KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, June 3, 2011

IBADAH KENAIKAN YESUS KRISTUS, 02 JUNI 2011



IBADAH KENAIKAN YESUS KRISTUS, 02 JUNI 2011

Shalom...!!
Salam sejahtera bagi kita semua, selamat malam.
Hari ini adalah hari kenaikan Yesus Kristus, Dia sudah menyelesaikan pekerjaan Allah, sekarang Yesus berada di rumah Allah Bapa.
Mari kita bersama-sama memperhatikan Firman Tuhan malam ini, supaya kelak kita berada di rumah Bapa di sorga.

Yohanes 14: 1-7
(14:1) "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
(14:2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
(14:3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
(14:4) Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
(14:5) Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
(14:6) Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
(14:7) Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Yesus telah naik ke sorga dan telah berada di rumah Allah Bapa, dan sekarang sedang mengerjakan perkerjaan Allah yang besar, yaitu menyediakan rumah bagi kita yang percaya pada Nya.
Supaya kita bisa sampai dan masuk dalam kerajaan sorga (rumah Bapa), tidak ada cara lain selain mempercayakan diri terhadap pribadi Yesus Kristus (mengenal pribadi Yesus).

Mengenal  pribadi Yesus dengan sungguh-sungguh, berarti mengakui / menerima Yesus dalam 3 hal.
Yang Pertama

YESUS ADALAH JALAN
Untuk berada di rumah Bapa, tidak ada lagi jalan lain, Yesuslah jalan satu-satunya.

Yesaya 2: 3
(2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Kalau kita mau menempuh/mengikuti jalan Yesus itu, maka kita harus menerima dan mengikuti geraknya Firman pengajaran, Dia akan mengajar dan menuntun kita di jalan-jalanNya, oleh sebab itu, jalan Nya harus lah kita tempuh.
Jangan berada di bawah geraknya keinginan, hati sendiri. Biarlah kita selalu berada di bawah geraknya Firman pengajaran dan tidak mengikuti jalan-jalan yang lain.
Untuk bisa mengikuti geraknya Firman pengajaran, biarlah kita selalu berada di Yerusalem, berarti jangan meninggalkan ibadah pelayanan.

Mazmur 119: 105
(119:105) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Firman pengajaran, menerangi jalan kita.
Kalau kita berjalan di bawah geraknya Firman pengajaran, semuanya jelas, karena menjadi terang bagi jalan-jalan kita.
Kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan pola terang tabernakel, itu bagaikan berada dalam kerajaan sorga.

Wahyu 21: 22-27
(21:22) Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.
(21:23) Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.
(21:24) Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;
(21:25) dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;
(21:26) dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.
(21:27) Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Kalau berada di bawah geraknya Firman pengajaran, maka 3 hal terlepas dari kehidupan kita
1.   Tidak ada lagi dosa kenajisan
2.   Tidak lagi perbuatan keji
Kalau meminta sesuatu kepada Tuhan tetapi tidak mau mendengar Firman, itu adalah kekejian.
Melakukan segala sesuatu tanpa dengar-dengaran itu adalah kekejian.
3.   Tidak ada lagi dusta
Betapa besarnya kuasa Firman pengajaran sehingga 3 hal tersebut terlepas dari kehidupan kita, karena Anak Domba itu yang menjadi lampunya.
Berarti, Firman pengajaran itu adalah pribadi Anak Domba Allah yang tersembelih, yang memberi kemenangan dan penuh kuasa.

Yesaya 30: 18-22
(30:18) Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
(30:19) Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.
(30:20) Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
(30:21) dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.
(30:22) Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"

Tetaplah sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan/berada di Yerusalem, dan berjalan di bawah geraknya firman pengajaran sekalipun mungkin kita sudah menganan atau mengiri, banyak kekeliruan-kekeliruan yang sudah kita lakukan, bila kita mau berjalan dan mengikuti geraknya firman pengajaran, akan melepaskan kita dari dosa-dosa kenajisan oleh karena penyembahan berhala bahkan muak dengan semua dosa-dosa yang pernah kita perbuat
Sekali lagi saya sampaikan, mungkin kita sudah banyak melakukan penyimpangan, tetapi jika kita berjalan di bawah geraknya firman pengajaran dan tetap beribadah dan melayani Tuhan/tidak meninggalkan Yerusalem, maka akan terlepas dari dosa kenajisan karena penyembahan berhala, seperti kain cemar yang dibuang/dilepaskan, karena Tuhan mengasihani kita semua.
Biarlah kain cemar itu kita lepaskan, dan tetap di Yerusalem, karena firman pengajaran mengatasi gunung-gunung dan bukit-bukit yang lain.

Hasilnya kalau berjalan di bawah geraknya Firman pengajaran
Yesaya 30: 23
(30:23) Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

Hasilnya: Tuhan akan menghujani kita dengan benih yang baru ditaburkan
Kalau terlepas dari dosa kenajiasan, Tuhan akan menghujani setiap ada benih yang ditabur sampai ia bertumbuh dan berakar dan menghasilkan buah yang manis.
Setiap kali kita mendengarkan Firman Tuhan, benih itu akan bertumbuh, berakar dan menghasilkan buah, karena Tuhan selelu menghujani benih yang ditaburkan itu.

Mengenal  pribadi Yesus dengan sungguh-sungguh, berarti mengakui / menerima Yesus dalam 3 hal.
Yang Kedua

YESUS ADALAH KEBENARAN
Berarti, di luar Yesus tidak ada lagi kebenaran. Kebenaran yang sejati, kebenaran yang hakiki, kebenaran yang sempurna, hanya berasal dari Yesus Kristus sebagai Juruslamat.
Tidak ada lagi kebenaran di dunia ini, meskipun dari seorang pengacara kondang (yang benar menjadi salah/yang salah menjadi benar), hukum rimba (siapa yang kuat, itu yang menang), hukum karma (kejahatan di balas kejahatan), semua hukum-hukum tersebut tidak dapat membenarkan manusia dari perhambaan dosa.
Hanya kebenaran Yesus yang mampu membenarkan/melepaskan kita dari dosa-dosa.

Yohanes 8: 31-36
(8:31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
(8:32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(8:33) Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
(8:34) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
(8:35) Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
(8:36) Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Setiap orang yang berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, orang itu akan menjadi hamba dosa.
Supaya terlepas dari perbudakan dosa, hanya kebenaran Firman yang bisa membebaskan kita dari perbudakan/perhambaan dosa.
Kalau menjadi hamba dosa, tidak berada di rumah Tuhan, tetapi anak, tetap tinggal di rumah Tuhan.
Oleh sebab itu, jangan mengelak teguran-teguran Firman, jangan suka beralasan/berdalih seperti orang-orang Yahudi, karena yang sanggup membebaskan kita dari perhambaan dosa adalah kebenaran Firman.
Kalau kita mempertahankan diri dengan dosa atau menjadi hamba dosa, kita tidak akan berada di rumah Tuhan karena hanya anak yang berada di rumah Tuhan.

Galatia 4: 22-23
(4:22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
(4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.

Kalau tetap menjadi hamba dosa = hidup menurut keinginan daging
Kalau kita bebas dari dosa, kita adalah anak-anak janji, hidup sesuai kebenaran firman. Janji Allah kepada Abraham, Ishak, Yakub adalah tanah Kanaan
Janji Allah = firman Allah, janji Allah adalah ya dan amin, teruji.

Galatia 4: 24-25
(4:24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --
(4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
(4:26) Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.

Biarlah kita lahir dari Firman Tuhan (dari perempuan merdeka) supaya kita dimerdekakan dari perhambaan dosa, sehingga kita disebut anak janji seperti Ishak yang disebut anak janji.

Ciri-ciri jika terlepas dari perbudakan dosa:
Galatia 4: 28
(4:28) Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.
(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.

Kalau kita adalah anak janji seperti Ishak, cirinya: hidup menurut keinginan Roh Kudus

Roma 8: 5-6, 13
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
(8:13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Jika hidup menurut Roh, pasti memikirkan hal-hal dari Roh.
Yang kita pikirkan adalah ibadah pelayanan, memikirkan pekerjaan Tuhan, kita memikirkan apa yang Tuhan inginkan dan kalau hidup menurut Roh kita akan hidup dan damai sejahtera

Praktek kehidupan yang dipimpin Roh Kudus
Galatia 4: 29
(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
Prakteknya: menderita karena kebenaran Firman = menerima aniaya karena Firman
Kalau harus menderita karena Firman, itulah salib, contoh: jalan kaki untuk ibadah karena tidak memiliki uang untuk ongkos.
Tetapi kalau menderita karena daging itu adalah kebodohan, karena itu bukanlah pekerjaan Roh Kudus.
Contoh: seperti seorang pemuda yang jatuh cinta, berkata “gunung akan ku daki, laut akan ku seberangi”, ini memang penderitaan tetapi bukan aniaya oleh karena Firman, melainkan suatu kebodohan.

Galatia 4: 30-31
(4:30) Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."
(4:31) Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Kita bukanlah hamba dosa, melainkan anak janji, karena kita sudah banyak mendengarkan Firman Tuhan yang mampu memerdekakan kita dari dosa.

Mengenal  pribadi Yesus dengan sungguh-sungguh, berarti mengakui / menerima Yesus dalam 3 hal.
Yang Ketiga.

YESUS ADALAH HIDUP
Berarti, di luar Yesus tidak ada yang dapat memberi hidup yang kekal

Yohanes 10: 10
(10:10) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Iblis setan tidak dapat memberi hidup yang kekal, justru membunuh dan membinasakan, tetapi Yesus datang ke dunia supaya kita memperoleh hidup, dan hidup di dalam Dia ada kelimpahan-kelimpahan, contoh: dulu belum ada alat musik sekarang sudah ada, dulu tempat ibadah kecil sekarang sudah ada gereja, dulu belum ada laptop sekarang sudah Tuhan sediakan, inilah kelimpahan-kelimpahan dalam ibadah pelayanan secara lahiriah, tetapi yang terutama biarlah kita limpah dalam hal yang rohani.

Yohanes 11: 25
(11:25) Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
(11:26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Yesus adalah kebangkitan dan hidup, berarti supaya kita memperoleh hidup yang kekal, kita harus bersuasanakan kebangkitan/satu dalam kebangkitan Kristus, maka kita pasti memperoleh hidup yang kekal dan juga ada kelimpahan-kelimpahan.
Sekalipun kita sudah mati/tutup usia sebelum Yesus datang, tetapi jika kita sudah satu dalam kebangkitan Kristus, kita tetap memperoleh hidup yang kekal.

Roma 6: 4
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kuasa kebangkitan Kristus adalah: hidup dalam hidup yang baru = hidup yang dibaharui terus menerus, bukan hanya saat beribadah tetapi juga dibaharui terus menerus saat di luar ibadah, sampai pada pembaharuan Yerusalem yang baru (hidup kudus).
Oleh sebab itu, biarlah kita mengatakan, “Hidup ku yang sekarang bukanlah aku lagi, tetapi Kristus di dalam Ku”, itulah hidup yang sudah dibaharui terus menerus

Roma 6: 5
(6:5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Kalau mau memperoleh hidup yang kekal, kita harus hidup dalam kebangkitan Yesus.
Biarlah kita sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dan kuasa kebangkitan-Nya nyata, maka kemuliaan-Nya pun nyata dalam kehidupan kita.

Ciri-ciri orang satu dalam kebangkitan Yesus
Ciri Pertama: MENIKMATI ROTI HIDUP
Yohanes 6:  33
(6:33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Yesus adalah roti yang telah turun dari sorga.

Roti yang turun dari sorga, yang berasal dari Allah, itulah pribadi Yesus Kristus, untuk memberi hidup yang kekal kepada dunia.

Ada 3 kali Yesus berkata “Akulah roti hidup”
1.    Yohanes 6: 34-35
(6:34) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
(6:35) Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Kuasa roti hidup yang pertama: tidak lapar dan tidak haus
Artinya: hidup benar sesuai Firman Tuhan dan hidup menurut keinginan Roh Kudus/hidup dalam pengurapan Roh Kudus

2.    Yohanes 6: 48-50
(6:48) Akulah roti hidup.
(6:49) Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
(6:50) Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Kuasa roti hidup yang kedua: tidak akan mengalami kematian
Bangsa Israel yang keluar dari Mesir, semuanya mati dan hanya 2 orang yang bisa sampai ke tanah Kanaan, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun, kedua orang ini adalah pribadi yang sudah menikmati roti hidup yang pertama.

Ada 2 jenis kematian:
-      kematian rohani
Artinya: walaupun hidup tetapi seluruh anggota tubuh tidak dapat digunakan untuk melayani Tuhan.
-      kematian yang kekal = binasa, berada di dalam api neraka untuk selamanya

Dengan menikmati roti hidup kita terbebas dari kematian, baik sekarang, baik juga selamanya.

3.   Yohenes 6: 51
(6:51) Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Kuasa roti hidup yang ketiga: hidup untuk selama-lamanya, bukan untuk hidup saat ini .
Roti hidup yang ketiga itulah daging Yesus, artinya: benar tanpa dosa dan rela menderita .

Ciri-ciri orang satu dalam kebangkitan Yesus
Ciri Kedua: MENIKMATI AIR HIDUP
Yohanes 4: 11-14
(4:11) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
(4:12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
(4:13) Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
(4:14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Kalau minum dari sumur Yakub, pasti haus lagi, artinya: dunia ini tidak dapat memberi kepuasan, karena dunia ini suatu saat kelak akan berlalu, dengan kata lain, tidak dapat memberi hidup yang kekal, tetapi kalau kita menikmati air hidup kita tidak akan haus lagi, sebab air itu menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai hidup yang kekal.

Praktek minum air hidup
Yohanes 4: 15-17
(4:15) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
 (4:16) Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
(4:17) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

Prakteknya: mengakui dosa kenajisan di hadapan Tuhan
Sebab itu jangan sekali-kali mempertahankan dosa/tidak mengakui dosa, apalagi membenarkan diri.
Biarlah kita semua memuliakan Tuhan dengan mengakui semua dosa kekurangan kita, terlebih dosa kenajisan, seperti perempuan Samaria.

Ciri-ciri menikmati air kehidupan:
Yohanes 7: 37-39
(7:37) Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
(7:38) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
(7:39) Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Cirinya: kita terus menerus memuliakan Tuhan baik lewat perkataan, sikap, tingkah laku, bukan hanya saat ibadah tetapi juga di luar ibadah, sehingga Roh Kudus akan turun memenuhi kehidupan kita.
Jangan terbawa perasaan, artinya: kebenaran tetaplah kebenaran, biarlah kita tetap memuliakan Tuhan, sehingga nama Tuhan dipermuliakan di bumi seperti di sorga.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang