KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, October 6, 2018

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 02 AGUSTUS 2018


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 02 AGUSTUS 2018

KITAB RUT
(Seri:22)

Subtema: MEMPEROLEH UPAH NABI DAN UPAH ORANG BENAR.


Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita diijinkan kembali untuk mengusahakan dan memelihara Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci. Saya juga tidak lupa menyapa umat Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti live streaming, video internet, dimanapun anda berada dalam dan di luar negeri, kiranya Tuhan memberkati kita sekaliannya dan memulihkan segala sesuatu.

Segera saja kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab Rut 1:17.
Rut 1:17
(1:17) di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Saudaraku, tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan Rut dari Naomi selain dari pada maut. Bahkan Rut berkata; “Bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari pada engkau selain dari pada maut.” Artinya: kalau Rut mengingkari janjinya untuk tidak berpaut kepada Naomi maka penderitaan yang dialami Rut akan lebih berat dari pada penderitaannya sebagai seorang janda.
Jadi intinya disini adalah pengikutan Rut kepada Naomi tidak terpisahkan oleh apapun selain maut.
Pendeknya: Rut mempertaruhkan nyawanya di dalam mengikuti Naomi.

Matius 16:25
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Saudaraku, barangsiapa kehilangan nyawanya karena mengikut Tuhan maka ia akan memperolehnya kembali. Berarti  hidup kekal sampai selama-lamanya di dalam kebahagiaan yang kekal itulah Kerajaan Sorga.

Matius 16:26
(16:26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Apa gunanya memperoleh seluruh dunia tetapi harus kehilangan nyawanya? Apa yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawnaya? Jawabnya: tidak ada. Sebab harta, dan kekayaan, bahkan seisi dunia ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal.
Itu sebabnya, Rut tetap mengikuti Naomi bahkan tidak ada yang dapat memisahkan Rut dari Naomi selain maut/ selain kematian. Dia betul-betul mempertaruhkan nyawanya.

Maitus 16:27
(16:27) Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ayat ini menjelaskan tentang upah yang akan diterima seseorang sesuai dengan perbuatannya. Kalau seseorang kehilangan nyawa karena sangkal diri dan pikul salib, maka dia akan memperoleh upah yaitu hidup kekal.

Lebih rinci kita memperhatikan...
Matius 10:39
(10:39) Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Saudaraku, upah mempertahankan nyawa maka ia kehilangan nyawa, sedangkan siapa kehilangan nyawa karena salib maka ia akan memperolahnya, yaitu hidup kekal.

Matius 10:40-42
(10:40) Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
(10:41) Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
(10:42) Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Saudaraku, menyambut seorang utusan = menyambut seorang yang mengutus dia. Berarti menyambut seorang hamba Tuhan yang diutus Tuhan sama dengan menyambut Tuhan yang mengutus seorang hamba Tuhan.
Persamannya:
a.   Menyambut seorang nabi sebagai nabi; memperolah upah nabi.
b.   Menyambut seorang benar sebagai orang benar; menerima upah orang benar.

Namun perlu juga diperhatikan, tindakan memperolah upah nabi dan upah orang benar dibutuhkan kejujuran, sebab kalau tidak jujur maka seorang nabi belum tentu disambut sebagai nabi dan seorang benar belum tantu disambut sebagai orang benar.
Saudaraku, Allah telah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia ini, berarti upah menghargai Yesus yang diutus oleh Allah memperoleh keselamatan...Yohanes 3:17.

Praktek jujur menyambut seorang nabi.
1 Timotius 5:17
(5:17) Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

Mereka yang berjerih payah berkhotbah dan mengajar dan memberikan pimpinan yang baik dan benar patut dihormati dua kali lipat. Patut berarti wajib, harus jujur dan membuka hati dengan benar untuk menyambut seorang nabi sebagai nabi supaya mendapat upah nabi.

1 Timotius :18
(5:18) Bukankah Kitab Suci berkata: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik," dan lagi "seorang pekerja patut mendapat upahnya."

Dalam hal menghormati dua kali lipat, menurut kitab suci; “janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.” Artinya jangan menutup mulut apalagi memberontak kepada seorang hamba Tuhan yang sedang berkhotbah, yang sedang mengajarkan firman Tuhan yang baik dan benar. Alasannya seorang pekerja/hamba Tuhan patut mendapatkan upahnya.
Mohon maaf saudaraku, kalau kerohaniannya seperti anjing dan babi (selalu mengulangi dosa-dosa yang lalu) orang yang seperti ini berani memberangus mulut lembu yang sedang mengirik, tetapi kalau dia bukan anjing dan babi, maka dia akan menikmati pengajaran yang disampaikan oleh seorang utusan Tuhan.
Maka dibutuhkan kejujuran dan transparansi (keterbukaan). Tidak perlu malu mengakui seorang nabi sebagai nabi, tidak perlu malu mengakui seorang benar sebagai orang benar.

Galatia 6:6-7
(6:6) Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
(6:7) Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Jadi setiap orang yang telah menerima pengajaran dalam firman membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. Jadi ini singkron dengan 1 Timotius 5:17 tadi, patut mengormati dua kali lipat kepada yang memberikan pengajaran, sebab apa yang ditabur orang itu juga yang akan dituainya.
Jangan sesat karena kita tidak bisa menipu Tuhan. Banyak orang kristen/anak-anak Tuhan berkorban untuk hal-hal yang lahiriah, untuk keinginan daging dan hawa nafsunya, tetapi dia tidak akan mendapat apa-apa, jadi jangan sesat.
Tetapi apa yang kita tabur yang sesuai dengan apa yang Tuhan mau yaitu menyambut seorang nabi sebagai nabi, menyambut seorang benar sebagai orang benar, maka apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai.

Galatia 6:8-9
(6:8) Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
(6:9) Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Barangsaipa menabur dalam Roh maka ia akan menuai hidup kekal dari Roh itu. Saat ini kita sedang berada dalam kegiatan Roh supaya kita memperoleh hidup kekal dari Roh itu. Syaratnya: Jika kita tidak menjadi lemah.
Ada kalanya kita berbuat baik, berbuat benar tetapi manakala hati kita diusik, dikoreksi oleh berita salib, mulailah kita kendor dan menjadi lemah.

Sekarang kembali kita memperhatikan...
Matius 10:42
(10:42) Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Bahkan memberi air sejuk secangkir saja kepada hamba Tuhan (utusan Tuhan) sesungguhnya dia tidak akan kehilangan upahnya. Jadi perkara kecilpun diperhitungkan oleh Tuhan. Jangankan upah nabi atau upah orang benar, secangkir air yang sejuk sekalipun itu sangat diperhatikan oleh Tuhan.

Keterangan: MENERIMA SEORANG NABI SEBAGAI NABI IA AKAN MENERIMA UPAH NABI.
Yohanes 4:19
(4:19) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

Perempuan Samaria berkata; “Tuhan nyata sekarang padaku bahwa engkau seorang nabi.”
Pengakuan ini menunjukkan bahwa, dia mengakui Yesus seorang nabi. Ingat kalau seseorang menerima seorang nabi sebagai nabi maka tentu ia akan mendapat upah nabi, sebab firman Tuhan itu ya dan amin tidak akan meleset.
Kalau saudara menghargai dan menghormati seorang hamba Tuhan yang sedang berjerih payah di dalam mengajar  serta membagi segala sesuatu kepada dia, bukan berarti  hamba Tuhan itu gila hormat, tetapi ada hubungan timbal balik yaitu apa yang kita tabur itu juga yang kita tuai. Kalau kita menabur hanya untuk keinginan daging akan binasa oleh daging itu, tetapi kalau kita menabur di tengah-tengah kegiatan Roh maka kita akan memperoleh hidup yang kekal oleh Roh itu.

Disini kita melihat dalam satu peristiwa; Perempuan Samaria menyambut Yesus sebagai seorang nabi. Dia mengakui Yesus sebagai seorang nabi dengan tidak pura-pura, tidak dengan gelisah, tidak dengan menggerutu, tidak dengan terpaksa. Saya juga berharap kehadiran kita saat mendengar firman nabi dan koreksinya jangan dengan terpaksa.

1 Korintus 14:24-25
(14:24) Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
(14:25) segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."

Saudaraku, tugas dari seorang nabi adalah untuk bernubuat. Artinya menyingkapkan segala rahasia yang terkandung di dalam hati atau menyingkapkan segala yang terselubung, berarti dosa dibongkar dengan tuntas.
Perlu untuk diketahui, kalau dosa dibongkar dengan tuntas maka ia akan sujud menyembah kepada Allah, artinya; menjadi kehidupan yang rendah hati dan bebas dari segala berhala. Ada dua jenis berhala yaitu kekerasan hati dan segala sesuatu yang melebihi Tuhan, melebihi ibadah dan pelayanan.

Yohanes 4:20-22
(4:20) Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
(4:21) Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
(4:22) Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Saudaraku, dahulu orang Samaria menyembah di atas gunung dan di Yerusalem. Berarti perempuan Samaria itu  sebelum mendapat upah nabi, dia juga turut menyembah di atas gunung dan di Yerusalem.
-    Menyembah di atas gunung.
Gunung -> Ketinggian hati/kesombong. Dan kalau seseorang tetap mempertahankan ketinggian hatinya/kesombongannya itu sama saja dengan penyembahan berhala.
-    Menyembah di Yerusalem.
Yerusalem -> Dosa karena penyembahan berhala. Alasannya adalah Hagar disebut juga Yerusalem yang sekarang berada di tanah Arab, tetapi Sara adalah Yerusalem yang rohani. Jadi kalau menyembah di Yerusalem itu dosa karena penyembahan berhala, berarti segala perkara yang di atas muka bumi ini (perkara lahiriah) melebihi yang ada di sorga (perkara rohani).

Yohanes 4:23
(4:23) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Tetapi pada akhirnya perempuan Samaria itu menyembah Allah di dalam roh dan kebenaran.
Biarlah kiranya kita semua menyembah Allah di dalam roh dan kebenaran. Inilah rumah yang diperhatikan oleh Tuhan, tidak kosong.
BERSIH TERSAPU itulah pekerjaan Firman Allah = kebenaran, RAPI TERATUR itulah pekerjaan dari Roh El Kudus, dan TIDAK KOSONG berarti hidup di dalam penyembahan = Allah bertakhta di dalamnya.
Kiranya Allah bertakhta di dalam rumah Tuhan atau disebut juga dengan penyembah-penyembah Allah dalam roh dan kebenaran.

Syarat untuk menghargai nabi sebagai nabi...
Yohanes 4:15
(4:15) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Setelah Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air kehidupan, lalu perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus; “Tuhan berikanlah aku air itu supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi kesini untuk menimba air.” Berarti diawali dengan kerinduan yang mendalam (hati yang merindu).
Saudaraku, kalau ada kerinduan yang mendalam/kerinduan yang berapi-api maka yang tertutup pasti dibuka oleh Tuhan. Dimana ada kerinduan, disitu Tuhan buka jalan.

Yohanes 4:16-17
(4:16) Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
(4:17) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

Kerinduan yang mendalam dibuktikan dengan sebuah pengakuan yang benar tanpa ada sesuatu pun yang ditutup-tutupi. Orang yang merindu untuk dipakai oleh Tuhan pasti mudah sekali mengakui dosanya.

Suatu kali saya pernah berbincang-bincang kepada seorang hamba Tuhan yang sangat dipakai oleh Tuhan, saya berkata; “Om mengapa harus mengaku dosa?” Beliau menjawab; “memang harus diakui supaya sorga terbuka, kalau tidak diakui sorga tertutup.”
Maka kita yang belum mengakui segala kelemahan-kelemahan kita dihadapan Tuhan tidak perlu  malu datang kepada Tuhan, jangan lewat perantaraan. Kalau dosa tidak diakui, ada kemungkinan untuk mengulangi dosa tersebut.
Perlu untuk diketahui; apabila dosa telah diakui maka sorga terbuka bagi dia dan kalau sorga terbuka tidak ada sesuatu yang dapat mengganggu gugat, jangankan manusia (istri, suami, dan anak), setanpun tidak dapat mengganggu gugat.
Kenapa kita tidak punya kuasa? Karena sorga tertutup. Kenapa sorga tertutup? Karena tidak ada pengakuan. Tetapi kalau seandainya ada pengakuan, sorga terbuka dan kuasanya turun... Haleluyah... Puji Tuhan...

Sejenak kita perhatikan perempuan Samaria sebelum menghargai nabi...
Yohanes 4:8-10
(4:8) Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
(4:9) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
(4:10)Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Saudaraku, perempuan Samaria ini tidak bergaul dengan Tuhan, berarti tanpa persekutuan yang indah dengan Tuhan, seperti ranting tidak melekat pada pokok anggur yang benar -> orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya.
Perempuan Samaria ini tidak menghasilkan buah yang manis, jauh dari persekutuan yang indah dnegan Tuhan, berarti kering-kering rohani = tandus. Kita tau tandus ini merupakan hari perhentian bagi iblis atau setan. Dalam kesempatan Ibadah Raya Minggu telah saya sampaikan tandus itu adalah hari perhentian bagi setan, sebab setan tidak memiliki hari perhentian lagi setelah dia dilemparkan dari sorga (takhta Allah).

Sekarang kita lihat respon Yesus terhadap pernyataan perempuan Samaria...
Yohanes 4:10
(4:10) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air kehidupan.

Yohanes 4:11-12
(4:11) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
(4:12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

Perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus; “Engaku tidak punya timba dan sumur ini amat dalam, adakah engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub?”
Intinya ada tiga perkataan yang diucapkan oleh Perempuan Samaria, antara lain:
1.   “Engkau tidak mempunyai timba.”
2.   “Sumur ini amat dalam.”
3.   “Adakah engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub.”

Tentang: TIMBA.
Timba -> hamba-hamba Tuhan sebagai alat Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan.
Saudaraku, timba ini sebagai persoalan pokok di hari-hari terakhir ini. Maksudnya apakah hamba Tuhan itu terkenal atau tidak, apakah hamba Tuhan itu sudah masuk tv atau belum, apakah hamba Tuhan itu banyak uang atau tidak, apakah tempat ibadah dan pelayanannya mewah atau tidak, itu sudah menjadi fenomena di hari-hari terakhir ini.
Kalau terkenal mau datang, kalau dia sudah senior mau datang, kalau masih muda tidak mau dengar firman. Itu sebabnya perempuan Samaria itu mempersoalkan hal timba kepada Yesus.
Itulah kondisi rohani perempuan Samaria sebelum mengakui seorang nabi sebagai nabi.
Bagaimana dengan kita apakan masih mempersoalkan tentang timba???

Tentang: SUMUR YANG DALAM.
Saudaraku, sesungguhnya kasih Yesus lebih dalam dari sumur Yakub bahkan lebih dalam dari lautan.
Buktinya jalan-jalan Tuhan tidak terselami oleh akal dan pikiran manusia.

Saudaraku, sedikit kesaksian, di awal-awal saya mau memulai pelayanan di bumi provinsi Banten betul-betul ditandai dengan pengalaman kematian, bau bangkai berarti bau kematian, orang tutup hidung, tanda tidak suka, tetapi perlu untuk diketahui bahwa dibalik salib Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.
Saudaraku, jalan-jalan Tuhan tidak terselami, ketika seseorang mengalami pengalaman salib (bau bangkai), disitu pernyataan kasih Tuhan luar biasa, oleh pengalaman kematian itulah sehingga seseorang dimampukan untuk melewati banyak perkara termasuk penderitaan. Jalan Tuhan tak terselami, berarti betul-betul kasih Allah lebih dalam dari sumur Yakub.
Sumur Yakub ini juga gambaran dari dunia ini, apakah kasih dunia ini lebih dalam dari kasih Allah? Itu sesuatu yang tidak mungkin. Apa yang bisa diberikan oleh dunia ini? Jawabannya tidak ada.

Bukti bahwa jalan-jalan Tuhan tidak terselami...
1 korintus 2:8-9
(2:8) Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
(2:9) Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Kasih Allah terbukti ketika Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal sehingga apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan yang tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semuanya disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.
Dahulu saya tidak pernah mengerti bahwa akhirnya penggembalaan di bumi provinsi Banten ini berdiri. Dulu selepas pengerja dari Banyuwangi, Jawa Timur, saya menginginkan untuk membuka pelayanan di Sulawesi atau di Kalimantan, dan jika Tuhan utus saya kesana maka saya kesana, tetapi Tuhan menghendaki lain, justru saya di utus ke bumi provinsi Banten.
Dahulu kita masing-masing tidak saling mengenal satu dengan yang lain, tetapi pada akhirnya untuk sejauh ini kita telah digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel, dan sekarang menjadi keluarga Allah.
Jadi betul-betul apa yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia, dan apa yang tidak pernah di dengar oleh telinga manusia, apa yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, itu yang Tuhan berikan. Kepada siapa? Kepada mereka yang mengasihi Dia, tentu kita semua rindu untuk mengasihi Dia sehingga kita mengusahakan dan memelihara ibadah ini dengan sungguh-sungguh dengan ketekunan dalam tiga maacam ibadah pokok. Di tengah-tengah ibadah dan pelayann ini kita penuh dengan pengorbanan, jerih lelah, jerih payah dihadapan Tuhan. Pendeknya salib ditegakkan.
Itulah tentang sumur yang dalam.

Tentang: YAKUB LEBIH BESAR DARI YESUS.
Saudaraku, sesungguhnya Yesus lebih besar dari siapapun termasuk Yakub. Perempuan Samaria sebelum bergaul dengan Tuhan, pandangannya hanya terarah kepada hal-hal lahiriah sehingga dia merasa dan menganggap Yakub lebih besar dari Yesus.
Saudaraku, kalau kerohanian kita semakin tinggi, itu sama seperti pesawat yang naik terbang tinggi di udara, maka segala perkara yang dibawah akan terlihat kecil, tetapi kita yang pandangannya selalu terarah kepada perkara lahiriah, melihat hal yang di atas/hal yang rohani itu kecil sekali. Seperti itulah pandangan perempuan Samaria ini kepada Yesus sehingga seolah-olah Yakub lebih besar dari Yesus.

Kita lihat dulu pengakuan dari seorang yang jujur bahwa Yesus lebih besar...
Yohanes 3:28-30
(3:28) Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
(3:29) Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
(3:30) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Inilah pengakuan dari Yohanes pembabtis yaitu “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
Jadi bukan saja Yakub, tetapi Yohanes pembabtis harus mau menjadi kecil supaya Dia makin besar.
Kalau kita makin kecil maka Tuhan makin besar, kalau kita berkurang-kurang maka Tuhan makin bertambah-tambah dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi.
Dan orang yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan maka dia akan ditinggikan, sebaliknya orang yang meninggikan diri akan direndahkan oleh Tuhan. Kiranya kita belajar mengakui bahwa Yesus lebih besar dari segala yang ada di atas muka bumi ini.
Dahulu perempuan Samaria tidak mengerti, karena dia mengetahui bahwa Yakub menurunkan 12 suku Israel, 12 anak Yakub itulah 12 suku Israel. Dan pandangan dari perempuan Samaria ini masuk akal karena dia tidak mengenal Yesus, tetapi sekalipun 12 suku Israel adalah keturunan Yakub, Yesus tetap lebih besar dari Yakub.
Itulah keterangan menyambut seorang nabi sebagai nabi.

Keterangan: MENERIMA SEORANG BENAR SEBAGAI ORANG BENAR IA AKAN MENERIMA UPAH ORANG BENAR.
Yang pertama: Salah Seorang Penjahat yang Disalibkan.

Kisah salah seorang penjahat yang disalibkan...
Lukas 23: 39
(23:39) Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

Diawali dengan pengakuan dari salah seorang penjahat "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Menunjukkan bahwa dia benar dan salib tidak pantas untuk dia terima. Kalau orang merasa diri benar maka ia akan menolak salib, tetapi kalau seseorang merasa diri banyak dosa maka ia akan merendahkan diri di bawah kaki salib.
Kenapa orang kristen selalu menghujat dan mengutuk? Karena senantiasa menolak salib dan tidak mau merendahkan diri di bawah kaki salib.
Biarlah kita semua membawa hidup kita rendah di bawah kaki salib, merasa diri sebagai orang yang paling berdosa, merasa tidak bisa apa-apa. Orang yang merasa diri benar dan layak akan menganggap kecil berita salib.

Lukas 23:40-41
(23:40) Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
(23:41) Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

Tetapi seorang lain dari antara penjahat itu mengakui bahwa dia adalah orang yang berdosa sesuai dengan perkataannya; “kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita."
Selanjutnya, dia berkata; “tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Artinya; yang benar adalah Kristus dan salib-Nya.

Memang berbicara tentang kejujuran ini tidak mudah, mengakui orang benar, mengakui nabi tidak mudah, dibutuhkan kerendahan hati, dibutuhkan penyerahan, dibutuhkan keterbukaan/tranparansi. Tetapi untung pada detik-detik terakhir, ada pengakuan yang jujur.
Daud berkata, maut itu jaraknya hanya selangkah, bagaimana caranya kita terlepas dari maut yang jaraknya hanya selangkah saja, seperti salah satu dari dua orang penjahat ini, pada detik-detik terakhir hidupnya ada pengakuan yang jujur dan tulus. Pada saat muncul kejujuran di dalam dirinya ada pengakuan bahwa Yesus adalah orang benar sehingga ia menerima upah orang benar.

Lukas 23:42
(23:42) Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Selanjutnya, Ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa penjahat ini memiliki pandangan nubuatan. Memandang jauh ke depan dimana Yesus akan tampil kelak sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga...Wahyu 19: 6-8.
Itu sebabnya kita membutuhkan firman nabi, firman nubuatan sehingga kita memiliki pandangan nubuatan memandang jauh ke depan. Sasaran ibadah dan pelayanan kita di atas muka bumi ini bukan saja berbicara tentang perkara lahiriah, bukan saja berbicara tentang mujizat-mujizat atau tanda-tanda heran. Sejuta kali terjadi mujizat di depan mata, tetapi kalau orang itu tidak mau memikul salib tidak ada artinya. Tetapi dengan firman nubuatan ini, kita akhirnya memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan dimana suatu kali nanti akan ada pesta nikah Anak Domba, Dia tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, persis seperti Abigail....1 Samuel 25:35.
Sebelum Daud menghukum suaminya, Abigail berkata kepada Daud, apabila engkau menjadi raja ingatlah aku. Inilah Roh Mempelai memiliki pandangan nubuatan.
Pandangan nubuatan itu diawali dengan sengsara salib, menghirup darah, seperti anak burung rajawali....Ayub 39: 31-33. Burung rajawali memiliki mata yang tajam dari kejauhan dapat melihat mangsa sekecil apapun. Kalau kita memiliki pandangan nubuatan maka akan ada hidup.
Menghargai firman para nabi, diawali dengan membuat sarangnya di tempat tinggi, dipuncak batu, artinya; menjunjung tinggi korban Kristus.

Lukas 23:43
(23:43) Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Selanjutnya Yesus berkata; “sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Yang kedua: Kepala Pasukan yang Menyalibkan Yesus.
Lukas 23:46-47
(23:46) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
(23:47) Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"

Kepala pasukan notabene adalah bangsa Kafir yaitu bangsa Romawi, tetapi dia mengakui bahwa Yesus adalah orang benar. Sebab ketika ia melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, dan berkata; "sungguh, orang ini adalah orang benar!"
Pendeknya, kepala pasukan menerima upah sebagai orang benar, sebab ia mengakui dengan jujur bahwa Yesus adalah orang benar.

Kita mengambil kesimpulan, bahwa perempuan Samaria pada akhirnya mendapat upah nabi, kemudian satu dari dua penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus mendapat upah seorang benar sebagai orang benar dan juga kepala pasukan yang menyalibkan Yesus mendapatkan upah orang benar sebagai orang benar. Untuk mendapatkan upah ini dibutuhkan kejujuran dan dibutuhkan ketulusan.

Orang jujur tidak dipimpin oleh kekerasan hati dan kesombongan, tetapi orang jujur selalu dipimpin oleh ketulusan hatinya.

Langkah-langkah yang ditempuh supaya rela kehilangan nyawa...
Matius 10:34-35
(10:34) "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
(10:35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

Meninggalkan segala sesuatu yang paling dikasihi, melepaskan segala sesuatu yang paling berharga. Inilah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk rela kehilangan nyawa.

Matius 10:36
(10:36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
(10:37) Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku

Saudaraku, Rut telah meninggalkan Moab dan keluarganya, ia telah melepaskan segala sesuatunya yang paling di kasihi. Beda dengan Orpa, setelah tiga kali didesak oleh Naomi untuk pulang, akhirnya ia kembali ke Moab kepada bangsanya dan kepada allahnya. Bangsa Moab adalah bangsa Kafir penuh dengan noda kekafiran dan penyembahan berhala, tetapi Rut mempertaruhkan segala-galanya.
Itu sebabnya musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Jangan sampai tabiat dari seisi rumah disukai, walaupun itu keluarga, orang tua, anak laki-laki, anak perempuan, saudara laki-laki, saudara perempuan, serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Jadi musuh orang adalah orang-orang seisi rumahnya. Disini kita melihat Rut sudah membuktikannya sehingga ia tidak terpisahkan dari kasih Allah selain maut, dia mempertaruhkan segala sesuatu.
Itulah langkah-langkah yang ditempuh supaya rela kehilangan nyawa.
Supaya kita mendapatkan upah nabi dan upah orang benar maka dibutuhkan kejujuran, ketulusan, transparansi, yaitu; musuh orang adalah; seisi rumahnya. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U Sitohang



No comments:

Post a Comment