KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, November 14, 2017

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 NOVEMBER 2017


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 NOVEMBER 2017

STUDY YUSUF.
(Seri 123)

Subtema: BINTANG-BINTANG DAN PENGAWAS-PENGAWAS DARI TUHAN.

Shalom...
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Pemuda Remaja dari Study Yusuf dalam kitab Kejadian 41.

Kejadian 41: 28-30
(41:28) Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
(41:29) Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.
(41:30) Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.

Yusuf memberitahukan arti mimpi Firaun.
Dua kali Firaun bermimpi.
-      Mimpi yang pertama; dia melihat 7 lembu gemuk muncul dari sungai Nil, kemudian 7 ekor lembu yang kurus, lalu 7 ekor lembu yang kurus itu memakan 7 ekor lembu yang gemuk.
-      Kemudian mimpi yang kedua; dalam mimpi itu timbul dari satu tangkai 7 bulir gandum yang berisi dan bernas, tampak juga 7 bulir yang kering, kurus (tidak bernas). 7 bulir yang kurus ini memakan 7 bulir gandum yang berisi.

Adapun arti mimpi itu adalah:
7 lembu yang gemuk dan 7 bulir yang berisi, artinya 7 tahun kelimpahan akan terjadi di seluruh tanah Mesir.
Saat ini (di hari-hari ini), Tuhan sedang melimpahkan pembukaan rahasia firman kepada kita semua, dan di tahun-tahun kelimpahan ini kita harus memungutnya dengan sungguh-sungguh, tidak boleh diabaikan begitu saja oleh karena kekerasan hati.
Kemudian arti yang kedua, 7 lembu yang kurus dan 7 bulir yang tidak berisi itu berbicara tentang 7 tahun kelaparan akan terjadi di negeri Mesir, maka akan dilupakan 7 tahun kelimpahan di tanah Mesir karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri itu, berarti kelaparan itu sangat dahsyat sekali, sesudah itu tidak terlihat bekas-bekas kelimpahan di negeri Mesir sebab sangat hebat kelaparan itu.

Saudaraku, sampai dua kali mimpi itu diulangi, maka Allah telah menetapkannya dan tidak akan menunda-nundanya.

Kejadian 41: 33-34
(41:33) Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
(41:34) Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir.

Setelah Yusuf memberitahukan arti mimpi Firaun yang kedua, maka selanjutnya Yusuf memberi dua usul atau dua saran kepada Firaun.
Yang pertama: “Mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana.”
Yang kedua: “Menempatkan penilik-penilik atas negeri Mesir dalam ketujuh tahun kelimpahan itu.”

Kita akan melihat dan memperhatikan kedua saran Yusuf kepada Firaun.
Keterangan: MENCARI SEORANG YANG BERAKAL BUDI DAN BIJAKSANA.
Daniel 12: 3
(12:3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Orang-orang bijaksana seperti bintang-bintang di langit menuntun banyak orang kepada kebenaran.

Matius 2: 1-2
(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
(2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Di sini kita melihat bintang Timur menuntun orang-orang Majus sampai ke Yerusalem, tujuannya: untuk menyembah Raja orang Yahudi yang telah dilahirkan itu

Matius 2: 9-11
(2:9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
(2:10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
(2:11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Bintang Timur menuntun orang-orang Majus hingga tiba di tempat di mana Yesus dilahirkan. Selanjutnya, mereka sujud menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur.

Sekarang kita akan melihat tiga hal yang mereka persembahkan, antara lain:
Yang Pertama: Emas -> kemurnian dan kebenaran.
1 Korintus 5: 7-8
(5:7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Kemurnian dan kebenaran itu sumbernya dari salib Kristus, sebab Anak Domba Paskah telah disembelih, yaitu Kristus.
Jadi pendeknya, sumber kemurnian dan kebenaran adalah salib Kristus.

Dulu, hidup kita ini tidak murni karena ada ragi keburukan, ada ragi kejahatan di dalam hidup tetapi oleh karena Anak Domba Paskah telah disembelih sehingga kita hidup di dalam kemurnian dan kebenaran.

Sekarang kita akan melihat tiga hal yang mereka persembahkan, antara lain:
Yang Kedua: Kemenyan -> doa penyembahan.
Wahyu 8: 3-4
(8:3) Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
(8:4) Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

Asap dupa kemenyan itulah doa penyembahan dari orang-orang kudus.
Di sini kita melihat, kepadanya diberikan banyak kemenyan selanjutnya dipersembahkan bersama-sama dengan orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
Diberikan banyak kemenyan berarti menghasilkan doa penyembahan yang besar.
Kalau tidak hidup dalam doa penyembahan yang besar kita tidak mungkin mampu mengalahkan Setan, tidak mungkin mengalahkan binatang, dan patungnya dan bilangan namanya (666), tidak mungkin mampu mengalahkan Babel besar (pelacur besar), tidak mungkin mampu mengalahkan dunia dengan arusnya dengan pengaruhnya yang begitu besar sekali, itulah kerajaan dan kemegahan dunia.
Yesus hidup di dalam doa penyembahan besar, Dia telah mengalahkan tiga ujian; batu menjadi roti, kemudian kedudukan yang tinggi, dan Dia tetap hidup dalam penyembahan yang besar.
Daud juga hidup dalam doa penyembahan yang besar dalam Mazmur 141: 2, di situ terlihat dengan jelas, bahwa Daud hidup dalam doa penyembahan yang besar sehingga Daud dapat mengalahkan beruang dan singa.

Sekarang kita akan melihat tiga hal yang mereka persembahkan, antara lain:
Yang Ketiga: Mur -> urapan Roh El-Kudus.
Kehidupan yang diurapi Roh Kudus memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, berarti senantiasa berada di dalam kegiatan-kegiatan Roh.

Tiga perkara ini kita bandingkan dalam Wahyu 11.
Wahyu 11: 1
(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Ada 3 hal yang diukur sesuai dengan perintah Allah yaitu: (1) Bait Suci Allah, (2) mezbah, (3) mereka yang beribadah di dalamnya.

-      Tentang: Bait Suci Allah.
Dalam pelajaran Tabernakel -> Ruangan Suci, yang seluruhnya telah dilapisi dengan emas.
Emas -> kemurnian dan kebenaran. Baik tiga alat yang ada di dalamnya; pelita emas sendiri berasal dari satu talenta emas lalu dibentuk menjadi kaki dian dengan tujuh pelita di atasnya, sedangkan meja roti terbuat dari kayu penaga namun telah dilapisi dengan emas, mezbah dupa juga terbuat dari kayu penaga namun telah dilapisi dengan emas sedangkan cawan sebagai pedupaan yang di atas mezbah itu terbuat dari emas. Jadi, seluruhnya mulai dari tiang pintu kemah sampai tiang pintu tirai, seluruhnya telah disalut dengan emas.
Jadi kemurnian dan kebenaran tadi itulah keberadaan dari Bait Suci Allah.
Berarti kalau tidak hidup dalam kemurnian dan kebenaran, dia bukan Bait Suci Allah. Kalau masih ada ragi keburukan dan kejahatan, dia bukan Bait Suci Allah.
-      Tentang: Mezbah -> Doa Penyembahan = asap dupa kemenyan.
-      Tentang: Beribadah di dalamnya, berarti; berada di dalam kegiatan Roh.
Siapa mereka yang berada dalam kegiatan Roh? Mereka adalah orang yang hidup di dalam Roh, memberi diri dipimpin Roh Kudus.

Jadi;
-      Emas menunjuk pada kemurnian dan kebenaran, kaitannya dengan: Bait Suci Allah.
-      Kemenyan, menunjuk pada doa penyembahan, kaitannya dengan; mezbah.
-      Minyak mur menunjuk pada urapan Roh Kudus, kaitannya dengan; mereka yang beribadah di dalamnya (kegiatan Roh).

Inilah nanti yang akan diukur oleh Allah (oleh dua saksi Allah) dengan menggunakan tongkat pengukur. Sedangkan Bait Suci di sebelah luar tidak diukur, sebab ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.

Tadi Yusuf memberi usul supaya mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana. Pekerjaan orang bijaksana: menuntun banyak orang kepada kebenaran sampai akhirnya masuk dalam ukuran Tuhan.
Kiranya usul yang baik ini diperhatikan dengan baik, supaya kita juga termasuk pribadi yang juga turut diukur tidak diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, antikris.

Wahyu 1: 16, 20
(1:16) Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
(1:20) Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
Ketujuh bintang di tangan kanan-Nya itulah malaikat ketujuh sidang jemaat, itulah gembala-gembala sidang atau pemimpin-pemimpin atau guru-guru bagi sidang jemaat di dalam rumah Tuhan.

Saudaraku di ayat 16, tujuh bintang itu dikaitkan dengan sebilah pedang tajam bermata dua.
Jadi, gembala sidang bagaikan pedang tajam bermata dua untuk menuntun sidang jemaat kepada kebenaran.
Itu sebabnya kalau kita perhatikan, tujuh bintang itu ada di tangan kanan-Nya.
Jadi, gembala sidang, pemimpin-pemimpin atau guru-guru di dalam rumah Tuhan itu adalah tangan kanan Tuhan untuk menuntun sidang jemaat kepada kebenaran.
Ketujuh malaikat sidang jemaat di Asia kecil menuntun tujuh sidang jemaat yang ada di Asia kecil.

Lihat, setelah 7 sidang jemaat di Asia kecil dituntun, kita akan melihat keberadaannya ...
Wahyu 1: 11-12
(1:11) katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
 (1:12) Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Tujuh sidang jemaat yang di Asia kecil menjadi tujuh kaki dian dari emas, menjadi pelita emas, menjadi terang, menjadi contoh teladan (terang dunia) baik dalam perkataan dan perbuatan, bahkan dalam segala sesuatu.

Saya kira, kita harus memperhatikan usul yang baik ini demi kemajuan rohani kita masing-masing sebab kita rindu untuk dipakai oleh Tuhan.
Kalau kita hanya sebatas mengerti pembukaan rahasia firman tetapi tidak mau menyerah atas usul yang baik dan mulia ini, itu hanya sebatas pengetahuan tetapi pemakaian Tuhan tidak terlihat dalam diri seseorang.
Oleh sebab itu, saya juga mau segera menyerah terhadap usul yang baik dan mulia ini, dan itu bisa saudara rasakan betapa kita dapat menikmati pembukaan rahasia firman.

Wahyu 1: 4
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

Pernyataan Rasul Yohanes kepada 7 sidang jemaat di Asia kecil: “Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu” (tujuh sidang jemaat di Asia Kecil).

Kita kembali memperhatikan usul pertama dalam Kejadian 41.
Kejadian 41: 33
(41:33) Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.

Jadi, mencari orang yang berakal budi dan bijaksana, tujuannya: mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
Tuhan telah mengangkat seorang yang berakal budi dan bijaksana untuk kita semua. Yesus Kristus Dialah bintang Timur yang terbit bersinar dalam hati kita semua, berarti Dia berkuasa atas seluruh hati kita, atas segenap hidup kita.
Biarlah Dia berkuasa, berdaulat atas segenap hati, atas segenap hidup kita semua. Jangan sampai seperti Kain; dia hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Tuhan sehingga Tuhan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya…Kejadian 4.

Lewat ibadah yang Tuhan percayakan ini kita membawa korban dan persembahan kepada Tuhan itulah pelayanan kita, puji-pujian, doa-doa kita telah kita persembahkan kepada Tuhan, kiranya itu semua kita persembahkan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi kita, menandakan bahwa bintang timur terbit bersinar di dalam hati kita.
Biarlah Dia berkuasa sepenuhnya atas hati kita semua. Haleluyah...

Kita akan melihat dan memperhatikan kedua saran Yusuf kepada Firaun.
Keterangan: MENEMPATKAN PENILIK-PENILIK ATAS NEGERI INI DALAM KETUJUH TAHUN KELIMPAHAN.
Penilik-penilik berarti pengawas-pengawas.
Sejauh ini kita telah diawasi oleh Tuhan. Oleh karena pengawasan Tuhan, kita tertolong. Kalau tidak ada pengawasan, kita tidak tertolong, sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik.
Dan sampai malam ini, Tuhan mengawasi kita semua. Dia tidak tertidur, Dia tidak terlelap. Dia mengamat-amati kehidupan kita sidang jemaat (kaum muda remaja), juga mengamat-amati ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan.

Wahyu 5: 6
(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Anak Domba yang telah disembelih selain bertanduk tujuh, juga bermata tujuh, itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Kehidupan yang diurapi menjadi kesaksian, menjadi terang.
Berarti, betul-betul Tuhan sedang mengawasi kehidupan kita semua, juga mengawasi ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan, semuanya jelas di pemandangan Tuhan.

Zakharia 3: 7-9
(3:7) "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.
(3:8) Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
(3:9) Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua -- satu permata yang bermata tujuh -- sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

“Satu permata yang bermata tujuh” itulah pribadi Tuhan Yesus Kristus, Imam Besar Agung.
Berarti sangat jelas sekali bahwa Tuhan sedang mengamat-amati, sedang mengawasi tingkah laku, sedang mengawasi ibadah dan pelayanan yang kita kerjakan sampai malam ini.
Kalau Tuhan mengawasi tingkah laku kita, mengawasi ibadah dan pelayanan kita, maka kita harus lebih hati-hati lagi dalam segala tindak tanduk kita, sebab tidak ada yang tertutupi di pemandangan Tuhan, semuanya jelas terlihat dan segala sesuatu yang kita kerjakan, kita pertanggungjawabkan kepada Dia, bukan kepada manusia.
Kalau kita pertanggungjawabkan hanya kepada manusia bisa saja saat kita mengerjakan pekerjaan ini sepertinya baik dan manis tetapi di belakang tidak.

Yesus, Dia Imam Besar, mengenakan jubah yang maha indah yang terdiri dari tiga bagian.
-      Bagian pertama: Baju efod -> kematian Yesus Kristus.
-      Bagian kedua: Gamis baju efod berwarna biru -> kebangkitan Yesus Kristus.
-      Bagian ketiga: Lenan halus, pakaian putih, pakaian dalam berjala-jala berbentuk mata -> kemuliaan (Yesus naik).

Dia sekarang berada di dalam kemuliaan, sama seperti imam besar Harun, ketika dia memperdamaikan dosanya dan umatnya, dia harus masuk dalam Ruangan Maha Suci satu tahun sekali dengan membawa darah lembu jantan muda dan membawa darah domba jantan muda, lalu mengadakan tujuh kali percikan di depan tabut perjanjian, dan 7 kali di atas tutup pendamaian, namun syarat untuk masuk Ruangan Maha Suci harus menanggalkan baju efod dan menanggalkan gamis baju efod. Dia sekarang telah naik dan dipermuliakan, Dia sedang mengamat-amati dengan mengenakan lenan halus, pakaian dalam berjala-jala berbentuk mata, berarti di dalam kemuliaan-Nya sedang mengawasi mengamat-amati ibadah dan pelayanan kita, Dia tidak tertidur, Dia tidak terlelap.

Kalau ada pengawasan Tuhan, tentu kita akan takut berbuat salah. Kalau tidak ada pengawasan, kita tidak takut berbuat salah. Kalau kita merasa bahwa Yesus sebagai imam besar sedang mengawasi kita tentu kita akan takut berbuat salah teramat lebih dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan.

Namun sekarang kita lihat keadaan dari imam besar Yosua.
Zakharia 3: 1
(3:1) Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

Setahu saya, Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, berarti Dia tampil sebagai Pembela bagi kita.
Tetapi di sini kita lihat imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

Pertanyaannya: mengapa kejadian ini terjadi menimpa imam besar Yosua?
Zakharia 3: 2-3
(3:2) Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
(3:3) Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,

Imam besar Yosua mengenakan pakaian yang kotor ketika dia berdiri di hadapan takhta kasih karunia melayani tuhan.
Tuhan melihat dengan jelas kondisi rohani Yosua sebagai imam besar, kondisi pelayanan Yosua sebagai imam besar.

Yosua mengenakan pakaian yang kotor waktu dia berdiri di hadapan malaikat itu, itu sebabnya Iblis berdiri di sebelah kanan imam besar Yosua untuk mendakwa dia.
Kalau kita senantiasa mengarahkan pandangan kita kepada salib Kristus, kita kuat, tidak jatuh ke dalam pencobaan.
Namun di sini kita melihat imam besar Yosua melayani dengan mengenakan pakaian kotor, sehingga Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia, untuk mencobai dia.

Kesimpulannya, pencobaan-pencobaan yang terjadi, itu karena pakaian kotor.
Andai saja imam besar Yosua senantiasa mengarahkan pandangannya kepada korban Kristus, dia tidak akan jatuh ke dalam pencobaan.
Karena memang Iblis/Setan disebut juga si pendakwa dalam Wahyu 12: 11. Pekerjaannya mendakwa anak-anak Tuhan siang dan malam, tidak berhenti. Ini yang harus diwaspadai.
Hati-hati ketika kita menjalankan ibadah, ketika menjalankan hidup ini, hati-hati.
Kalau kita mengenakan pakaian bersih, cobaan ada di depan, tetapi cobaan dan rintangan bisa kita lewati.

Tetapi di sini ada pernyataan yang menghibur kita juga imam besar Yosua. Kalimat sebagai penghiburan dalam...
Zakharia 3: 2
(3:2) Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"

Yang menjadi penghiburan bagi kita adalah Tuhan yang memilih Yerusalem.

Mari kita lihat pilihan ini terjadi ...
1 Petrus 2: 9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Menjadi bangsa yang terpilih karena darah Yesus membawa kita keluar dari kegelapan dosa.
Bangsa yang terpilih disebut imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Pekerjaan mereka: untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia, untuk melayani Tuhan.
Siapakah mereka ini, siapakah orang-orang yang melayani Tuhan? Mereka adalah orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan kemudian dihantar kepada terang.

Lebih jelas, cara Tuhan melepaskan dari kegelapan ...
Wahyu 5: 8-10
(5:8) Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Mereka yang berada dalam kegelapan dosa, ditebus oleh darah Anak Domba Allah yang tersembelih selanjutnya menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.
Jadi, yang menjadi penghiburan bagi kita adalah darah Yesus Kristus.
Kita dipilih, kita dipercaya menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah karena darah Yesus Kristus, bukan karena siapa-siapa.

Sehingga ...
Zakharia 3: 2
(3:2) Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"

Keadaan dari imam besar Yosua persis seperti puntung yang telah ditarik dari api.
Upah dosa adalah maut, maka karena pakaian kotor, seharusnya  imam besar Yosua binasa, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, ia lepas dari maut, bagaikan puntung yang telah ditarik dari api.
Puntung berarti tinggal sedikit lagi, tinggal selangkah lagi maka imam besar Yosua binasa. Tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, imam besar Yosua tertolong, seperti puntung yang telah ditarik dari api.
Kita tentu bersyukur atas kemurahan-kemurahan Tuhan.

1 Petrus 1: 18-20
(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
(1:19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
(1:20) Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Di akhir zaman ini kita dipilih menjadi imamat rajani, oleh karena darah Anak Domba.
Pada mil-mil terakhir perjalanan rohani kita, dan pada detik-detik terakhir kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat, di situ Tuhan memilih kita menjadi pelayan-pelayan Tuhan. Itulah gambaran dari puntung yang ditarik dari api.
Kita bersyukur, besar rahmat Tuhan atas kita. Karena seharusnya kita binasa.

Dunia sudah tidak menentu, tanda-tanda zaman sudah terlihat. Kalau kita masih diberi kesempatan untuk berdiri di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, biarlah kita mengenakan pakaian pesta, bukan lagi pakaian kotor.

Kita kembali memperhatikan ...
Zakharia 3: 4-5
(3:4) yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."
(3:5) Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.

Supaya kita layak untuk melayani Tuhan, maka seorang imam, seorang pelayan Tuhan harus mengenakan pakaian pesta, berarti pakaian kotor tadi telah ditanggalkan.
Berarti, seorang imam; satu di dalam tanda pengalaman kematian dan satu dalam tanda pengalaman kebangkitan Yesus Kristus.
Mengenakan pakaian pesta = hidup baru oleh karena kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Kalau tetap mengenakan pakaian kotor, tidak menanggalkan pakaian kotor, persis seperti dalam Injil Matius 22.
Matius 22: 11-13
(22:11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
(22:12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
(22:13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Kalau seorang pelayan Tuhan masih mengenakan pakaian kotor, itu sama seperti kaki dan tangan yang terikat, ia tidak bisa melayani Tuhan.
Sementara kita beribadah melayani Tuhan sama seperti berada dalam perjamuan, berada di dalam pesta untuk menikmati hidangan. Kita boleh duduk makan sehidangan dengan Allah.
Tidak mungkin kita berada di dalam suatu perjamuan, berada dalam suatu pesta dengan mengenakan pakaian kotor. Kita duduk makan sehidangan dengan Allah dengan pakaian kotor, nanti orang lain terganggu.
Kalau saya melayani dalam keadaan yang tidak beres, maka sidang jemaat terganggu, maka menjadi sandungan.
Jadi, memang harus mengenakan pakaian pesta, pakaian baru, yang lama berlalu; satu dalam tanda pengalaman kematian dan satu dalam tanda kebangkitan Yesus Kristus.

Mari kita melayani dengan mengenakan pakaian pesta ...
Zakharia 3: 5
(3:5) Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.

Imam besar Yosua telah mengenakan pakaian baru, pakaian pesta.
Tandanya: pada kepalanya ditaruh serban tahir.

Mari kita lihat SERBAN TAHIR.
Wahyu 7: 3
(7:3) katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Di dahi mereka (hamba-hamba Allah) ada meterai Allah, itu menunjuk pada, serban tahir.

Wahyu 14: 1
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Lebih rinci lagi, di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Wahyu 22: 3-4
(22:3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
(22:4) dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Wahyu 3: 12
(3:12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Jadi, di dalam hati dan pikiran itu tidak terpisah nama-Nya dan nama Bapa-Nya, tidak terpisah dari Yerusalem yang baru, kota raja besar, itu saja yang tertulis di dahi mereka, tidak ada yang lain lagi.
Itulah serban tahir, ditaruh di kepala.
Tidak mungkin orang yang melayani Tuhan kemudian di dalam pikirannya tersirat hal-hal yang lain, yang jahat dan yang najis.
Jadi, di dalam hati dan pikiran itu tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya, tertulis kota Yerusalem yang baru.
Itu saja yang ada di dalam pemikiran, tidak lebih, tidak kurang. Roh Kudus yang menjadi meterai (menuliskan) semua itu pada dahi dan pikiran kita.

Jadi orang yang melayani Tuhan, hamba-hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan tidak jauh dari nama-Nya dan nama Bapa-Nya, tidak jauh dari Yerusalem yang baru.
Itulah tandanya seseorang melayani Tuhan dengan mengenakan pakaian pesta, serban tahir ditaruh di kepala.

Zakharia 3: 6-7
(3:6) Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
(3:7) "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

Perkara pertama, tadi menanggalkan pakaian kotor, supaya mengenakan pakaian pesta, tandanya; menaruh serban tahir di kepala.
Perkara kedua, yang harus kita perhatikan di sini adalah: “Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.
Jadi, syarat yang kedua adalah:
a.    Hidup menurut jalan yang ditunjukkan .
b.    Melakukan tugas yang dipercayakan.

Saudaraku, kedua hal ini ada kaitannya dengan 10 hukum yang tertulis dalam Perjanjian Lama dan 10 hukum yang tertulis dalam Perjanjian Baru.

Tentang: Hidup menurut jalan yang ditunjukkan.
10 hukum yang tertulis dalam Perjanjian Lama itulah 10 hukum Taurat.
10 hukum Taurat ditulis pada dua loh batu. Hukum 1-4 ditulis pada loh batu yang pertama. Hukum 5-10 ditulis pada loh batu yang kedua. Inti dari 10 hukum Allah yang tertulis pada 2 loh batu hanya satu, itulah kasih.
Berarti loh batu pertama = kasih kepada Tuhan. Loh batu kedua = kasih kepada sesama.

Markus 12: 30-31
(12:30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
(12:31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan, itu yang mewakili loh batu pertama. Kemudian, mengasihi sesam seperti diri sendiri, mewakili hukum yang tertulis pada loh batu yang kedua.
Itulah yang lebih utama dari kedua hukum tersebut. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum tersebut.

Markus 12: 32-33
(12:32) Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
(12:33) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, kemudian mengasihi sesama seperti diri sendiri, lebih utama, lebih berharga dari korban bakaran dan korban sembelihan.
-      Korban bakaran berarti mempersembahkan daging di atas api sampai hangus.
-      Korban sembelihan berarti jiwa yang hancur hati yang patah dan remuk.
Itu semua tidak ada artinya kalau tidak memiliki kasih.

Itulah jalan yang Tuhan tunjukkan kepada imam besar Yosua.

Sepuluh hukum yang tertulis pada perjanjian lama, kalau dikaitkan pada tubuh manusia (Tabernakel rohani), itu terkena pada 10 jari yang ada pada kedua kaki.
Itulah jalan yang Tuhan tunjukkan kepada kita semua.

Kita lihat jalan itu dalam ...
1 Petrus 2: 19-21
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan itulah jalan salib. Tapak demi tapak yang telah ditinggalkan oleh Tuhan harus diikuti tidak boleh menyimpang ke kiri dan ke kanan. Itulah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan.
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, kemudian mengasihi sesama seperti diri sendiri, itulah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan, itulah jalan salib.

Banyak kali orang-orang kristen bahkan pelayan-pelayan Tuhan melayani tetapi tidak sesuai dengan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan. Saya sendiri mengaku masih jauh dari sempurna.
Saya tandaskan kembali, 10 jari ada pada dua kaki, itulah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan, tapak demi tapak harus kita ikuti, jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan.

Tentang: Melakukan tugas yang Tuhan berikan”, = melayani Tuhan.
Kalau melayani Tuhan, berarti harus menggunakan dua tangan. Kalau dikaitkan dengan 10 hukum, maka terkena kepada 10 hukum yang tertulis dalam Perjanjian Baru.

Mari kita lihat 10 hukum yang tertulis dalam Perjanjian Baru.
Matius 5: 2-11
(5:2) Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
(5:3) "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
(5:4) Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
(5:5) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
(5:6) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
(5:7) Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
(5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
(5:9) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
(5:10) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
(5:11) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Inilah 10 hukum dalam Perjanjian Baru:
1.    Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
2.    Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
3.    Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
4.    Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5.    Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
6.    Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
7.    Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
8.    Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
9.    Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
10.  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Itulah 10 hukum yang tertulis pada Perjanjian Baru.
Kalau dikaitkan dengan Tabernakel rohani, tubuh kita (raga), maka terkena pada 10 jari yang ada pada dua tangan.
Kesimpulannya kalau kita melayani Tuhan dengan menggunakan dua tangan, kebahagiaan sorgawi menjadi bagian kita pribadi lepas pribadi.

Matius 5: 12
(5:12) Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.
Orang yang bekerja, dia patut mendapat upah. Orang yang melayani Tuhan patut mendapat upah.
Upah kita besar di sorga, sekalipun banyak penderitaan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan.

Mazmur 78: 68-72
(78:68) tetapi Ia memilih suku Yehuda, gunung Sion yang dikasihi-Nya;
(78:69) Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya;
(78:70) dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;
(78:71) dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.
(78:72) Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Orang yang melayani Tuhan, melayani dengan ketulusan hati, juga mengerjakan tugas yang Tuhan percayakan dengan kecakapan tangannya.
Inilah 10 hukum yang tertulis pada Perjanjian Baru, dikaitkan dengan Tabernakel rohani, raga manusia terkena pada 10 jari pada dua tangan manusia.

Biarlah ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya ...
Zakharia 3: 6-7
(3:6) Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
(3:7) "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

Dengan dua perkara tersebut maka imam besar Yosua akan memerintah di rumah Tuhan dan mengurus pelataran Tuhan, kemudian Tuhan mengizinkan imam besar Yosua masuk di antara mereka yang berdiri melayani Tuhan.
Jadi, kelayakan untuk melayani Tuhan bisa dilihat dari perjalanan rohani (1o hukum Perjanjian Lama = 10 jari kaki) dan dari pelayanan seorang imam besar (10 hukum Perjanjian Baru = 10 jari di tangan).
Saya tidak ada waktu untuk menjelaskan 10 hukum secara rinci tetapi yang pasti orang yang melayani Tuhan akan berbahagia, bergembira dan bersukacita, sebab besar upah yang menanti kita, kalaupun banyak aniaya dan derita di tengah-tengah ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan
Itulah dua syarat; yang pertama; mengenakan pakaian pesta tandanya serban tahir ditaruh di kepala, syarat yang kedua; berjalan menempuh jalan yang Tuhan tunjukkan dan mengerjakan tugas yang Tuhan percayakan, 10 hukum pada Perjanjian Lama dan 10 hukum pada Perjanjian Baru. Pendeknya, melayani Tuhan di dalam KASIH dan BERBAHAGIA. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang 

No comments:

Post a Comment