KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 20, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 18 JUNI 2011



IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 18 JUNI 2011

Tema:  STUDY YUSUF
(Seri 2)

Shalom...! Selamat sore !
Salam sejahtera dalam namaTuhan Yesus Kristus, karena kasih Nya yang besar, kita dapat beribadah sore hari ini, tentang Yusuf, pada seri yang ke 2.

Kejadian 37: 1-2
(37:1) Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
(37:2) Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

Yang ditonjolkan pada silsilah Yakub adalah pribadi Yusuf, dalam ayat yang kedua.
Yusuf  biasa mengembalakan kambing domba, artinya: Yusuf adalah pribadi yang tergembala dengan baik dan itu merupakan suatu
kebiasaan. Biarlah kehidupan muda mudi remaja sama seperti pribadi Yusuf yang sudah biasa tergembala dengan baik.

Selain Yusuf  biasa menggembalakan kambing domba, Yusuf juga menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

Kalau Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya, artinya adalah:
1.  Yusuf tidak hidup di bawah hukum taurat.

Matius 5: 30, 38
(5:30) Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
(5:38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Kalau hidup di bawah hukum taurat, berarti tangan ganti tangan, mata ganti mata, gigi ganti gigi, artinya: kejahatan tidak luput dari hukuman = kejahatan dibalas dengan kejahatan.

Jadi, kalau kehidupan muda mudi remaja masih membalas kejahatan dengan kejahatan, itu berarti kehidupan muda mudi remaja masih hidup di bawah hukum Taurat, seperti ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi yang membawa perempuan yang kedapatan berzinah ke hadapan Yesus untuk dilempari dengan batu.

Tetapi pribadi Yusuf, sekalipun saudara-saudaranya berbuat kejahatan kepadanya, dia tidak membalaskan itu dengan kejahatan pula, melainkan memberitahukan segala kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya, Yakub,  sebagai yang bertanggung jawab bagi anak-anaknya. Ini berarti Yusuf tidak hidup di bawah hukum taurat, karena Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Ciri-ciri hidup di bawah hukum taurat:
a.   Roma 2: 15
(2:15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Inilah cirinya: saling menuduh dan saling membela.

Kalau kehidupan muda mudi remaja hidup di bawah hukum taurat, yang terjadi adalah suka menuduh kesalahan orang lain dan suka membela diri sendiri, sekalipun sudah berbuat salah.

b.   Roma 2: 25, 28-29
(2:25) Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya.
(2:28) Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
(2:29) Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Setiap anak laki-laki yang baru lahir (berumur 8 hari) haruslah disunat, karena sunat adalah ibadah, dan sunat itu ada gunanya kalau hidup di bawah hukum taurat, tetapi kalau melanggar hukum taurat, sunat pun menjadi tidak ada gunanya.
Itu berarti, jika hidup di bawah hukum taurat ibadahnya adalah ibadah yang lahiriah.

Jadi, ciri hidup di bawah hukum taurat: ibadahnya lahiriah.

Adalah suatu hal yang berbahaya jika kehidupan muda mudi remaja ibadahnya hanyalah ibadah yang lahiriah = ibadahnya rutinitas.
Contohnya:
Datang untuk beribadah, dan ikut menyanyi memuji Tuhan juga mendengarkan Firman, tetapi tidak sedikit pun Firman dapat merubah hidupnya / dapat menggores hatinya = datang kering, pulang juga kering/datang runtuh, pulang juga runtuh.

2.  Yusuf menjadi pribadi yang terbuka/transparan.
Terbuka = transparan.
Transparan berarti tidak menyembunyikan dosa kejahatan.

Kalau Yusuf menjadi pribadi yang transparan, berarti Yusuf tidak menyembunyikan perbuatan-perbuatan dosa kejahatan di dalam hati.

Efesus 5: 11-12
(5:11) Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
(5:12) Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

Janganlah melakukan perbuatan-perbuatan kejahatan, apalagi menyebutkannya, jangan!
Perbuatan-perbuatan kegelapan = perbuatan dosa kejahatan yang disembunyikan / menyembunyikan dosa.

Jika Yusuf  menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya, itu berarti Yusuf transparan / terbuka di hadapan bapanya, sebagai yang bertanggung jawab bagi anak-anaknya.
Biarlah kehidupan muda mudi remaja menjadi pribadi yang transparan / terbuka, tidak menyembuyikan dosa kejahatan dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan di hadapan Bapa kita, Dialah Tuhan Yesus Kristus.

2 Korintus 4:1-2
(4:1) Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
(4:2) Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Dalam ibadah pelayanannya, Rasul Paulus menolak segala perbuatan yang tersembunyi yang memalukan.
Perbuatan-perbuatan tersembuyi = hidup licik, penuh dengan kepalsuan-kepalsuan = tidak hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan.

Biarlah juga kehidupan muda mudi remaja yang sudah mengambil bagian dalam ibadah pelayanan, baik sebagai singer, pemain musik, pemimpin pujian, maupun yang melayani di balik layar, menolak segala perbuatan-perbuatan yang tersembunyi sehingga menjadi pribadi yang transparan.

Amsal 28: 13
(28:13) Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Kehidupan muda mudi remaja jika hidup transparan/terbuka tidak menyembunyikan dosa di hadapan Tuhan, mendapat kasih sayang dari Bapa di sorga.

Kejadian 37: 3
(37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Yakub lebih mengasihi dan menyayangi Yusuf lebih dari anak-anaknya yang lain.
Oleh sebab itu, supaya kita mendapat kasih sayang dari Bapa di sorga, biarlah kehidupan muda mudi remaja menjadi kehidupan yang transparan / terbuka, tidak suka menyembunyikan dosa, sekecil apapun di dalam hati.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang