KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, October 29, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 AGUSTUS 2018



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 28 AGUSTUS 2018

KITAB KOLOSE
(Seri:137)

Subtema: UJILAH ROH ITU.


Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, ataupun hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti live streaming, video internet, youtube, maupun facebook, di dalam negeri maupun di luar negeri, dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita sekaliannya. Puji Tuhan.

Sebelum kita membawa hidup kita rendah di kaki salib Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, dan  saat ini kita masih berada di dalam Kolose 2:8.
Kiranya Tuhan membawa hidup kita semakin dekat kepada Dia, dua tangan Tuhan terulur kepada kita, hari ini dan  seterusnya kita bisa menikmati kemurahan Tuhan lewat doa penyembahan ini.

Kolose 2:8
(2:8) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Rasul paulus berkata kepada jemaat di Kolose lewat tulisannya; “Hati-hatilah” maksudnya di sini adalah agar jemaat di Kolose jangan sampai ditawan oleh filsafat yang kosong dan palsu yaitu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia.
Pendeknya; filsafat kosong dan palsu berbicara tentang dua ajaran, yaitu:
1.   Ajaran turun-temurun.
2.   Roh-roh dunia.

Sekarang kita akan memperhatikan tentang ROH-ROH DUNIA, sebab pada minggu yang lalu kita sudah memperhatikan ajaran tentang turun-temurun yang dikaitkan dengan orang-orang Farisi dengan adat-istiadat mereka.

Sekarang tibalah saatnya kita memperhatikan keterangan yang kedua yaitu;
Tentang: ROH-ROH DUNIA.
1 Yohanes 2:16
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia

Semua yang ada di dalam dunia ini, yaitu:
-   Keinginan daging.
-   Keinginan mata.
-   Keangkuhan hidup.
Keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup itu roh-roh yang berada di dalam dunia, roh-roh yang berasal dari bumi dari bawah bukan berasal dari Bapa dari sorga.

1 Yohanes 2:15
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Jikalau orang mengasihi dunia maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Kita bersyukur kepada Tuhan, oleh karena perkenanan-Nya kita diijinkan berada di dalam rumah Tuhan, kita berada dalam kegiatan Roh, beribadah dan melayani Tuhan, mengusahakan dan memeliharakan 3 macam ibadah pokok, berarti senantiasa pandangan kita diarahkan kepada perkara di atas bukan perkara di bawah (perkara di dunia). Itu sebabnya jikalau orang mengasihi dunia maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal…Yohanes 3:16.

Lebih jauh kita perhatikan perbedaan antara KASIH ALLAH DAN AJARAN DARI ROH-ROH DUNIA ...
1 Yohanes 4:1
(4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Perhatikan kalimat pada ayat ini; “Janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah setiap roh-roh itu.” Tujuannya, untuk mengetahui apakan mereka berasal dari Allah atau dari dunia ini.
Karena barangsiapa mengasihi dunia dengan segala yang ada di dalamnya maka kasih Allah tidak ada di dalam diri orang itu. Sedangkan kasih Allah dibuktikan dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, hamba Tuhan di tengah ibadah dan pelayannnya perlu juga kita tahu apakah dia berasal dari Allah atau berasal dari dunia ini. Sebab dunia sekarang ini sudah dipenuhi oleh nabi-nabi palsu, saya tidak ragu untuk mengatakan ini.

1 Tesalonika 5:19-21
(5:19) Janganlah padamkan Roh,
(5:20) dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik, syaratnya ada dua, yaitu:
1.   Janganlah padamkan roh.
Berarti tetap berada di dalam kegiatan roh (berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan) beribadah dan melayani, membawa korban dan mempersembahkannya.
2.   Janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
Tugas dari seorang nabi adalah bernubuat, berarti menyingkapkan segala rahasia yang terkandung di dalam hati. Kalau rahasia firman terbuka maka segala yang terselubung akan tersingkap, dosa dibongkar dengan tuntas.
Maka hamba Tuhan tidak boleh sibuk  hanya berbicara tentang perkara lahiriah.

Sebab itu ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Kita harus tahu apakah seorang hamba Tuhan itu berasal dari Tuhan atau dari dunia ini.

Kita kembali lagi memperhatikan..
1Yohanes 4:2-3
(4:2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
(4:3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Untuk mengetahui roh Allah dan roh antikris maka;
-   Mengakui dan menerima ajaran salib Kristus, itu adalah Roh Allah.
-   Menolak ajaran salib Krisus, itu adalah roh antikris.
Jadi kalau hanya berbicara, perkara di bawah saja, tetapi salib tidak ditegakkan di tengah ibadah dan pelayanan itu roh antikris.

Kalau sidang jemaat hanya suka mendengar firman yang ditambahkan dan firman yang dikurangkan menunjukkan bahwa dia sedang dikuasai oleh roh antikris.
Firman yang ditambahkan yaitu; menyampaikan satu dua ayat kemudian ditambahkan dengan cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat kosong, silsilah-silsilah yang tiada putus-putusnya.
Firman yang dikurangkan yaitu; firman tentang salib diganti dengan dua hal:
1.   Firman Tuhan diganti dengan teori kemakmuran, berarti orang kristen tidak boleh miskin harus kaya.
2.   Firman tentang salib diganti dengan tanda-tanda heran ataupun mujizat-mujizat.
Jadi salib tidak ditegakkan di tengah ibadah dan pelayanan itu.

Dari situlah kita mengerti mana hamba Tuhan yang dikuasai oleh roh Allah dan mana hamba Tuhan yang dikuasai oleh antikris. Mengakui pengajaran salib itu roh yang berasal dari Allah, tetapi menolak pengajaran salib itulah roh antikris.
Di dalam Kolose 2:8 tadi; Rasul Paulus mengingatkan dengan tegas kepada jemaat di Kolose; “hati-hatilah” maksudnya supaya jangan ditawan oleh filsafat kosong dan palsu, yaitu ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia.

1 Yohanes 2:18
(2:18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

Jadi sudah banyak bangkit antikristus dan mengusai dunia ini. Itulah tandanya bahwa waktu ini adalah benar-benar adalah waktu yang terakhir.

1 Yohanes 2:22
(2:22) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

Saudaraku, kalau tidak menyampaikan ajaran salib berarti dia adalah seorang pendusta dan itu adalah roh antikristus.
Salib Kristus harus ditegakkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, tidak boleh tidak. Kalau meyangkal Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang sudah diperciki darah berarti dia adalah seorang pendusta. Tidak usah ragu dan tidak usah takut dalam hal itu.

Praktek menyangkal salib Kristus dalam kehidupan sehari-hari..
Matius 26:69-74
(26:69) Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu."
(26:70) Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud."
(26:71) Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
(26:72) Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu."
(26:73) Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu."
(26:74) Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.

Pendeknya; Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali.
Penyangkalan Petrus yang pertama; “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud.”
Banyak anak Tuhan sudah tau pekerjaan Tuhan yang harus dia kerjakan dan dia sudah melihat pekerjaan Tuhan itu, tetapi pura-pura tidak tahu. Itu praktek penyangkalan yang pertama terhadap salib Kristus.

Penyangkalan Petrus yang kedua; “Aku tidak kenal orang itu.”
Pengkalan Petrus yang kedua ini lebih parah daripada penyangkalan yang pertama, sebab Petrus berakata; “Aku tidak kenal orang itu.” Berarti tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, tidak mengakui Yesus sebagai Guru Agung bagi seorang murid.
Saya punya alasan untuk mengatakan Petrus tidak tau diri. Bukankah dia awalnya adalah seorang penjala ikan lalu dijadikan sebagai murid dan pada akhirnya nanti menerima jabatan rasul. Bukankah itu suatu penyangkalan yang sangat luar biasa?
Dari orang yang tidak ada apa-apa menjadi kehidupan yang luar biasa, tetapi dia berkata aku tidak kenal orang itu. Sudah menerima ajaran, didikan siang dan malam, dan dia sudah tahu kehidupan Yesus luar dan dalam, tetapi dengan berani dia meniadakan Yesus dan berkata aku tidak kenal orang itu.
Kalau misalnya kita menyingkir dari seorang penjahat, terpisah dari orang-orang berdosa, itu lumrah, itu firman Tuhan, tetapi kalau kita tidak mengakui orang yang jelas-jelas kita tahu kehidupannya luar dan dalam, saleh, tidak ada noda, tidak ada dosa, terpisah dari orang-orang berdosa, lebih tinggi dari tingkat-tingkat sorga, tetapi dengan berani berkata aku tidak kenal orang itu, sungguh terlalu menyedihkan, tidak tau diri, dari penjala ikan lalu berani meniadakan Tuhan.

Penyangkalan yang Petrus yang ketiga; Petrus berkata untuk yang kedua kali, “Aku tidak kenal orang itu”, tetapi penyangkalan yang ketiga ini diawali dengan mengutuk dan bersumpah. Jadi penyangkalan Petrus yang ketiga ini lebih parah lagi dari penyangkalan yang kedua.
-   Mengutuk; berarti rela menjadi orang yang terkutuk.
Kita patut bersyukur Yesus rela menjadi orang yang terkutuk karena Dia rela digantung di atas kayu salib.
Tetapi tadi sebelum Petrus berkata aku tidak kenal orang itu diawalinya dengan mengutuk berarti rela menjadi orang yang  terkutuk.
Untung kita berada di tengah ibadah dan pelayanan ini, memikul salib sehingga segala dosa kutuk nenek moyang terputuskan. Kalau tidak ada salib maka kutuk nenek moyang tidak putus. Maka kalau seseorang jauh dari tengah ibadah dan pelayanan dan tidak  tahu tentang pelayanan dan memikul salib sampai kapanpun kutuk nenek moyang tidak akan terpatahkan.
Jadi bersyukur saja kalau seorang imam, seorang hamba Tuhan banyak dipercayakan tanggung jawab dalam ibadah dan pelayanan, bersyukur saja jangan bersungut-sungut, justru dengan itu kutuk nenek moyang dipatahkan. Tetapi justru ada beberapa diantara kita setelah dia menderita mungkin di tengah ibadah dan pelayan ini justru dia malah turun. Tidak mungkin dia bisa memutuskan kutuk nenek moyang kalau dia tidak memikul salibnya. Persis seperti Simon Petrus tadi, mengutuk.
-   Bersumpah.
Anak Tuhan sebetulnya tidak boleh bersumpah sebab perjanjian yang pertama itu sudah dibatalkan itulah hukum taurat karena Yesus sudah menegakkan perjanjian yang kedua.

Matius 5:33-36
(5:33) Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
(5:34) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
(5:35) maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
(5:36) janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

Saudaraku, Yesus berkata; “Janganlah sekali-kali bersumpah baik demi langit, demi bumi, Yerusalem, bahkan demi kepala sendiri.” Anak-anak Tuhan tidak perlu bersumpah.

Matius 5:37
(5:37) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Ibadah kita bukan lagi ibadah taurat/ibadah lahiriah, mulutnya memulikan Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Firman Tuhan. Di dalam hukum taurat boleh bersumpah, tetapi hukum yang pertama sudah dibatalkan, Yesus sudah menegakkan hukum yang kedua, Dia sudah mempersembahkan diri-Nya sebagai korban cukup satu kali untuk selamanya.  

Sekarang kita kembali membaca..
1 Tesalonika 5:21
(5:21) Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
Kita sudah menerima Pengajaran Salib, pengajaran Mempelai dalan terangnya Tabernakel yang sudah diperciki oleh darah salib maka pegang terus, jangan lepaskan, jangan terima ajaran roh-roh dunia karena nanti arahnya penyangkalan terhadap salib.
Mengajarkan ajaran lain, menolak salib berarti hamba Tuhan pendusta.

1 Yohanes 4:5
(4:5) Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

Antikris berasal dari dunia itu sebabnya mereka berbicara tentang hal-hal duniawi. Persis seperti Kolose 2:20-22; masih sibuk dengan ajaran roh-roh dunia padahal itu berbicara soal perkara lahiriah yang sifatnya sementara saja.

Bolehlah kita baca di dalam..
Kolose 2:20-22
(2:20) Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
(2:21) jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
(2:22) semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.

Roh-roh dunia itu hanya berbicara soal perkara lahirah sementara perkara lahiriah sifatnya sementara tidak kekal.
Kita tidak selamanya di dunia ini, justru kita sedang menantikan dunia yang lain. Dari sorga kita menantikan dunia yang lain; itulah takhta kasih karunia, maka dari itu terimalah pengajaran salib. Kalau berbicara soal perkara lahiriah itu sifatnya sementara padahal kita tidak selamanya di dunia ini.
Itulah antikris, berasal dari roh dunia. Apa buktinya? Berbicara/ajarannya hanya soal-soal yang duniawi saja, tidak lebih tidak kurang.

Pertanyaannya; Mengapa antikris berbicara tentang hal-hal di dunia? 
Wahyu 13:16-18
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
(13:17) dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
(13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Saudaraku, antikris dikuasai oleh roh jual-beli, itu sebabnya mereka hanya berbicara tetang hal-hal yang duniawi saja.  Roh jual-beli itu bukan roh Allah itu roh antikris.  Jadi supaya mereka dapat membeli, dapat menjual, mereka harus menerima cap antikris, di dahi ataupun di tangan kanan mereka. Adapun ajaran antikris dengan cap mereka itu adalah enam ratus enam puluh enam (666);
Enam yang pertama        -> Tubuh sedang dikuasai oleh daging.
Enam yang kedua    -> Jiwa sedang dikuasai oleh daging.
Enam yang ketiga    -> Roh telah dikuasai oleh daging.
Sebab bilangan mereka adalah bilangan manusia (bilangan daging). Tubuh, jiwa, dan roh mereka dikuasai oleh daging.

Tanda kalau rumah Tuhan sudah menjadi tempatnya roh jual-beli di dalam..
Matius 21:12
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.

Tanda bahwa rumah Tuhan telah dikuasai oleh roh jual-beli:
1.   Di dalamnya terdapat meja-meja penukar uang.
Berarti hatinya terikat akan uang = cinta akan uang = loba = serakah = tamak. Seharusnya hati ini tempatnya  firman Tuhan.
2.   Adanya bangku-bangku pedagang merpati.
Ini berbicara tentang kedudukan, ke-akuan yang telah menguasai seluruh kehidupannya, tubuh, jiwa, dan rohnya. Ketika Herodes mempertahankan dirinya sebagai raja, korbannya terjadi pembunuhan pada anak-anak berumur dua tahun di Betlehem.
Itulah tanda kalau Bait Allah/rumah Tuhan sudah dikuasai oleh roh jual-beli.

JALAN KELUARNYA:
1 Yohanes 4:4
(4:4) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Perhatikan kalimat; “Roh yang ada di dalam kamu lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini.”
Itulah roh yang berasal dari Pengajaran Salib.
Seringkali orang kristen salah mengartikan ayat ini, seringkali ini digunakan untuk mengusir setan.
Jadi roh yang ada padamu lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini, artinya kita harus menerima Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang sudah diperciki dengan darah salib sesuai dengan Ibrani 9.
Kalau kita lebih mengutamakan salib daripada perkara lahiriah maka roh kita lebih besar dari roh dunia ini.
Maka dari itu terimalah Pengajaran Salib, Pengajaran Mempelai dalam terangnya Taebernakel yang sudah diperciki oleh darah salib.

Kita lihat dulu Pengajaran salib..
Yohanes 6:53;63
(6:53) Sesungguhnya jikalu kamu tidak makan daging Anak manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
(6:63) Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Jadi untuk memperoleh hidup kekal terimalah pengajaran salib, tubuh, dan darah yesus.
Roh yang ada padamu lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini. Dari mana sumbernya? Karena kita terima pengajaran salib, bukan dari mana-mana. Jadi jangan salah dimengerti.
Yang pertama ayat tadi bukan semata-mata digunakan untuk mengusir setan, yang kedua bukan karena badannya seperti body guard atau seperti Aderai maka roh yang ada pada dirinya lebih besar, bukan. Yang membuat roh kita lebih besar di dunia ini adalah karena kita terima Pengajaran Salib dan karena Pengajaran Salib adalah roh dan hidup.

Yohanes 6:66
(6:66) Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Orang yang mengundurkan diri dari Pengajaran salib, Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang diperciki darah salib akhirnya menjadi antikris.
Yohanes 6:66, berarti tiga angka enam, ini bukan suatu kebetulan Tuhan menyusun ayat ini, dan Yohanes juga menulis kitab ini oleh Roh Kudus sepenuhnya.

Yakobus 4:4
(4:4) Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Perhatikan kalimat; “Barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Yakobus 4:5
(4:5) Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

Tuhan sangat mendambakan roh yang ditempatkan-Nya di dalam diri kita sebagai umat Tuhan, diingini-Nya dengan cemburu, jadi jangan sampai terima ajaran lain, tolak ajaran roh-roh dunia. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang




No comments:

Post a Comment