan Allah sebanyak 6 kali.

Yehezkiel 35: 7
(35:7) Aku akan menjadikan pegunungan Seir musnah dan sunyi sepi dan melenyapkan dari padanya orang-orang yang lalu-lalang.

Allah melenyapkan orang-orang yang lalu lalang, mati terbunuh oleh pedang Allah, sehingga di pegunungan-pegunungan, di bukit-bukit, di lembah-lembah, di alur-alur sungai, rebah orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang Allah.
Kalau orang-orang yang lalu lalang sudah lenyap, otomatislah pegunungan Seir menjadi sunyi (tidak ada keramaian) karena mereka mati terbunuh oleh pedang Allah. kalau seseorang mati terbunuh oleh pedang Allah, itu karena kesalahan (Yehezkiel 33: 3-4)

Lebih terperinci lagi
Obaja 1: 8-9
(1:8) Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?
(1:9) Juga para pahlawanmu, hai Téman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.

Dengan lenyapnya orang yang lalu lalang karena mati terbunuh oleh pedang Allah,
maka lenyaplah 3 hal dari pegunungan Esau (pegunung Seir)
1.      Lenyaplah orang-orang bijaksana = hidup dengan tidak bijaksana
Matius 7: 24-27
(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
(7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
(7:26) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
(7:27) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Kalau tidak hidup dengan bijaksana = hidup seperti orang bodoh
Ciri-ciri orang yang bodoh: tidak suka mendengar Firman Tuhan, sehingga dia membangun rumah di atas pasir
Artinya: Membangun hidup di atas keinginan-keinginan daging
Pasir -> manusia daging, sedangkan rumah -> kehidupan kita di hadapan Tuhan
Jika tidak hidup bijaksana, berarti tidak mau melakukan Firman, tidak mau melakukan apa yang Tuhan mau, hanya melakukan apa yang membuat dagingnya senang. Kalau hidup menurut keinginan daging, tidak ada kekuatan untuk menghadapi cobaan, sehingga pasti jatuh dalam berbagai-bagai dosa, seperti rumah yang rubuh karena dibangun di atas dasar pasir.
Oleh sebab itu, jangan sampai hidup dengan tidak bijaksana karena itu sangat membahayakan diri sendiri.

2.      Lenyaplah pengertian
2 Tawarikh 1: 10
(1:10) Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?"
Hikmat  = pengertian
Pengertian adalah hikmat dan kebijaksaan dari sorga, sehingga kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat
Banyak orang Kristen yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang jahat

2 Tawarikh 1: 12
(1:12) maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau."
Pengertian selalu bersamaan dengan KEKAYAAN, HARTA BENDA dan KEMULIAAN dari sorga.
Celakalah orang yang tidak memiliki pengertian, sebab itu, setiap mendengarkan Firman Tuhan haruslah sampai merngerti agar tidak menjadi miskin
Tidak perlu mempermuliakan diri, apalagi dalam ibadah pelayanan menonjolkan diri, karena Tuhan yang akan mempermuliakan kita sebab kemuliaan itu datang dari Tuhan. Jangan hindari kemuliaan dari Tuhan.
Dalam pola taberbakel, ada kekayaan, harta benda, dan kemuliaan di dalamnya, dan itulah yang membawa kita masuk dalam kemuliaan Allah/kerajaan sorga.
Tabernakel terdiri dari 3 daerah dan di dalamnya ada harta benda :
1.      Halaman: Ada mezbah korban bakaran
Ada kolam pembasuhan
2.      Ruangan Suci : Ada meja roti sajian
 Ada pelita emas
 Ada mezbah dupa
3.      Ruangan Maha Suci : Ada tabut perjanjian
Jangan biarkan itu lenyap agar tidak menjadi sunyi sepi seperti pegunungan Seir/jangan biarkan diri ini menjadi sunyi sepi karena kebodohan.

Amsal 9: 10
(9:10) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Biar kita mengenal Yesus secara pribadi, jangan dengan katanya.
Kenalilah Allah dengan pembukaan rahasia Firman sebab jika rahasia Firman disingkapkan, maka segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati akan tersingkap, itulah yang membuat kita memiliki pengertian.

3.      Lenyaplah para pahlawan = kalah terhadap musuh
Musuh utama kita ada 2, yaitu; daging dan iblis setan

Akibat jika 3 hal tadi lenyap:
Obaja 1: 9b
(1:9) Juga para pahlawanmu, hai Téman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.

Akibatnya: Téman tertegun
Tertegun = tercengang = hanya dapat melihat tetapi tidak dapat berbuat apa-apa = pasrah

Kejadian 36: 9, 11
(36:9) Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pegunungan Seir.
(36:11) Anak-anak Elifas ialah Téman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.

Akibatnya: anak cucu hanya bisa pasrah melihat keadaan
Jangan sampai kehidupan kita menjadi sunyi sepi karena itu akan berakibat anak cucu hanya bisa pasrah melihat keadaan, jika  orang tua sunyi sepi, seperti pegunungan Seir, maka anak pun sama seperti itu, hanya bisa pasrah, tidak bisa mengubah hidupnya.
Téman adalah keturunan/anak cucu Esau, anak dari Elifas.

Penyebab pegunungan Seir sunyi sepi:
Yehezkiel 35: 11, 5
(35:11) oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu, yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan Aku akan menyatakan diri kepadamu pada saat Aku menghakimi engkau.
(35:5) Oleh karena dalam hatimu terpendam rasa permusuhan yang turun-temurun dan engkau membiarkan orang Israel menjadi makanan pedang pada hari sial mereka, waktu saatnya tiba untuk penghakiman terakhir,
Penyebabnya: Adanya permusuhan antara Esau dengan Yakub sehingga dikuasai roh kebencian, oleh karena roh kebencian itu menyebabkan murka dan cemburu Esau kepada Yakub.
Permusuhan itu tidaklah baik karena membahayakan diri kita, apalagi terhadap sesama saudara sendiri karena itu menyebabkan cemburu dan murka.
Permusuhan menyebabkan hilang damai sejahtera, kebenaran dan sukacita dari Roh Kudus, akhirnya timbullah kebencian, murka, iri dan sebagainya.

Lebih terperinci dalam kitab Obaja pasal 1 ayat 10
Obaja 1: 10
(1:10) Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya.

Yang menyebabkan pegungan Seir sunyi sepi adalah karena permusuhan sehingga muncul kebencian, murka, dan muncul kekerasan demi kekerasan

Obaja 1: 12-14
(1:12) Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.
(1:13) Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.
(1:14) Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.

Ada 8 hal praktek permusuhan/kebencian dengan saudara sesama, seperti Esau dengan Yakub
1.      Memandang rendah sesama/saudara pada hari kemalangannya
Artinya: tinggi hati
Kalau melihat/memandang orang lain rendah = tinggi hati

2.      Bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya
Artinya: bersukacita di atas penderitaan orang lain dan anak-anaknya (keturunan)
Yehuda adalah anak Yakub

3.      Membual pada hari kesusahannya
Artinya: memikat orang yang lemah imannya dengan perkataan kosong
Bual = perkataan kosong/dusta

4.      Masuk ke pintu gerbang umat Tuhan pada hari sialnya
Artinya: kesempatan dalam kesempitan
Wow, mumpung lagi sial, saya masuk saja.

5.      Memandang ringan malapetaka yang menimpa saudara/sesama pada hari sialnya
Artinya: tidak terbeban pada masalah-masalah orang lain, sekalipun sudah mengalami hari sial

6.      Merenggut kekayaan pada hari sialnya
Artinya: menganggap diri lebih baik
Contoh kekayaan secara rohani adalah: kesucian, kebenaran, keadilan, kerendahan hati, dan lain-lain

7.      Berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orang yang luput
Artinya: mencari-cari kelemahan orang lain/sesama yang sudah terlepas dari maut karena sudah mengakui dosa

8.      Menyerahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan
Artinya: tidak memberi jalan keluar/solusi atas masalah sesama

Inilah praktek kebencian/permusuhan terhadap sesama, sekaligus keberadaan dari pada Esau yang menyebabkan pegunungannya menjadi sunyi sepi, biarlah kita memperhatikan 8 hal tersebut, apabila itu pernah terjadi, jangan sampai terulang kembali, tetapi biarlah Firman Tuhan yang kita denga ini, berkuasa atas kita.

Pegunungan Seir adalah pegunungan Esau yang sunyi sepi, tetapi gunung Sion adalah rumah Allah Yakub.

Bandingkan dengan gunung Sion
Yesaya 2: 2-3
(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
(2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Gunung Sion adalah rumah Allah Yakub, yang berdiri tegak di hulu gunung-gunung = mengatasi gunung-gunung lain, dan menjulang tinggi  di atas bukit-bukit = lebih tinggi dari bukit-bukit lain

Obaja 1: 17-21
(1:17) Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya.
(1:18) Kaum keturunan Yakub akan menjadi api dan kaum keturunan Yusuf menjadi nyala api, dan kaum keturunan Esau menjadi tunggul gandum: mereka akan membakar dan memakan habis sekaliannya, dan dari kaum keturunan Esau tidak ada seorang pun yang terlepas, sebab TUHANlah yang berfirman demikian.
(1:19) Maka orang-orang Tanah Negeb akan memiliki pegunungan Esau, dan orang-orang Daerah Bukit akan memiliki tanah orang Filistin. Mereka akan memiliki daerah Efraim dan daerah Samaria, dan suku Benyamin akan memiliki daerah Gilead.
(1:20) Orang-orang Israel yang diangkut ke dalam pembuangan akan memiliki tanah orang Kanaan sampai ke Zarfat; dan orang-orang Yerusalem yang diangkut ke dalam pembuangan, yang ada di Sefarad, akan memiliki kota-kota di Tanah Negeb.
(1:21) Penyelamat-penyelamat akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka TUHANlah yang akan empunya kerajaan itu.

Pegunungan Esau sunyi sepi, tetapi gunung Sion tetap ada penghuninya = tidak sunyi sepi

Yehezkiel 36: 37-38
(36:37) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Dalam hal ini juga Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku apa yang hendak Kulakukan bagi mereka, yaitu membuat mereka banyak seperti lautan manusia.
(36:38) Seperti domba-domba persembahan kudus, dan seumpama domba-domba Yerusalem pada waktu-waktu perayaannya, begitulah kota-kota yang sudah runtuh penuh dengan lautan manusia. Dengan begitu mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

Di sini digambarkan bahwa pegunungan Sion tidak sunyi sepi, dengan kata lain, banyak sekali kegiatan dan aktivitas di rumah Allah Yakub.
Cirinya:
a.      seperti domba-domba persembahan kudus
Yesaya 53: 7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Inilah domba-domba persembahan kudus, yaitu daging tidak bersuara.
Ketika dia dipersembahkan, mulut atau daging tidak lagi bersuara
Artinya: tidak lagi menuruti keinginan-keinginan dan hawa nafsu daging, melainkan hidup dalam kekudusan

b.      seumpama domba-domba Yerusalem pada waktu-waktu perayaannya
Artinya: setia dalam ibadah pelayanan dalam setiap ibadah-ibadah/perayaan-perayaan yang Tuhan percayakan, terlebih dalam 3 macam ibada utama (Ibadah Pendalaman Alkitab, Ibadah Umum Minggu, Ibadah Doa Penyembahanm)
Yerusalem -> pelayanan. Sebab itu, jangan tinggalkan pelayanan sekecil apa pun yang Tuhan percayakan
Jangan sibuk dengan perayaan ulang tahun, tetapi tidak sibuk dengan ibadah pelayanan

Biarlah kehidupan kita memiliki 2 ciri tersebut supaya ada kegiatan-kegiatan di rumah Allah Yakub, agar tidak menjadi sunyi sepi seperti pegunungan Seir.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Biarlah kehidupan kita ini seperti domba yang tergembala dengan baik, selalu mempersembahkan hidup dalam kekudusan dan selalu setia dalam setiap perayaan-perayaan/ibadah-ibadah dan pelayan-pelayanan yang Tuhan percayakan sehingga hidup kita dan segala sesuatu yang kita persembahkan berkenan di hadapan Tuhan.



TUHAN YESUS KRISTUS SEBAGAI KEPALA DAN MEMPELAI PRIA SORGA, MEMBERKATI