KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Jumat, 28 Desember 2012

IBADAH NATAL SEKOLAH MINGGU, 21 DESEMBER 2012

IBADAH NATAL SEKOLAH MINGGU, 21 DESEMBER 2012


Tema: BAHWA AKU AKAN MENUMBUHKAN TUNAS ADIL BAGI DAUD

Subtema: TUNAS DAUD MEMBERI KEADILAN DAN KEJUJURAN.

Shalom semua anak-anakku...
Tadi, dari 6 pos Sekolah Minggu, mulai dari Sekolah Minggu Pos Perumnas, Sekolah Minggu Pos PCI Blok D, Sekolah Minggu Pos PCI Blok C, Sekolah Minggu Pos Keramatwatu, Sekolah Minggu Pos Merak, dan Sekolah Minggu Pos Serang, sudah mempersembahkan persembahan kepada Tuhan, dan biarlah apa yang sudah dipersembahkan menyenangkan hati Tuhan, amin?
Tiba saatnya bagi kita untuk mendengar firman Tuhan, biarlah kiranya anak-anakku sekalian duduk diam, rapi tersusun dan tenang untuk menikmati hadirat Tuhan.

Segera kita memulai, segera kita mendengar firman Tuhan dari Yeremia 23: 5d, sesuai dengan tema natal kita pada malam hari ini, yaitu: “Bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud.

Yeremia 23: 5d
(23:5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

BAHWA AKU AKAN MENUMBUHKAN TUNAS ADIL BAGI DAUD.

Nanti kita akan melihat keadilan dari Tunas Daud itu bagi kita sekalian, tetapi untuk melihat itu, terlebih dahulu kita perhatikan ...
Yeremia 23: 1-2
(23:1) "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN.
(23:2) Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.

Dari pembacaan ayat 1-2 ini, di sini kita perhatikan; para gembala-gembala tidak memperhatikan kawanan dombanya, sehingga 2 hal terjadi, yaitu:
1.    Domba-domba terhilang.
2.    Domba-domba tercerai-berai / terserak.

Kita perhatikan terlebih dahulu KETERANGAN PERTAMA:
DOMBA-DOMBA TERHILANG.

Kita kaitkan dengan injil Lukas 15.
Lukas 15: 4
(15:4) "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Ada seratus domba-domba, namun satu di antaranya terhilang.
Kalau kita perhatikan di sini; yang menyebabkan satu dari seratus domba ini terhilang, karena ia TERSESAT.
Kalau berada di jalan yang benar, ia pasti tidak sesat, pasti tidak terhilang.

Mari kita lihat domba yang tersesat;
-      perkataannya tidak baik, itu sesat.
-      pikirannya tidak baik, itu sesat.
-      perkataannya jorok / tidak sopan, itu sesat.
-      malas ketika disuruh orang tua, itu sesat.
-      suka berdusta, itu sesat.
-      suka mencuri, itu sesat.
-      melawan orang tua, itu sesat.
-      malas sekolah minggu, itu sesat.
Itulah yang menyebabkan domba terhilang di hadapan Tuhan, yaitu SESAT.

Sekali lagi saya katakan: meskipun hadir dalam Sekolah Minggu, tetapi jika memiliki sikap yang demikian (sesat), sama saja ia terhilang di hadapan Tuhan.
Juga, saya menghimbau kepada para gembala (guru Sekolah Minggu) di tiap-tiap pos sekolah minggu; jangan biarkan domba-domba terhilang, domba-domba harus diperhatikan.

Kita perhatikan KETERANGAN KEDUA:
TERCERAI-BERAI / TERSERAK

Mari kita lihat mengenai; tercerai-berai.
Yohanes 10: 12
(10:12) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Jadi, yang menyebabkan kawanan domba tercerai-berai / yang menyebabkan anak-anak Sekolah Minggu malas datang ibadah Sekolah Minggu dan lebih suka bermain-main, itu karena SERIGALA / karena diterkam oleh anjing hutan.
Serigala / anjing hutan adalah binatang yang buas.

Kemudian, kalau kita perhatikan di sini; gembala-gembala membiarkan kawanan domba terpisah / tercerai-berai dari Tuhan.

Sekarang, mari kita lihat; SI SERIGALA.
Matius 7: 15
(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Serigala yang buas adalah NABI-NABI PALSU, yang mengajarkan ajaran palsu.
Contohnya; menyampaikan firman Tuhan, lalu ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, cerita sana sini (perkara-perkara lahiriah), itu adalah nabi-nabi palsu, yang menyebabkan domba-domba tercerai-berai.

Sekalipun hadir dalam setiap Sekolah Minggu, tetapi kalau hatinya jauh dari Tuhan, dia sedang tercerai-berai, kenapa? Karena nabi-nabi palsu; yang isi firmannya / isi kotbahnya hanya sebatas cerita-cerita lahiriah dan hanya dongeng-dongeng semata.

Itulah keadaan domba-domba kalau gembala-gembala tidak menjaga kawanan domba, tidak menjaga anak-anak sekolah minggu dengan baik;
-      Domba-dombanya telah sesat, namun dibiarkan begitu saja, karena yang terpenting baginya; domba / anak sekolah minggu tersebut, hanya dilihat dari kehadirannya saja.
-      Anak-anak sekolah minggu terikat dengan game, namun dibiarkan oleh gembalanya, karena yang penting bagi gembalanya, dombanya sudah datang sekolah minggu. Sesungguhnya, tidak cukup sampai di situ.

Sekarang, kita bersyukur, Tunas yang adil itu ditumbuhkan oleh Tuhan pada kita, supaya kita mengalami, merasakan keadilan dari Tunas yang adil bagi Daud, juga bagi saya dan kita semua.

Mari kita lihat ...
Jalan keluarnya supaya domba-domba tidak terhilang, supaya domba-domba tidak tercerai-berai.
Yeremia 23: 5
(23:5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Kita bersyukur; Tuhan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud.
Tadi, kita sudah melihat di mana domba-domba terhilang, domba-domba tercerai-berai, namun Tuhan memberi jalan keluarnya, yaitu; TUHAN MENUMBUHKAN TUNAS ADIL BAGI DAUD, itulah Yesus Kristus.
Tunas, artinya; daun / pucuk yang tumbuh dari batang pohon yang ditebang, itulah pribadi Yesus.

Kita bersyukur ada Tunas, sebab sesungguhnya batang pohon itu sudah ditebang, tetapi tanpa diduga, dia bertunas, inilah keadilan yang kita nantikan.

Mari kita lihat; TUNAS YANG ADIL.
Yesaya 11: 1, 3-4
(11:1) Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
(11:3) ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
(11:4) Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

Kita ini adalah ORANG-ORANG LEMAH; APA BUKTINYA KITA LEMAH? Kita TIDAK BERDAYA TERHADAP DOSA;
-      sedikit menghadapi ujian / cobaan, jatuh ke dalam dosa,
-      sedikit rayuan iblis setan, jatuh dalam dosa, ini adalah orang lemah.
Sekarang kita bersyukur, karena Tuhan menumbuhkan Tunas yang adil bagi Daud untuk memberi keadilan bagi yang lemah dan memberi keputusan yang jujur bagi yang tertindas.

Siapa yang masih lemah terhadap dosa? Sedikit ujian / rayuan / godaan dari iblis setan, langsung saja jatuh dalam berbagai dosa, misalnya; marah, berontak pada orang tua, mencuri, itu adalah bukti kalau anak-anak Tuhan masih lemah.
Tetapi kita bersyukur ada Tunas yang adil, memberi kekuatan bagi yang lemah, lewat keadilan Tunas Daud.

Kalau orang lemah tidak mendapat keadilan, maka selama-lamanya dia akan mengalami kelemahan, tetapi kita bersyukur ada Tunas yang adil, sehingga kita terlepas dari kelemahan; terlepas dari melawan orang tua, terlepas dari malas, terlepas dari memberontak, terlepas dari mencuri, terlepas dari berdusta dan sebagainya.

Sekali lagi om Daniel katakan:
Kalau yang lemah tidak memperoleh keadilan, selamanya kita lemah, tak berdaya menghadapi dosa.

Selain Tunas Daud memberi keadilan ...
Yesaya 11: 4
(11:4) Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

Berikutnya, setelah Tunas Daud memberi keadilan bagi yang lemah, TUNAS DAUD MEMBERI KEJUJURAN BAGI YANG TERTINDAS.
Apa buktinya anak-anak Tuhan tertindas? Buktinya adalah ketika menghadapi beban dosa, ia terhimpit, tertindas, tidak ada daya. Tetapi kita patut bersyukur, Tunas Daud memberi kejujuran, supaya kita tidak tertindas lagi.

Kita bersyukur, kita sudah melihat Tunas yang adil;
-      memberi keadilan bagi yang lemah,
-      memberi kejujuran bagi yang tertindas,
dengan demikian, domba-domba tidak terhilang dan tidak tercerai-berai.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar