KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, June 14, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 JUNI 2011




Tema:  STUDY YUSUF
(Seri 1)

Shalom!
Selamat sore, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita bersyukur pada saat sore ini, kita memulai kitab Kejadian, secara khusus kita mempelajari pribadi Yusuf, tentu karena kemurahan Tuhan.

Kejadian 37: 1-4
(37:1) Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
(37:2) Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
(37:3) Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Yakub memiliki 12 anak, salah satunya adalah Yusuf.
Dari riwayat Yakub ini, kita dapat melihat, pada ayat yang kedua, yang ditampilkan / ditonjolkan adalah pribadi Yusuf , sekalipun sebetulnya dia adalah anak yang ke 11, dari 12 bersaudara.

Pada usia 17 tahun, Yusuf biasa menggembalakan kambing domba.
Biasa menggembalakan kambing domba, artinya: kehidupan muda mudi remaja tergembala dengan baik dalam satu kandang, satu gembala.
Kata “BIASA” memberi arti; kesenangan atau kesukaan, berada di dalam kandang penggembalaan.

Kehidupan muda mudi remaja yang tergembala, di masa yang akan datang akan menjadi seorang yang berhasil bahkan menjadi seorang pemimpin yang besar, sebagai contoh;
1.    Musa menggembalakan kambing domba mertuanya, Yitro.
2.    Daud biasa menggembalakan kambing domba ayahnya.
3.    Yusuf sendiri biasa menggembalakan kambing domba, dan akhirnya Yusuf menjadi orang kedua di Mesir.

Akan tetapi, jika tidak sungguh-sungguh tergembala, semua itu hanyalah mimpi belaka, atau mungkin bisa mencapai cita-cita karena mengandalkan kekuatan sendiri, namun tidak berada di dalam rencananya Tuhan, kehidupan yang seperti ini sangat beresiko.

11 saudara yang lain juga turut menggembalakan kambing domba tetapi kehidupan mereka jahat, sedangkan Yusuf adalah pribadi yang tergembala dan baik di hadapan Tuhan.

1 Samuel 17: 12-15
(17:12) Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
(17:13) Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.
(17:14) Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya, artinya; sepadat apa pun kegiatan / aktivitas kita, baik di rumah, sekolah, kampus, maupun di tempat bekerja, di mana saja komunitas kita berada,  harus kembali ke kandang penggembalaan, setia dalam ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.

Sekecil apa pun ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, biarlah kita kerjakan dan tekuni dengan setia.
Jangan sampai waktunya untuk ibadah, tetapi justru menyibukkan diri dengan kesibukan-kesibukan yang tidak berarti di hadapan Tuhan.

Kidung Agung 8: 5-7
(8:5) Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
(8:6) -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
(8:7) Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Air yang banyak, bahkan air sebesar sungai, tidak mampu memadamkan api cinta yang berkobar-kobar kepada Tuhan, tidak akan bisa menghalangi cinta kita kepada Tuhan, dengan kata lain, tetap setia dalam ibadah pelayanan.
Kalau tergembala dengan baik, maka cinta kita kepada Tuhan kuat seperti maut, tidak bisa dihalang-halangi oleh apa pun dan siapa pun, bahkan rela mati karena cinta Tuhan.

Beribadah melayani Tuhan haruslah menjadi kebiasaan kita, janganlah kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan kita.
Oleh sebab itu, biarlah kehidupan muda mudi remaja tergembala dengan baik, sebab masa depan kita ada di tangan Tuhan.

Suasana dalam kandang penggembalaan:
1.   Mazmur 23: 1
(23:1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Suasananya: tidak kekurangan, baik jasmani maupun rohani
Artinya: tidak tampak lagi dosa-dosa kejahatan sebagai kekurangan di hadapan Tuhan

Inilah suasana yang kita alami di hari-hari terakhir ini, jika kehidupan muda mudi remaja berada di dalam kandang penggembalaan / tergembala dengan baik, maka kehidupan muda mudi remaja menjadi benar di mata Tuhan, baik perkataan, sikap, tingkah laku, dan perbuatan, akan tetapi, kehidupan yang tidak tergembala dengan baik, kehidupannya tidaklah benar / banyak kekurangan-kekurangan.

2.   a) Mazmur 23: 2
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Suasananya: dibaringkan = tidur
Artinya: tidak memusingkan diri dengan persoalan-persoalan / perkara-perkara yang ada di dunia.

Jika kehidupan muda mudi remaja berada dalam kandang penggembalaan dan tergembala dengan baik, maka tidak terlalu pusing dengan soal-soal yang ada di dalam dunia, sama seperti orang yang sedang tidur.
Contoh: tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang dunia, seperti dunia gemerlap (dugem) , membuka situs porno internet, dan sebagainya.

Ciri-cirinya: makan rumput yang hijau
Artinya: menikmati Firman Tuhan sebagai makanan rohani

Kalau kita tidak pusing dengan soal-soal dunia, pasti kita dapat menikmati Firman Tuhan sebagai makanan rohani, dalam setiap kata, setiap kalimat, setiap ayat yang disampaikan, dapat kita nikmati, sampai Firman itu menggores hati. Jikalau Firman belum menggores hati, mintalah kemurahan dari Tuhan, jangan malah sibuk dengan urusan sendiri, karena Firman yang menggores hati dapat memberikan perubahan sikap.
Firman Tuhan harus dinikmati dan biarlah kehidupan muda mudi remaja menikmati Firman Tuhan melebihi nikmatnya mie ayam, indomie rasa kari ayam medan, ketoprak, maupun makanan-makanan mahal.

b)  Mazmur 23: 2
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Suasananya: menjadi pribadi yang tenang, tidak mudah gelisah, sebab kita memiliki pengharapan, kita memiliki Tuhan.

Biarlah kita berada dalam kandang penggembalaan / tergembala dengan baik supaya menjadi kehidupan muda mudi remaja yang tenang, yaitu pribadi yang tidak gelisah dan memiliki pengharapan kepada Tuhan / percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik pada setiap kehidupan muda mudi remaja yang tergembala dengan baik.

Yohanes 14: 1-2
(14:1) "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
(14:2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Kehidupan muda mudi remaja, tidak perlu gelisah karena kita menaruh pengharapan kepada Tuhan / percaya kepada Tuhan karena Dia berkuasa atas hidup kita, baik sekarang, besok, lusa, bahkan sampai kita dibawa masuk ke rumah Bapa, seperti Abraham yang memiliki Firman Iman.

Kehidupan muda mudi remaja tidak perlu gelisah walaupun belum melihat hari esok, sama seperti Abraham yang memiliki Firman Iman, yaitu taat dan percaya kepada Tuhan walaupun belum melihat tanah perjanjian yang Tuhan berikan, yang Tuhan janjikan, yaitu tanah Kanaan.

Yesaya 30: 15
(30:15) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Kalau kita tenang dan menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan, di situlah letak kekuatan kita, berarti kuat terhadap dosa yang disebabkan 3 hal; pengaruh dunia,keinginan daging, dan pengaruh iblis setan

Ciri-cirinya: memberi diri dibimbing ke air yang tenang
Artinya: kehidupan muda mudi remaja yang memberi dipimpin/dibimbing oleh Roh Kudus.

Yohanes 7: 37
(7:37) Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
(7:38) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
(7:39) Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang,

Jadi, air yang tenang = air hidup, yaitu Roh-El Kudus
Berarti, kehidupan muda mudi remaja yang dibimbing / dipimpin oleh Roh Kudus, tidak hidup menurut keinginan daging.

3.  a)  Mazmur 23: 3
(23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Suasananya: jiwa disegarkan
Kalau jiwa disegarkan, maka pikiran kita ini lurus, akan tetapi, kalau jiwa tidak segar, cara berfikir kita pun tidak segar dan tidak lurus.

Orang-orang yang di luar sana, yaitu orang gila, adalah contoh jiwa yang tidak segar; stres, depresi, gila = sakit jiwa / jiwa yang tidak segar.
Meski memiliki banyak masalah, jiwa harus tetap segar agar menjadi awet muda, dan dengan jiwa yang segar, maka setiap ide/pendapat/buah pikiran yang kita sampaikan akan dapat diterima oleh orang lain.

Mazmur 19: 8
(19:8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Kalau jiwa kita segar, itu karena Firman Tuhan yang menyegarkan jiwa kita.

Oleh sebab supaya jiwa segar, perhatikanlah Firman Tuhan sehingga kita memiliki hikmat, walaupun kita muda tidak berpengalaman.
Kesimpulan, dengan memperhatikan Firman Tuhan, kehidupan muda mudi remaja akan memiliki jiwa yang segar dan memiliki hikmat dari Tuhan, walaupun kita tak berpengalaman.

b) Mazmur 23: 3
(23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Suasananya: kita berjalan di jalan yang benar.
Setiap kehidupan muda mudi remaja yang berada dalam kandang penggembalaan dan tergembala dengan baik, maka akan selalu berjalan di jalan yang benar, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan = tidak ada penyimpangan-penyimpangan di hadapan Tuhan = semuanya benar.
Dalam ibadah tidak ada penyimpangan, dalam pelayanan tidak ada penyimpangan, dalam mempersembahkan korban pun tidak ada penyimpangan

Kalau jiwa segar dan berjalan di jalan yang benar, itu terjadi jika nama Tuhan, nama Yesus selalu melekat di pikiran kita, bukan nama yang lain / nama-nama hujat.

Kita sudah melihat pribadi Yusuf, pribadi yang masih muda, namun biasa menggembalakan kambing domba, sehingga Yakub sangat mengasihi Yusuf. Oleh sebab itu, biarlah kehidupan muda mudi remaja, tergembala dengan baik, selalu berada dalam kandang penggembalaan, setia dan tekun dalam setiap ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan supaya kehidupan muda mudi remaja mendapatkan kasih dari Tuhan.

Biarlah kita berada dalam kandang penggembalaan / tergembala dengan baik dan setia dalam ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, sekecil apa pun itu, dan itu sudah menjadi suatu kebiasaan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang