KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, June 28, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 28 juni 2011


YA ABBA, YA BAPA (seri 10)

Shaloom..!
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Oleh karena kasih Nya yang besar kita dapat kembali beribadah pada malam hari ini

Roma 8: 14-15
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Oleh Roh itu kita dapat berseru, “Ya Abba, Ya Bapa”.
“Ya Abba, Ya Bapa” adalah seruan dari anak-anak Tuhan kepada Allah sebagai Bapa yang baik.
Abba artinya: Bapa yang baik, yang memelihara anak-anak Nya.
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik , Dialah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.

Ada seruan dari orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya
Wahyu 7: 9-10
(7:9) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
(7:10) Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

Orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya ini berseru "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!". Itulah yang mereka serukan, yaitu keselamatan.
Kalau berseru keselamatan bagi Allah, ini menunjukkan bahwa orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, yaitu dari 4 penjuru bumi, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, adalah orang-orang yang diselamatkan.
Biarlah di hari-hari terakhir ini kita dapat berseru kepada Tuhan/menyerukan nama Tuhan, sebab tidak ada keselamatan di luar Allah kita, Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 7: 11-12
(7:11) Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
(7:12) sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Oleh karena seruan dari orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, membuat para malaikat, 24 tua-tua, dan keempat makhluk turut memuji Tuhan, menyembah tersungkur di hadapan takhta Allah, takhta Anak Domba.
Biarlah kitapun menjadi salah satu dari orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, yang berseru kepada Allah, bukan kepada yang lain, merendahkan diri di hadapan Allah yang hidup, sehingga orang lainpun dapat turut menyembah Allah.

Ciri-ciri orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya:
Wahyu 7: 9
(7:9) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Ciri mereka adalah memakai pakaian putih

Wahyu 19: 8
(19:8) Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Pakaian putih adalah perbuatan-perbuatan benar dari orang-orang kudus
Inilah ciri mereka, yaitu orang kudus yang perbuatannya benar.

Wahyu 19: 9
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Pakaian putih juga disebut pakaian pesta.
Sebab, mereka yang masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, adalah mereka yang mengenakan pakaian pesta, itulah pakaian putih = pakaian yang baru.

Contoh kehidupan orang benar:
Kejadian 6: 9-12
(6:9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
(6:10) Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
(6:11) Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
(6:12) Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Contohnya adalah pribadi Nuh, yang hidupnya tidak terdapat cacat cela di hadapan Allah, di zamannya, bagaimana dengan kita zaman sekarang? dimana kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi dan alkitab menuliskan bahwa di akhir zaman sama seperti zaman Nuh sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawiknkan sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera (Matius 24: 37-38).

Kalau Nuh hidup benar, itu karena Nuh selalu bergaul dengan Allah.

Kejadian 7: 1
(7:1) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.

Pada zaman itu, di mata Tuhan hanya Nuh lah yang hidupnya paling benar, sehingga istri, 3 anak, dan 3 menantu pun hidup benar. Oleh karena Nuh dan keluarganya hidup benar, sehingga mereka terlepas dari air bah.
Biarlah kehidupan kita pun benar di mata Tuhan, sehingga keluarga, teman, sahabat kita pun bisa menjadi benar, dan kita pun bisa terlepas dari kesukaran yang besar yang akan terjadi, seperti Nuh.

Proses untuk memperoleh pakaian putih
Wahyu 7: 13-14
(7:13) Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
(7:14) Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Untuk memperoleh pakaian putih, mencucinya dalam darah Anak Domba, sehingga tampak putih di hadapan takhta Allah dan takhta Anak Domba.
Ada 3 proses supaya pakaian putih terwujud:
1.      Roma 8: 35
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
(8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

Proses yang pertama adalah saat kita tinggal/berada di dalam kasih Allah atau tidak terpisah dengan kasih Allah
Praktek tinggal di dalam kasih/tidak terpisah dengan kasih Allah, ada 7:
-          Penindasan
-          Kesesakan
-         

Kalau 7 hal ini menjadi praktek dalam hidup kita = berada dalam bahaya maut sepanjang hari dalam ibadah pelayanan = menjadi domba sembelihan
 
Penganiayaan
-          Kelaparan
-          Ketelanjangan
-          Bahaya
-          Pedang
Janganlah heran kalau dalam ibadah pelayanan kita tertindas, karena itu merupakan proses pencucian.
Kalau sudah tersembelih, pasti ada darah yang tercurah/mengalir, dan saat itulah berlangsung proses pencucian, yaitu pakaian yang kotor dicuci sehingga menjadi pakaian yang putih bersih.

2.      Yesaya 53: 7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Proses kedua adalah saat mulut tidak terbuka/kelu, artinya: daging tidak lagi bersuara = tidak hidup menurut keinginan-keinginan daging itu sendiri.

Prakteknya:
Ø  Anak Domba ditindas/dianiaya dan dibawa kepada pembantaian, dan induk domba digunting bulunya, tetapi mulutnya tetaplah kelu.
Bila mulut kita tertutup/daging tidak lagi bersuara, saat itulah terjadi proses pencucian pakaian, sebab pada saat itulah darah mengalir/tercurah.
Domba berbeda dengan kambing. Kalau domba, tetap berada dalam kawanannya, tidak berpencar, dan tidak bersuara ketika disembelih.

3.      Mazmur 51: 19
(51:19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Proses yang ketiga adalah saat jiwa kita hancur kemudian hati patah dan remuk
Saat itulah terjadi penyembelihan darah mengalir = pakaian sudah dicuci sampai bersih

Darah Anak Domba yang tersembelih menghapus dosa-dosa kehidupan kita dengan 3 proses yang di atas.
Biarlah kehidupan kita senantiasa berseru kepada Tuhan, dan janganlah berulang-ulang mengaku kesalahan/kelemahan yang sama walaupun Allah adalah Allah yang setia dan adil.

Wahyu 7: 14
(7:14) Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Orang yang berpakaian putih adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan.
Sebab itu janganlah kita merasa aman, berada di zona kenyamanan/mengeraskan hati, tetapi biarlah kita seperti domba sembelihan walaupun tertindas, namun sedang mencuci pakaian sampai putih, sehingga kita keluar dari kesusahan dan memakai pakaian putih di hadapan Allah. Kalau tidak keluar dari zona kenyamanan, maka suatu saat nanti tidak akan keluar dari kesusahan dan tidak akan memakai pakaian putih.

Wahyu 7: 15
(7:15) Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Dengan kasih karunia, mereka berdiri di hadapan takhta Allah, takhta Anak Domba.
Jika kita dipercaya dalam pelayanan yang luar biasa siang dan malam, maka Tuhan akan membentangkan kemah Nya , sehingga ada perlindungan/pemeliharaan/pembelaan dari Tuhan = ada masa depan.
Biarlah kita senantiasa berseru “ya Abba, ya Bapa”, sehingga tidak hidup dalam penyembahan berhala dalam bentuk apa pun. Biarlah nama Tuhan dipermuliakan di bumi seperti di sorga.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI.