KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, December 25, 2012

IBADAH MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2012

IBADAH MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2012


Tema: BAHWA AKU AKAN MENUMBUHKAN TUNAS ADIL BAGI DAUD

Subtema: YESUS KRISTUS ADALAH TUNAS DAUD YANG ADIL KARENA IA MENGENAL DOMBA-DOMBANYA

Shalom.
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih dan kemurahan-Nya kita diberi kesempatan beribadah melayani di dalam rumah Tuhan, lewat ibadah malam natal 2012, semua karena kemurahan Tuhan tentunya.

Sekarang, mari kita memperhatikan Yeremia 23: 5, secara khusus bagian D.
Yeremia 23: 5d
(23:5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Tema kita pada malam hari ini adalah: “Bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud” (Yeremia 23: 5d).
Untuk yang ketiga kalinya saya menyampaikan tema natal tahun 2012;  yang pertama pada IBADAH NATAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN, 19 DESEMBER 2012, kemudian, pada IBADAH NATAL SEKOLAH MINGGU, 21 DESEMBER 2012, dan yang ketiga adalah pada malam hari ini.
Sebagaimana kita telah diberkati pada ibadah natal yang pertama, yang diikuti oleh anak-anak pendidikan agama Kristen, kemudian ibadah natal sekolah minggu, yang diikuti oleh anak-anak Sekolah Minggu dari 6 pos Sekolah Minggu, dan guru-guru sekolah Minggu, kiranya berkat yang sama dapat kita rasakan pada malam hari ini, sehingga hidup kita dipulihkan, ibadah pelayanan dipulihkan, nikah jasmani dan nikah rohani dipulihkan, kerohanian juga dipulihkan.
Kalau terjadi pemulihan, maka berkat berkelimpahan, dan kiranya kasih karunia Tuhan menjadi bagian kita malam hari ini; KIRANYA TUNAS ADIL BAGI DAUD, JUGA BAGI KITA TERJADI PADA MALAM HARI INI.

Sebelum kita memperhatikan Tunas adil bagi Daud, juga bagi kita, terlebih dahulu kita memperhatikan ...
Yeremia 23: 1-2
(23:1) "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN.
(23:2) Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.

Saudaraku, para gembala membiarkan domba-domba TERHILANG dan TERSERAK / TERCERAI-BERAI, karena para gembala tidak menjaga kawanan domba di dalam kandang penggembalaan dengan baik.
Kalau gembala membiarkan domba-domba / tidak menjaganya dengan baik, ini sangat disayangkan, berarti; GEMBALA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KAWANAN DOMBA, sehingga kalau kita perhatikan di sini; domba-domba terhilang dan terserak / tercerai-berai.

Yohanes 10: 11-12
(10:11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
(10:12) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Domba-domba tercerai-berai, karena gembala tidak bertanggung jawab terhadap kawanan domba, sebab yang menggembalakan kawanan domba adalah SEORANG UPAHAN.
Jadi, kesimpulannya; domba-domba terhilang, tercerai-berai / terserak, karena tidak digembalakan dengan baik.

Lebih jauh kita perhatikan ...
Yohanes 10: 13
(10:13) Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Domba-domba itu dibiarkan diterkam dan dicerai-beraikan oleh serigala, karena gembala itu adalah seorang upahan.
Kalau gembalanya adalah seorang upahan, ia tidak akan memperhatikan kawanan domba, tidak bertanggung jawab, tidak peduli terhadap kawanan domba, karena ia bukanlah pemilik domba-domba itu.

Yudas 1: 11C
(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

Karena upah, mereka menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

Mari kita lihat; SEORANG UPAHAN MECEBURKAN DIRI DALAM KESESATAN BILEAM.
Wahyu 2: 14
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Menganut ajaran Bileam, yaitu; memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan umat Israel, supaya bangsa Israel MAKAN PERSEMBAHAN BERHALA dan BERBUAT ZINAH.
Bayangkan saudaraku, oleh karena upah, Bileam, seorang nabi, memberi nasihat kepada Balak, raja Moab, untuk menyesatkan bangsa Israel, bukankah ini adalah suatu kebodohan? Ia tidak memperhatikan bangsa Israel, sebagai domba-domba-Nya Allah, ia tidak mempedulikannya, karena Bileam adalah seorang nabi upahan.

Mari kita lihat; NASIHAT BILEAM KEPADA BALAK UNTUK MENYESATKAN UMAT ISRAEL.
Wahyu 2: 14
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Ada 2 nasihat Bileam kepada Balak untuk menyesatkan bangsa Israel, yaitu;
YANG PERTAMA:
SUPAYA BANGSA ISRAEL MAKAN PERSEMBAHAN BERHALA.
Berhala, artinya; segala sesuatu yang melebihi Tuhan. Apapun itu bentuknya, apapun itu jenisnya, kalau hal itu melebihi dari pada Tuhan, itulah yang disebut berhala.
Kalau malam ini kita mengutamakan ibadah pelayanan dari hal-hal lahiriah, itu semua karena kemurahan Tuhan = terlepas dari penyembahan berhala.

Bilangan 23: 2
(25:2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.

Saudaraku, di sini kita perhatikan; orang Israel turut bersama-sama dengan wanita-wanita Moab ke korban sembelihan bagi Allah orang Moab = bangsa Israel turut mempersembahkan korban sembelihan ke Baal-Peor, allahnya orang Moab.

Dalam Mazmur 51: 19, dikatakan: “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk.
Namun kita perhatikan di sini, bangsa Israel mempersembahkan korban sembelihan kepada allah asing, bukan kepada Allah yang hidup = rela berjuang, rela berkorban, sampai jiwa hancur, hati patah dan remuk, tetapi hanya untuk penyembahan berhala (Baal-Peor), bukankah ini suatu kebodohan?
Berjuang tetapi untuk allah asing, berjuang tetapi untuk penyembahan berhala, bukan kepada Allah yang hidup, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, ini adalah suatu kebodohan.
Banyak orang Kristen yang berjuang bahkan berkorban, tetapi untuk sesuatu yang tidak ada artinya bagi Tuhan, ini adalah perbuatan yang salah dan keliru.

Jika kita berjuang untuk Allah yang hidup, bukankah itu jauh lebih baik? Sekalipun jiwa hancur, hati patah dan remuk, namun itu jauh lebih baik.
Saya kira kita dapat memahami hal ini, dan perlu saudara ketahui; orang yang menutupi / menyembunyikan dosa, itu sama dengan berjuang kepada allah lain. Untuk apa kita setengah mati menutup-nutupi dosa, bukankah itu dipersembahkan kepada roh dusta, kepada setan, bukan kepada Tuhan? Ini harus dipahami dengan baik.

Ada 2 nasihat Bileam kepada Balak untuk menyesatkan bangsa Israel, yaitu;
YANG KEDUA:
SUPAYA BANGSA ISRAEL BERBUAT ZINAH.
Bilangan 25: 1
(25:1) Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab.

Bangsa Israel berzinah dengan perempuan-perempuan Moab.
Berzinah, artinya; melangsungkan hubungan yang tidak sah.

Saudaraku, saya mau sampaikan; kalau suami / isteri tidak mengakui dosa, itu berarti suami / isteri menjadikan pasangannya seperti anak-anak yang bisa dibodoh-bodohi.
Seringkali kita buat orang lain seperti itu, karena kita tidak mau mengakui kesalahan kita sendiri.

Ironis sekali, apa yang diperbuat oleh Bileam ini; hanya karena upah, dia harus menyesatkan domba-dombanya Allah. Oleh sebab itu saya menghimbau sidang jemaat, secara khusus gembala-gembala pada pos-pos sekolah minggu; JANGAN MENGHARAPKAN UPAH DALAM PELAYANAN, SUPAYA SAUDARA TIDAK MENCEBURKAN DIRI DALAM KESESATAN BILEAM.
Sangat disayangkan sekali sikap dari pada Bileam ini; tidak memperhatikan domba-domba Allah hanya karena upah.

Roma 7: 2-3
(7:2) Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.
(7:3) Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

Seorang isteri masih terikat dengan hukum bila suaminya masih hidup, tetapi jikalau ia menjadi isteri laki-laki lain, ia dianggap berzinah.
Demikian juga, kalau gereja Tuhan / anak-anak Tuhan berzinah / melangsungkan hubungan yang tidak sah, ia pasti banyak melanggar hukum Allah.

Salah satu contoh perzinahan di hadapan Tuhan: merokok.
Setiap orang yang merokok, ia pasti banyak melanggar hukum Allah, itu tidak bisa dipungkiri, demikian juga dengan perzinahan yang lain, seperti mabuk (minum minuman keras), berjudi, dan lain sebagainya, setiap orang yang melakukannya pasti banyak melanggar hukum Allah.

Sekarang, mari kita lihat jalan keluarnya, supaya kita terbebas dari semua itu.
Jalan keluarnya.
Yeremia 23: 5
(23:5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Tuhan akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud, juga bagi saya dan saudara, lewat kelahiran Yesus Kristus 2012 tahun yang silam.
Yesus Kristus, adalah Tunas Daud, Dia adalah Tunas yang adil.

Mari kita lihat; KEADILAN DARI PADA TUNAS DAUD.
Yeremia 23: 4
(23:4) Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.

Tuhan akan mengangkat gembala untuk menggembalakan kawanan domba dengan baik.
Dalam Mazmur 23 dikatakan, Yesus adalah Gembala yang baik, maka;
-      TAKKAN KEKURANGAN AKU.
Artinya; jasmani dan rohani tercukupi.
-      IA MEMBARINGKAN AKU DI ATAS RUMPUT YANG HIJAU.
Artinya; digembalakan oleh firman penggembalaan.
-      IA MEMBIMBING AKU KE AIR YANG TENANG.
Artinya; dipimpin oleh Roh Kudus.
Berarti, setelah kawanan domba diberi makan, selanjutnya diberi minum, itulah keadaan kawanan domba bila tergembala dalam satu kandang, satu gembala.
·         Makanan rohani bagi domba-domba adalah kebenaran FIRMAN TUHAN.
·         Minuman rohani bagi domba-domba adalah ROH KUDUS.

Yohanes 10: 13
(10:13) Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Seorang gembala upahan tidak memperhatikan domba-dombanya = membiarkan domba-domba terhilang dan tercerai-berai.

Sekarang, kita melihat; Yesus Kristus sebagai Tunas yang adil, juga gembala yang baik.
Yohanes 10: 14
(10:14) Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Yesus adalah gembala yang baik.

Bukti bahwa Yesus adalah gembala yang baik.
Yohanes 10: 11
(10:11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Yesus adalah Gembala yang baik, Ia telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya = memberi hidupnya untuk kawanan domba.

Saudaraku, dalam injil Matius 27: 50, Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa di atas kayu salib.
Berarti, pengertian rohani dari menyerahkan nyawa adalah memberi hidup dan rela berkorban untuk domba-dombanya.

Sedikit kesaksian:
-      Hari Minggu kemarin, salah satu sidang jemaat bercerita kepada saya, bahwa tantenya memfitnah saya.
Fitnah, artinya; perkataan yang tidak benar, memojokkan, menyakiti dan sebagainya.
Kemudian, perkataan itu disampaikan kepada orang tua sidang jemaat ini, kemudian orang tuanya menerima semua perkataan itu.
Tetapi saya berharap kepada Tuhan, saya rela berkorban, dengan demikian ia (pemudi) tetap tergembala dengan baik. Karena saya tahu, betapa hebatnya pengajaran ini menyelamatkan, menolong, memelihara kehidupan saya dan kita semua.
-   Dan masih banyak lagi kesaksian; ketika ada salah satu di antara kita yang ingin bertahan dalam pengajaran mempelai, namun orang tuanya memaki-maki saya, bahkan saudaranya berusaha / berencana membunuh saya.

Namun, saya harus terima itu semua, sekalipun saya belum sesempurna Gembala Agung.
Hanya untuk menolong satu jiwa, seorang gembala harus rela berkorban, seperti Yesus mencari satu domba yang terhilang, Dia meninggalkan yang 99 untuk mencari 1 domba yang terhilang karena tersesat, dan setelah ditemukan, domba itu dipikul di atas pundak-Nya. Itu semua saya alami, namun saya mengatakan ini, bukan untuk pamer.
Kalau seandainya saya seorang gembala upahan, pasti saya tidak mempedulikan segala sesuatunya, apapun yang terjadi di dalam penggembalaan.

Di sini kita memperhatikan sengsara Yesus, di atas kayu salib, lewat seruan-Nya, yaitu: “Eli, Eli lama sabhaktani”, artinya; Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? Yesus mengatakan itu, karena Ia sendirian menanggung penderitaan di atas kayu salib.
Betul-betul Yesus Kristus adalah Tunas Daud, Tunas yang adil bagi kita semua.

Tunas itu adalah pucuk daun yang tumbuh dari pangkal pohon yang ditebang, tetapi ternyata memberi pengharapan yang baru bagi kita, memberi keadilan bagi kita.
Bagi kita, tidak mungkin lagi terjadi perubahan, tidak mungkin lagi terjadi keadilan, tetapi percayalah Yesus Kristus, Dialah Tunas yang adil bagi kita semua. Kita adalah kawanan domba, Dia adalah Gembala Agung.
Kita semua tergembala dan menjadi satu kawanan domba, itu karena darah pengorbanan Yesus Kristus, tetapi kalau kawanan domba tercerai-berai, bukankah ini sangat disayangkan?
Oleh sebab itu, belajarlah memahami, merasakan perasaan Gembala Agung.

Kemudian, pada saat Yesus tampil sebagai Gembala Agung, di situ IA MENYATAKAN KEADILAN dan KEBENARAN-NYA.
Yohanes 10: 14
(10:14) Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Ini adalah keadilan; Yesus, Gembala Agung mengenal domba-domba, juga sebaliknya domba-domba mengenal Gembala Agung = SALING MENGENAL. Tetapi kalau hanya sepihak, itu bukanlah keadilan.

Di sinilah letak keadilan dari Tunas Daud; SALING MENGENAL.
Oleh sebab itu, kalau saudara perhatikan, saya tampil apa adanya; di rumah dan di gereja, baik cara berbicara, cara bersikap semuanya sama, hal itu saya lakukan supaya saudara mengenal saya. Saya juga berharap, supaya saudara tampil apa adanya / tidak ada kemunafikan, supaya saya mengenal saudara.
Yesus telah memberi hati-Nya, biarlah kita sebagai kawanan domba, memberi hati kita kepada Yesus Kristus = saling mengenal.
Jangan lagi ada dosa yang terselubung, sebab itu cukup menyakitkan hati dari pihak Gembala Agung. Kalau hati masih tertutup karena ada yang terselubung / ditutupi oleh karena adanya dosa, itu sangat menyakitkan.
Kita patut bersyukur, karena Yesus, sebagai Gembala Agung, mengenal kita, sebagai kawanan domba-Nya.

Mari kita lihat; BUKTI GEMBALA MENGENAL DOMBA-DOMBANYA.
Yohanes 10: 3
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Gembala yang baik memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya, ini adalah bukti bahwa Yesus adalah gembala yang baik, betul-betul mengenal dombanya.
Kalau gembala upahan jangankan 100 domba, satu dari antara 30 kawanan domba saja, ia tidak kenal.

Saya, sebagai gembala sidang, harus mengenal semua domba-domba, satu per satu, semua sidang jemaat di tempat ini, saya kenal, saya tahu, sebab gembala yang baik mengenal domba-dombanya, memanggil domba-dombanya, masing-masing menurut namanya = mengetahui segala sesuatu.
Apa yang menjadi kekurangan /  kelemahan kita, Yesus Kristus, sebagai Gembala Agung, mengetahui semuanya, mengetahui segala sesuatu, mengenal domba-domba-Nya.

Mari kita perhatikan; KETIKA GEMBALA MEMANGGIL DOMBA-DOMBANYA MASING-MASING MENURUT NAMANYA.
Ibrani 12: 23
(12:23) dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Mengenal nama, berarti; nama-nama itu telah terdaftar di dalam Kerajaan Sorga = nama kita telah terdaftar dalam sorga.
Suatu saat nanti, akan ada pernyataan kepada nabi-nabi palsu: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7: 23).
Kalau nama dikenal, berarti nama kita terdaftar, ini adalah kemurahan Tuhan bagi kita sekalian.

Wahyu 3: 5
(3:5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Barangsiapa menang terhadap dosa yang disebabkan oleh;
-      IBLIS SETAN, itulah roh jahat dan roh najis,
-      DAGING, dengan hawa nafsu dan keinginannya,
-      DUNIA dengan arus dan pengaruhnya yang menghanyutkan,
maka nama kita terdaftar / tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba.

KEUNTUNGAN BILA NAMA TERDAFTAR DALAM KITAB KEHIDUPAN ANAK DOMBA;
-      DIAKUI DI HADAPAN ALLAH BAPA.
= berada dalam kasih Allah Bapa.
-      DAN DIAKUI DI HADAPAN PARA MALAIKAT.
= bala tentara sorgawi / malaikat sorgawi senantiasa berjaga-jaga atas kita = ada keamanan.
Biarlah kita menang terhadap dosa, yang ditimbulkan oleh 3 hal tadi, sehingga demikian kita berada dalam kasih Allah Bapa dan memperoleh keamanan dari bala tentara sorgawi.

Bukankah Yesus benar-benar Tunas adil? Kita sudah melihat keadilan-Nya, bukan hanya slogan, bukan hanya tulisan, tetapi keadilan dari Yesus Kristus benar-benar nyata, benar-benar kita rasakan.

Mari kita lihat; BUKTI DOMBA-DOMBA MENGENAL GEMBALA.
Yohanes 10: 3-4
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
(10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Domba-domba mendengar suara gembala dan mengikuti gembala karena domba-domba mengenal suaranya, ini adalah bukti kalau domba-domba mengenal gembala yang baik.
Biarlah kita senantiasa mengikuti geraknya firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, itulah firman penggembalaan di dalam kandang penggembalaan yang Tuhan percayakan, sampai suatu saat nanti kita dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai perempuan, masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Kembali saya menghimbau; ikutilah terus geraknya firman pengajaran.

Praktek mengikuti.
1 Petrus 2: 21
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Kalau saya dan saudara menjadi satu kawanan domba dalam satu kandang penggembalaan, tujuannya supaya kita mengikuti jejak-Nya, oleh sebab itu di sini dituliskan: “Untuk itulah kamu dipanggil, supaya kamu mengikuti jejak-Nya”.

Mari kita lihat; JEJAK YESUS KRISTUS SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK.
1 Petrus 2: 22-23
(2:22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
(2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

-      IA TIDAK BERBUAT DOSA.
= hidup di dalam kesucian, mulai dari perkataan, hati, pikiran, perasaan, termasuk tubuh, jiwa dan roh.
Bisa saja tubuh tidak berbuat dosa / berbuat baik, tetapi rohnya, jiwanya berbuat dosa.
Tetapi biarlah kita semua di tempat ini tidak berbuat dosa,  mulai dari hati, pikiran, perasaan, termasuk tubuh, jiwa dan roh tidak berbuat dosa = hidup suci.
-      TIPU TIDAK ADA DALAM MULUT-NYA.
= tidak dikuasai roh dusta.
Kalau seseorang berdusta, berarti; dari mulutnya keluar tipu muslihat, sama seperti lidah ular; sumbernya satu, tetapi bercabang dua = tidak ada kebenaran yang keluar dari mulut ular, itulah iblis setan.
Tetapi bagi domba-domba yang tergembala dalam satu kawanan, satu kandang penggembalaan, keadilan yang berasal dari dirinya mengikuti, karena tipu tidak ada dalam mulutnya.
-      KETIKA IA DICACI MAKI, IA TIDAK MEMBALAS DENGAN MENCACI MAKI.
= tidak membalas kejahatan, dengan kejahatan = terlepas dari hukum Taurat = hidup di bawah hukum kasih karunia.
Kalau hidup di bawah hukum kasih karunia; penuh dengan kemurahan, tetapi kalau hidup di bawah hukum Taurat; kejahatan dibalas dengan kejahatan.
-   KETIKA IA MENDERITA, IA TIDAK MENGANCAM, TETAPI IA MENYERAHKANNYA KEPADA DIA, YANG MENGHAKIMI DENGAN ADIL.
Ketika menderita, tidak mengancam; banyak kali di antara kita yang mengancam sesamanya ketika ia menderita.
Bukankah kita adalah manusia yang hina karena dosa; seringkali ketika ditolak / menderita, kita mengancam tetapi gembala yang baik, tidaklah demikian.
Kita patut bersyukur karena Yesus Kristus betul-betul lahir, karena Dia mengenal kedalaman hati kita.
Biarlah kiranya malam hari ini kita beroleh kasih karunia, tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, sebab Tuhan telah menumbuhkan Tunas adil bagi kital, Dia adalah Yesus Kristus, Gembala Agung, Gembala yang baik, yang mengenal domba-domba-Nya.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment