KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, June 10, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 10 JUNI 2011


"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Shaloom salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Karena kasih kemurahan Tuhan kita dapat kembali beribadah malam hari ini

Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama, tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Jika Allah membenci Esau, tentu Allah mempunyai alasannya.

Kejadian 25: 29-34
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, adiknya, karena Esau memandang ringan hak kesulungan.
Hak kesulungan sebetulnya dipercayakan kepada Esau tetapi Esau menjual hak kesulungan itu kepada Yakub hanya karena sepiring kacang merah.
Esau menjual hak kesulungan = memandang rendah/ringan hak kesulungan itu.

Keluaran 4: 22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

Setelah Esau menjual hak kesulungannya, di mata Tuhan , Yakub adalah anak sulung .

Hak kesulungan yang Tuhan percayakan adalah ibadah pelayanan.
Kalau Allah mengakui Yakub sebagai anak sulung, itu karena Yakub mau beribadah dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Oleh sebab itu biarlah kita beribadah kepada Tuhan, dan apa pun yang Tuhan percayakan, itu adalah hak kesulungan, bahkan sekecil apa pun yang Tuhan percayakan dalam ibadah pelayanan biarlah kita hargai dengan sungguh-sungguh.

Kalau tidak beribadah kepada Tuhan akan mengalami kematian, seperti kematian anak sulung orang Mesir.

Adalah suatu kerugian yang besar jika kita tidak menghargai ibadah pelayanan, karena ibadah pelayanan menjadikan kita sebagai anak sulung, dan lewat ibadah,  ada tanda darah.
Ibadah itu ada kuasanya, biarlah kita menghargai ibadah dan jangan seperti orang sesat yang tidak mengerti Firman Tuhan, tidak mengerti kuasa Tuhan.
Jangan menganggap rendah hak kesulungan (ibadah), seperti Esau.

Menjual hak kesulungan berarti melepaskan berkat-berkat dari hak kesulungan itu sendiri
Kejadian 27: 27-29
(27:27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
(27:29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Yakub diberkati dengan berkat hak kesulungan.
Ada 10 berkat-berkat dari hak kesulungan:
1.      Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit
2.      Tanah-tanah gemuk di bumi
3.      Gandum berlimpah-limpah
4.      Anggur berlimpah-limpah
5.      Bangsa-bangsa akan takluk
6.      Suku-suku bangsa akan sujud kepadamu
7.      Jadilah tuan atas saudara-saudaramu
8.      Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu
9.      Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia
10.    Siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia

Jika Esau menjual hak kesulungan berarti Esau jauh dari berkat-berkat hak kesulungan

Dari 10 berkat hak kesulungan, ada 2 berkat yang utama:
Kejadian 27: 28, 38-39
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

2 berkat yang utama dari 10 berkat hak kesulungan ialah : embun dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi.

(27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
(27:39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.

Karena 10 berkat itu sudah menjadi bagian dari Yakub, maka 2 berkat yang utama jauh dari Esau, yaitu:
I.      jauh dari tanah-tanah gemuk
II.     jauh dari embun dari langit di atas

Keterangan:
II. Jauh dari embun dari langit di atas

2). 1 Raja-raja 17: 1
(17:1) Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."

Raja Ahab jauh dari embun dari langit di atas, sesuai dengan perkataan Elia.
Kalau raja Ahab jauh dari embun dari langit di atas, tentu ada penyebabnya, tidak mungkin terjadi begitu saja.

1 Raja-raja 16: 30-33
(16:30) Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya.
(16:31) Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.
(16:32) Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria.
(16:33) Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.

Penyebab Ahab, raja Israel, jauh dari embun dari langit di atas adalah karena Ahab melakukan perbuatan jahat di mata Tuhan, bahkan lebih dari raja-raja sebelumnya, yaitu menyembah Baal, berhala dari pada Izebel, kemudian membuat mezbah untuk Baal, lalu Ahab membuat patung Asyera.
Ketiga hal yang diperbuat Ahab, artinya: menyembah berhala sampai menempatkan berhala menjadi kepala, sangatlah berbahaya jika berhala menjadi kepala atas tubuh.
Sebagai contoh; laptop yang dijadikan berhala, laptop mengatur hidupnya.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan.
Dalam penyembahan berhala terdapat roh najis. Selama masih ada kenajisan, tidak ada damai sejahtera.
Biarlah kita melepaskan berhala-berhala yang ada dalam diri kita, supaya tidak jauh dari embun dari langit yang dari atas.
Jika masih ada berhala dalam hidup ini, maka tidak ada embun yang dari langit dari atas, sehingga bumi tidak menghasilkan dan terjadi kekeringan, seperti bangsa Etiopia, beberapa waktu yang lalu mengalami kekeringan, sehingga yang terjadi anak-anak kecil mengalami busung lapar, kakinya kecil, badannya kecil tetapi perutnya buncit, dan kepalanya besar, sehingga tidak sanggup menahan beban di atas, banyak pergumulan yang menjadi beban hidup kalau embun dari langit dari atas tidak turun, maka akan mengalami yang demikian.
Oleh sebab itu, jangan sampai ada berhala-berhala sekecil apa pun, apalagi jika berhala itu menjadi kepala atas tubuh.


3) Yesaya 5: 6d-7
(5:6) Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
(5:7) Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Kebun aggur Tuhan, jauh dari embun dari langit di atas.
Penyebabnya: Tuhan menantikan keadilan, tetapi yang ada adalah kelaliman, Tuhan menantikan kebenaran, tetapi yang ada adalah keonaran.
Kebun anggur adalah Israel, dan Yehuda adalah tanam-tanaman.
Awan-awan = embun

Yesaya 5: 2
(5:2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

Kelaliman dan keonaran adalah buah anggur yang asam
Kalau kehidupan kita menghasilkan buah anggur yang asam berarti yang ada dalam hidup kita hanyalah kelaliman dan keonaran.
Inilah yang membuat Tuhan menahan awan-awan (embun dari langit di atas)
Kalau kita selalu membuat onar dan tidak ada kebenaran, sudah pasti Tuhan menahan embun dari langit di atas, sehingga setiap benih yang ditabur tidak dibasahi oleh embun sehingga benih itu menjadi kering dan tidak menghasilkan buah.
Jangan sampai kita membuat onar karena nila setitik, segala-galanya menjadi rusak.

v  Bandingkan jika embun turun dari langit di atas membasahi bumi
Mazmur 133: 3
(133:3) Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kalau embun turun ke atas gunung Sion, di sananlah Tuhan memerintahkan berkat-berkat kehidupan untuk selama-lamanya, bukan berkat jasmani semata, yaitu:
a.       Bilangan 11: 7-9
(11:7) Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
(11:8) Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
(11:9) Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.

Kalau embun turun di tempat perkemahan, maka turunlah juga manna di situ, inilah berkat yang pertama.
Berarti, bila embun turun dari langit membasahi tanah, maka di situ terjadi kebenaran dari Allah.
Embun -> urapan Roh Kudus
Kalau ada urapan Roh Kudus, kebenaran Allah dinyatakan.
Oleh sebab itu, bila setiap kali kita mengikuti ibadah, biarlah ibadah itu dipersiapkan dari jauh-jauh hari agar ada urapan dan kebenaran Allah dinyatakan sehingga menjadi darah daging di tubuh kita ini, jangan masa bodoh.
Jangan sampai kita tidak mau tahu dengan ibadah.
Jika Firman Tuhan tersingkap rahasianya, maka segala sesuatu yang terselubung akan tersingkap.
Biarkanlah embun itu turun membasahi seluruh bumi, agar kebenaran Allah memerdekakan dari perhambaan dosa.
Karena kita butuh Tuhan untuk mengerjakan kehidupan kita, untuk menggendong kita sampai masa tua rambut putih, kita butuh uluran tangan Tuhan dalam setiap ibadah, biarlah kita bergumul untuk ibadah supaya ada embun turun dari langit di atas, jangan mengeraskan hati dan menempatkan berhala menjadi kepala.

Roma 10: 16-17
(10:16) Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
(10:17) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Nabi besar pun masih ragu, jikalau tidak ada urapan Roh Kudus, siapa yang mau percaya, siapa yang bisa diyakinkan.
Kepercayaan kepada Tuhan timbul dari mendengar, yaitu mendengar Firman yang diurapi, itulah embun yang turun dari langit di atas.
Dengan Firman Kristus/Firman yang diurapi, dapat menyakinkan, tidak ada keragu-raguan sehingga kebenaran Allah nyata dalam hidup ini oleh karena urapan Roh Kudus, itulah embun yang turun dari langit di atas.

Ciri-ciri kebenaran Allah:
Bilangan 11: 8
(11:8) Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
Cirinya: membuat manna menjadi roti bundar
Artinya: hidup di dalam kebenaran disertai dengan kasih yang tidak ada habis-habisnya.

b.   Hakim-hakim 6: 36-40
(6:36) Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: "Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu,
(6:37) maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan."
(6:38) Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
(6:39) Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun."
(6:40) Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.

Kalau ada embun yang turun dari langit dari atas, itu adalah tanda bahwa Tuhan menyelamatkan kita, dengan kata lain, kalau ada urapan Roh Kudus, itu tandanya Tuhan menyelamatkan kita sampai pada keselamatan yang kekal, Yerusalem yang baru.
Kalau dalam ibadah pelayanan ada hadirat/urapan Tuhan, itu ada tanda keselamatan, tetapi jika ibadah itu kering kering dan kering, maka tidak ada tanda keselamatan.
Gideon diyakinkan oleh Tuhan dengan tanda yang Dia terima sebanyak 2 kali, di mana yang pertama, embun turun di atas guntingan bulu domba, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, yang kedua, embun turun di atas seluruh tanah yang kering hanyalah guntingan bulu itu.
Biarlah Roh Kudus senantiasa mengurapi kehidupan kita, di mana pun kita berada, terlebih dalam ibadah pelayanan ada urapan Roh Kudus senantiasa yang meyakinkan kita untuk menerima keselamatan.

Roma 8: 13-15
(8:13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Kalau hidup menurut daging, tidak ada keselamatan, sebab daging itu mati, roh lah yang memberi hidup.
Kalau kehidupan kita hidup di dalam urapan Roh Kudus, ada keselamatan sampai Yerusalem yang baru, seperti Gideon dan bangsa Israel memperoleh keselamatan yang dari Tuhan.
Jika embun turun, sanggup menyelamatkan kehidupan kita ini, ibadah pelayanan hidup, suasana dalam nikah rumah tangga hidup karena Roh Kudus.



TUHAN YESUS MEMBERKATI