KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, December 17, 2012

IBADAH RAYA MINGGU, 16 DESEMBER 2012



Tema:  BERKAT TUHAN PANGKAL SELAMAT
            (Seri 02)

Subtema: BANGUNAN YANG DIDIRIKAN MENURUT HUKUM TAURAT ADALAH BANGUNAN YANG SIA-SIA

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Biarlah kiranya ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan ini, mengarah pada Kristus sebagai kepala, supaya ibadah ini menjadi maju. Oleh sebab itu, layanilah Tuhan tanpa kepentingan-kepentingan, supaya kemuliaan Allah nyata dalam setiap ibadah yang Tuhan percayakan.

Segera kita mendengar firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu, tentang “Berkat Tuhan pangkal selamat”, dari Mazmur 127: 1-5, namun kita hanya membaca aya 1-2.

Mazmur 127: 1-2
(127:1) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
(127:2) Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah -- sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.


Ada 3 hal yang mendatangkan kesia-siaan di atas muka bumi ini:
-      YANG PERTAMA: Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.
-      YANG KEDUA: Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
-      YANG KETIGA: Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah.
Itulah 3 hal yang mendatangkan kesia-siaan di atas muka bumi ini.

Sekarang kita masih memperhatikan kesia-siaan yang pertama, yaitu:
JIKALAU BUKAN TUHAN YANG MEMBANGUN RUMAH, SIA-SIALAH USAHA ORANG YANG MEMBANGUNNYA

Mari kita perhatikan dalam injil Yohanes 2.
Yohanes 2: 18-20
(2:18) Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
(2:19) Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
(2:20) Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

Di sini kita perhatikan; BAIT ALLAH DIDIRIKAN SELAMA 46 TAHUN.
Kalau kita kaitkan dengan 2 loh batu, maka;
-      angka 4 -> loh batu yang pertama.
Sebab, pada loh batu pertama tertulis 4 hukum.
-      angka 6 -> loh batu yang kedua.
Sebab, pada loh batu yang kedua tertulis 6 hukum.

Kesimpulannya:
Jika Bait Allah didirikan selama 46 tahun, artinya; BAIT ALLAH DIBANGUN MENURUT HUKUM TAURAT, berarti bukan menurut hukum kasih karunia Tuhan = TIDAK DIBANGUN OLEH TUHAN.
Hukum Taurat; “tangan ganti tangan, mata ganti mata, gigi ganti gigi”, artinya; kejahatan dibalas kejahatan = orang yang bersalah tidak luput dari hukuman.

Keadaan seseorang bila berada di bawah hukum Taurat.
1.    Roma 2: 15
(2:15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Saudaraku, kalau hidup di bawah hukum Taurat, maka seorang akan yang lain; SALING MENUDUH dan SALING MEMBELA.
Kalau seseorang suka menuduh sesamanya, maka ia pasti suka membela dirinya.
-      MENUDUH, berarti; mempersalahkan orang lain = tidak memberi pengampunan / tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk berubah.
-      MEMBELA, berarti; membenarkan dirinya sendiri.
Inilah keadaan seseorang bila berada di bawah hukum Taurat.

2.    Roma 2: 25
(2:25) Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya.

Sunat itu berguna, tetapi jika seseorang melanggar hukum Taurat, maka sunat tidak ada lagi gunanya = IBADAH LAHIRIAH / IBADAH YANG DILANGSUNGKAN SECARA LAHIRIAH.
Apa artinya sunat kalau melanggar hukum Taurat? Kalau sunat tanpa arti = ibadah lahiriah.

Matius 15: 8
(15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Ibadah lahiriah itu; bibir memuliakan Tuhan, tetapi hatinya jauh dari pada Tuhan.
Barangkali sidang jemaat hadir dalam ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan, kemudian mulut / bibir memuji memuliakan Tuhan, disertai dengan tepuk tangan, tetapi kalau hati jauh dari Tuhan, inilah yang disebut ibadah lahiriah = lahiriahnya / tubuh jasmaninya berada di dalam rumah Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan.

Matius 15: 9
(15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ajaran yang diajarkan ialah perintah manusia = ibadah liturgis.
Kalau ibadahnya lahiriah, disebut juga ibadah liturgis; ibadah menurut aturan / perintah manusia saja.

Matius 15: 7
(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:

Kalau menjalankan ibadah secara lahiriah / ibadah yang liturgis, disebut orang munafik.
Munafik = di luar dan di dalam tidak sama; di luar tampak kelihatan baik, tetapi di dalamnya penuh dengan kejahatan, inilah yang disebut orang munafik.
Saudaraku, biarlah kiranya kita memperhatikan firman ini dengan baik.

Itulah yang terjadi jika hidup di bawah hukum Taurat.
Kalau seseorang terlihat baik tetapi di dalamnya tidak baik / penuh dengan kejahatan, dampak negatifnya bagi orang-orang di sekitar kita pun sangat menyakitkan, karena tidak bisa dibuktikan kesalahannya oleh mata jasmani.
Hati-hati, dengan hal seperti ini! Jangan sampai orang lain mempersalahkan sesama karena dosa kemunafikan; akibat kemunafikan kita, orang lain yang dipersalahkan.

Roma 8: 3a
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

Hukum Taurat tidak berdaya oleh daging, berarti; oleh karena hawa nafsu dan keinginan daging, hukum Taurat menjadi lemah, tidak mampu menolong seseorang, tidak mampu melepaskan seseorang dari kematian / kebinasaan, karena dosa.

Saya ulangi kembali:
Oleh karena hawa nafsu dan keinginan daging, hukum Taurat menjadi lemah / tidak berdaya.
Berarti dapat kita simpulkan; hukum Taurat tidak bisa membebaskan orang dari dosa yang ditimbulkan oleh hawa nafsu daging, sebab hukum Taurat itu tidak berdaya oleh daging.

Akibatnya.
Yohanes 2: 13-15
(2:13) Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
(2:14) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
(2:15) Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

AKIBAT YANG PERTAMA:
DI DALAM BAIT SUCI DIDAPATINYA PEDAGANG-PEDAGANG LEMBU, KAMBING DOMBA DAN MERPATI.
Saudaraku, di dalam perjanjian lama, 3 jenis binatang ini dipergunakan sebagai korban dan persembahan, secara khusus di dalam kitab Imamat, 3 jenis binatang ini dipersembahkan sebagai korban bakaran.
Berarti, kalau 3 jenis binatang ini diperjual-belikan, arti rohaninya untuk kita sekarang adalah; MENJUAL KORBAN KRISTUS / TIDAK MENGHARGAI KORBAN KRISTUS = tidak menghargai pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib.

Sebagai bukti:
-      TIDAK MENGHARGAI IBADAH YANG TUHAN PERCAYAKAN.
Orang yang tidak menghargai ibadah yang Tuhan percayakan; kadang datang beribadah, kadang tidak datang (ibadah sesuka hati).
-      TIDAK MENGHARGAI PELAYANAN YANG TUHAN PERCAYAKAN.
Kalau tidak menghargai pelayanan yang Tuhan percayakan, berarti; melayani dengan asal-asalan;
·         Melayani karena kepentingan-kepentingan.
·         Melayani karena ingin menonjolkan diri.
·         Melayani karena ingin memperlihatkan diri kepada orang lain.
Sekalipun saudara berjuang dalam pelayanan, tetapi kalau di dalamnya ada kepentingan-kepentingan, karena ingin menonjolkan diri = melayani dengan asal-asalan.
-      TIDAK MENGHARGAI KARUNIA-KARUNIA YANG TUHAN PERCAYAKAN.
Masing-masing sidang jemaat telah diperlengkapi dengan 9 karunia, ada karunia iman, ada karunia untuk menyembuhkan, ada karunia berkata-kata dengan bahasa Roh, dan berkata-kata dengan pengetahuan, hikmat, dan lain sebagainya (1 Korintus 12: 8-9).
Tetapi kalau karunia yang Tuhan percayakan tidak dipergunakan, berarti; tidak menghargai korban Kristus.
Saya menghimbau kepada sidang jemaat; hargailah karunia yang Tuhan percayakan, jangan membiarkan diri mati rohani.
-      TIDAK MENGHARGAI JABATAN YANG TUHAN PERCAYAKAN.
Saudaraku, Yesus turun ke dunia yang paling rendah, untuk memberikan jabatan RASUL, NABI, PENGINJIL, GEMBALA dan GURU. Tetapi kalau tidak memperhatikan 5 jabatan yang Tuhan percayakan ini = tidak menghargai korban Kristus.

AKIBAT YANG KEDUA:
DI DALAM BAIT SUCI TERDAPAT MEJA-MEJA PENUKAR UANG.
Arti rohaninya untuk kita sekarang adalah hati menjadi tempatnya uang.
Kalau hati menjadi tempatnya uang, berarti; FIRMAN TUHAN TIDAK MEMPEROLEH TEMPAT DI DALAM HATI = CINTA AKAN UANG.

1 Timotius 6: 10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Berarti, segala kejahatan itu terjadi karena seseorang cinta uang.
Saudaraku, kalau kita perhatikan di sini; oleh karena memburu uang, beberapa orang ...
-      MENYIMPANG DARI IMAN.
= menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.
Banyak terdapat penyimpangan-penyimpangan, banyak terdapat kesalahan-kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, inilah yang disebut menyimpang dari iman = tidak lagi berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.
-      MENYIKSA DIRINYA DENGAN BERBAGAI-BAGAI DUKA.
Saudara perhatikan saja orang yang cinta uang; orang yang seperti ini pasti menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Kalau saudara perhatikan orang yang korupsi (koruptor), karena memburu uang, ia menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (penuh dengan ketakutan / dikejar-kejar bayangan).

Saudaraku, cinta uang disebut juga SERAKAH dan TAMAK; akhirnya mencuri miliknya Tuhan, yaitu SEPERSEPULUH dan merampas haknya orang lain.
Contoh kecil saja; kalau melayani karena cinta akan uang, membuat kita tertekan batin.

AKIBAT YANG KETIGA:
ADANYA KEDUDUKAN DI DALAM BAIT ALLAH.
Artinya; mempertahankan harga diri, egosentris, dan adanya kebenaran diri sendiri, itu adalah kedudukan di dalam Bait Allah, sehingga Allah tidak bertakhta = tidak menempatkan Kristus sebagai kepala = tubuh terpisah dari kepala, tubuh berjalan tanpa kepala, inilah akibatnya.

Kesimpulannya saudaraku: Bait Allah menjadi tempat berjualan = Bait Allah menjadi pasar.
Mari kita perhatikan; pengertian pasar.
1.    PASAR YANG PERTAMA.
= dikuasai roh jual beli, itulah ROH ANTIKRIS. Jadi, pasar itu disebut juga roh antikris.

Mari kita lihat; roh antikris.
Wahyu 13: 17-18
(13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
(13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Saudaraku, tidak seorang pun dapat MEMBELI atau MENJUAL, kalau tidak memakai tanda nama binatang itu di tangan kanan atau pun di dahinya; adapun bilangan nama binatang itu adalah 666.

2.    PASAR YANG KEDUA.
Matius 21: 12-13
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
(21:13) dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Pengertian yang kedua dari pasar adalah SARANG PENYAMUN.
Sarang penyamun = tempat berkumpulnya semua dosa kejahatan.
Itu sebabnya kalau saudara perhatikan; pasar itu baunya minta ampun, tidak ada pasar yang wangi, semua pasar pasti bau. Demikian juga, kalau seseorang dikuasai dosa; menjadi sarang penyamun, ia akan tetap bau, meskipun dia cantik ataupun ganteng.
Saudaraku, untuk menghilangkan bau itu, kiranya kita membersihkan diri dengan air yang banyak, itulah air firman Tuhan.

Jalan keluarnya bagi kita sekarang.
Yohanes 2: 19-22
(2:19) Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
(2:21) Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
(2:22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Jalan keluarnya adalah; MEROMBAK BAIT SUCI DENGAN CARA 3 HARI.
Angka 3 -> kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Roma 6: 3-4
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

-      Kuasa kematian Yesus Kristus; mengubur hidup yang lama.
-      Kuasa kebangkitan Yesus Kristus; hidup dalam hidup yang baru.

Hasilnya.
Yohanes 2: 22
(2:22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Lewat kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus ini, murid-murid percaya terhadap kitab suci dan setiap perkataan yang telah diucapkan Yesus Kristus.
Kiranya kita semua menjadi Bait Allah yang sudah dirombak. lewat KEMATIAN dan KEBANGKITAN Yesus Kristus, sehingga orang banyak juga percaya pada kitab suci, percaya pada injil kerajaan, percaya pada perkataan Kristus.

Kita patut bersyukur karena Tuhan yang mendirikan rumah, ijinkanlah rumah Tuhan dibangun / dirombak kembali selama 3 hari saja, supaya tidak ada lagi kedudukan di dalamnya, supaya kita menghargai korban Kristus, supaya kita tidak lagi cinta akan uang. Ijinkanlah kuasa kematian dan kebangkitan merombak Bait Suci, supaya kita mengerti kitab suci, mengerti setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, mengerti rencana Allah, mengerti kehendak Allah, maksud Allah, sampai mengerti kedalaman isi hati Tuhan. Terpujilah Tuhan kekal sampai selama-lamanya.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment