KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, February 11, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 24 JANUARI 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 24 JANUARI 2018
(Seri 138)

KITAB KOLOSE

Subtema: TERANG YESYURUN.

Shalom saudaraku...
Selamat malam, salam sejahtera, salam di dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan. Sebelum kita membawa diri kita rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Saya juga menyapa anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti live streaming, video internet Youtube, maupun Facebook, dimanapun anda berada.
Selamat malam juga Bapak Pendeta Mamahit dan Ibu, bersama-sama dengan kita malam ini lewat Ibadah Doa Penyembahan.

Mari segera kita menikmati kemurahan Tuhan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose 2.
Kita sudah mengakhiri Kolose 1, dalam susunan Tabernakel terkena pada Tabut Perjanjian.
Kemudian, malam ini kita memasuki Kolose 2. Sesungguhnya pada minggu lalu kita sudah memasuki Kolose 2, sebagai pendahuluan yang pertama.
Namun malam ini kita juga kita masih memperhatikan pendahuluan yang kedua.

Kolose pasal dua, terdiri dari tiga perikop atau tema.
-        Yang pertama; Kolose 2: 1-5, itu kelanjutan dari Kolose 1: 24.
-        Yang kedua; Kolose 2: 6-15, yaitu kepenuhan hidup dalam Kristus.
-        Yang ketiga; Kolose 2: 16-23, yaitu carilah perkara yang di atas.

Kemudian, Kolose 2: 1-14, dalam susunan Tabernakel terkena pada kandil atau kaki dian emas (pelita emas).
Arti rohani dari kandil/kaki dian emas (pelita emas) adalah bayangan dari sidang jemaat Tuhan.

Wahyu 1: 20
(1:20) Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
Ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat. Jadi, ketujuh sidang jemaat yang ada di Asia kecil adalah bayangan dari kaki dian emas.

Wahyu 4: 5
(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Tujuh lampu atau tujuh obor yang menyala-nyala, itulah ketujuh Roh Allah.
Orang-orang yang sudah melayani Tuhan adalah orang-orang yang diurapi Tuhan, untuk menjadi kesaksian atau menjadi terang di tengah-tengah dunia ini.
Jadi,  tujuh lampu yang menyala-nyala, posisinya, berada di hadapan takhta -> orang-orang yang melayani Tuhan.

Lebih rinci kita memperhatikan tentang; TUJUH OBOR ATAU TUJUH LAMPU YANG MENYALA-NYALA.
Wahyu 5: 6
(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Anak Domba yang telah disembelih selain bertanduk tujuh, juga bermata tujuh.
Tujuh mata itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi, untuk menjadi kesaksian, untuk menjadi terang di tengah dunia ini. Itulah orang-orang yang diurapi, sebab dunia yang sekarang kita huni ini sedang berada di dalam kegelapan (gelap gulita).
Demikian halnya dalam Ruangan Suci akan berada dalam kegelapan kalau kandil atau kaki dian emas tidak ada di dalamnya. Dunia yang sedang kita huni ini untuk sementara.

Kita semua diutus di bumi provinsi Banten bukan suatu kebetulan, supaya kita menjadi terang, menjadi kesaksian.

Filipi 2: 15
(2:15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
Terang dunia, berarti; bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.
Di antara mereka -> angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat.

Sekarang lihat keterangan: BENGKOK HATI -> sedang berada di dalam kegelapan.

Ulangan 32: 4-5
(32:4) Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.
(32:5) Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.

Bengkok hatinya, berarti berlaku busuk terhadap Dia, yaitu Gunung Batu.
Inilah orang-orang yang berada di dalam kegelapan, yaitu; orang-orang yang harus diterangi.

Ulangan 32: 15
(32:15) Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, -- bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun -- dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Mereka meninggalkan Allah (bangsa Israel), sebab mereka memandang rendah gunung batu keselamatan = tidak menghargai korban Kristus.
Padahal Allah sendiri menyebut mereka: Yesyurun, berarti Tuhan mengakui mereka (bangsa Israel) sebagai orang-orang pilihan, sebagai kesayangan, bahkan diistimewakan dari semua bangsa.
Tetapi rupanya, Yesyurun menendang ke belakang. Kalau kita sejenak mengingat masa lalu sebelum dipanggil Tuhan, betapa jahatnya, betapa kotornya, betapa najisnya dan kurang bijaksananya kita di dalam hidup ini, di dalam menyikapi segala sesuatu.

Ulangan 32: 6-10
(32:6) Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?
(32:7) Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.
(32:8) Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.
(32:9) Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
(32:10) Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Kesimpulannya, Yesyurun menendang ke belakang, menunjukkan bahwa mereka; lupa diri.
Dua hal penting untuk selalu diingat;
-        Yang pertama: sesungguhnya Tuhanlah yang menciptakan manusia dari segumpal tanah liat, lalu dibentuk menurut gambar dan rupa Allah.
-        Selanjutnya, yang kedua; Tuhan membagi-bagikan milik pusaka kepada mereka.
Saudaraku, kita patut bersyukur kepada Tuhan, Ia telah memberikan ibadah-ibadah ini kepada kita, yang juga disebut kebun anggur Allah sebagai milik pusaka yang harus kita pertahankan, berarti tidak boleh dijual.

Kemudian, yang harus kita ingat, YANG KEDUA: didapati-Nya mereka di suatu negeri yang digambarkan dengan padang gurun.
Padang gurun, berarti;
-        Di tengah-tengah ketandusan.
Arti tandus; kering-kering, tidak menghasilkan buah yang manis di hadapan Tuhan, itu menunjuk kepada orang yang hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan.
Kalau ranting melekat pada pokok anggur, maka ranting akan menghasilkan buah anggur yang manis. Buah anggur yang manis ini dapat dicicipi dan dinikmati oleh Tuhan. Lewat ibadah dan pelayanan kita. Kalau dua kaki, dua tangan sudah melakukan firman, melakukan kehendak Allah Bapa, maka akan menghasilkan buah anggur yang manis, dapat dicicipi, dinikmati oleh Tuhan. Tetapi di sini kita melihat; Tuhan mendapati mereka di padang gurun, berarti di tengah-tengah ketandusan = kering-kering = tidak menghasilkan buah yang manis di hadapan Tuhan -> orang yang hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan.
Ingat masa lalu? Jauh dari Tuhan, tidak ada persekutuan, dua tangan tidak menghasilkan apa-apa, dua kaki tidak menghasilkan apa-apa. Itu padang gurun, tandus, kering-kering, tidak ada persekutuan, seperti ranting tidak melekat pada pokok anggur, menjadi kering.
-        Auman padang belantara.
Artinya; penuh dengan suara daging -> orang-orang yang hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.
Tetapi dikelilingi-Nya, dan diawasi-Nya, dan dijagai-Nya sebagai biji mata Tuhan.
Namun pada ayat 15, Yesyurun menendang ke belakang, berarti bangsa Israel tidak tahu diri.

Ulangan 32: 16
(32:16) Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian,

Praktek bengkok hati: bangsa Israel dalam suasana:
-        Menyembah allah asing.
-        Menyembah dewa kekejian.

Tentang: MENYEMBAH ALLAH ASING.
Ulangan 32: 17
(32:17) mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.

Di sini kita melihat; mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat, kepada allah yang tidak mereka kenal. Inilah praktek menyembah allah asing.

1 Korintus 10: 18-23
(10:18) Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
(10:19) Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
(10:20) Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
(10:21) Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.
(10:22) Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
(10:23) "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Tuhan tidak menginginkan kita bersekutu dengan roh-roh jahat. Anak Tuhan yang sudah melayani Tuhan tidak boleh bersekutu dengan roh jahat. Kemudian anak Tuhan yang sudah menikmati firman, tidak boleh juga menikmati dosa, tidak boleh bersekutu dengan roh-roh jahat.
Oleh sebab itu, di sini Rasul Paulus tekankan; segala sesuatu diperbolehkan, benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna, kemudian segala sesuatu diperbolehkan, benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Saudaraku, tidak salah sekolah, sampai menempuh jenjang pendidikan yang tinggi, tidak salah bekerja, tidak salah kuliah, tidak salah melakukan sesuatu yang baik menurut pemikiran manusia, namun itu tidak selamanya berguna untuk hidup rohani, kemudian tidak selamanya itu membangun hidup rohani.
Namun apabila itu menjadi prioritas utama = bersekutu dengan roh-roh jahat.  Itu yang Tuhan tidak mau.

Kalau pekerjaan nomor satu, inilah allah yang baru dikenal. Dulu tekun mempertahankan milik pusaka, ibadah dan pelayanan dan mezbah, namun setelah kuliah, dan memprioritaskannya, itu allah yang baru dikenal, persis Yesyurun menendang ke belakang, tidak tau diri.
Coba ingat dulu, lihat ke belakang, seperti apa rupa kita sebelum dipanggil Tuhan.
Tadi kita sudah lihat, yang pertama; Tuhan menciptakan mereka dari segumpal tanah lihat lalu dibentuk segambar serupa dengan Dia. kemudian, Tuhan temukan mereka di padang gurun, dipelihara, dilindungi, dijaga, tetapi setelah gemuk Yesyurun menendang ke belakang, lupa diri. Akhirnya, dari gelap kembali kepada gelap.

Ayo, hati-hati dengan allah yang baru dikenal. Tidak salah kuliah ya. Tidak salah sekolah, menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Juga tidak salah bekerja. Namun kalau semua perkara itu yang menjadi prioritas utama, berarti sedang bersekutu dengan roh-roh jahat.
Rasul Paulus berkata; apa aku bicara soal berhala, apa aku bicara soal roh-roh jahat? Tidak.
Oleh sebab itu anak Tuhan yang sudah melayani tidak boleh lagi bersekutu dengan roh-roh jahat. Yang sudah menikmati firman, tidak boleh lagi menikmati dosa.
Itulah sedikit tentang allah asing yang baru dikenal tadi.

Tentang: MENYEMBAH DEWA KEKEJIAN.
Dewa kekejian itulah mamon atau cinta akan uang.

1 Timotius 6: 10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Akar segala kejahatan ialah: cinta akan uang.
Kalau hati terpikat dengan uang, maka otomatis hatinya jauh dari Tuhan.

Kemudian, oleh sebab memburu uang, beberapa orang telah menyimpang dari iman. Orang yang cinta uang, dia akan memburu uang, tetapi akhirnya dia akan banyak menyimpang dari iman.
Lihat, nabi-nabi palsu di dalam 2 Petrus 2: 2-3, melayani tetapi karena cinta akan uang, melayani karena perut mereka, sehingga mereka menyampaikan firman yang ditambahkan dan dikurangkan.
-        Firman yang ditambahkan; menyampaikan satu dua ayat lalu ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek tua, takhayul-takhayul untuk mencari untung.
-        Firman yang dikurangkan; firman tentang salib diganti dengan dua hal, yaitu:
1.     Teori kemakmuran, artinya; orang Kristen tidak boleh miskin, harus kaya.
2.     Mujizat-mujizat, tanda-tanda heran, tetapi salib dikecilkan.
Mengapa terjadi? Oleh karena memburu uanglah banyak orang menyimpang dari iman, dari kebenaran, ini akibat cinta akan uang. Inilah dewa kekejian itu.

Kemudian, oleh karena memburu uang, banyak orang menyiksa dirinya dengan cara overtime (pulang-pulang jauh malam). Cari uang, cari makanan, cari roti, sampai jauh-jauh malam, tetapi kehidupan yang seperti ini sia-sia. Pendeknya, menyembah dewa kekejian adalah suatu kesia-siaan.

Suatu kali nanti, pembinasa keji berdiri di tempat kudus, sesuai dengan Wahyu 11: 2, menginjak-injak kota suci selama 42 bulan atau 3.5 tahun, sesuai juga dengan Matius 24: 15 dan Daniel 9: 27.
Jadi kalau tidak dari sekarang kita melepaskan diri dari Mamon (dewa kekejian), saya kuatirkan kehidupan orang semacam ini.
Kelak nanti pada masa aniaya antikris terjadi. Orang seperti ini mudah sekali diseret. Sekarang saja dia tidak bisa melepaskan diri dari mamon (cinta akan uang), apalagi ancaman dari si pembinasa keji.

Hari ini tepatnya terjadi gerhana bulan menjadi darah, berarti kedudukan dari gereja Tuhan sekarang berada di dalam Wahyu 6: 12-17, maka kita patut bersyukur, firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu begitu jelasnya membawa kita sekarang sampai kepada Wahyu 8.
Oleh sebab itu kalau tidak dari sekarang melepaskan diri dari cinta akan uang, tidak tertutup kemungkinan dia diseret oleh pembinasa keji. Hari ini saja kita tidak bisa lepas, apalagi nanti dengan ancaman-ancaman maut. Tidak diberi berjualan, tidak diberi makan dan minum. Siapa yang bisa bertahan?
Satu hari saja puasa orang sudah merasa menderita, bagaimana kalau dua hari? Bagaimana kalau tiga hari, bagaimana kalau satu minggu?

Hati-hati. Kedudukan gereja Tuhan sekarang, persis di Wahyu 6: 12-17. Hebatnya hikmat Tuhan dari firman yang kita terima, kita bisa tahu kedatangan Tuhan seperti apa. Oleh sebab itu kedatangan Tuhan tidak seperti pencuri di malam hari bagi kita, karena kita sudah siap sedia.

Hati-hati. Sudah dipanggil dari kegelapan, namun kembali lagi kepada kegelapan, seperti Yesyurun menendang ke belakang, mereka lupa, mereka kembali menyembah allah asing, membuat hati Tuhan cemburu, terhadap berhala yang baru dikenal oleh mereka, selain itu menyembah dewa kekejian, itulah mamon, cinta akan uang.
Akibatnya; menyimpang dari iman dan menyiksa diri dalam berbagai-bagai duka. Kalau menderita karena pukulan, itu bukan kasih karunia. Kalau kita menderita karena sengsara salib, aniaya karena firman, itulah kasih karunia.

Itulah sebabnya Tuhan berkata bahwa mereka, setelah Yesyurun gemuk menendang ke belakang, lupa diri. Saya masih ingat waktu pertama kita dipanggil, doa tidak bisa, menyanyi tidak bisa, tidak mengerti apa-apa. Namun sekarang kita telah digemukkan oleh firman, oleh Roh, dan kasih Allah, tetapi jangan sampai menendang ke belakang, artinya: jangan sampai dipanggil dari kegelapan, kembali ke kegelapan.

Jalan keluar supaya terangnya tetap bercahaya.
Filipi 2: 12-16
(2:12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
(2:13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
(2:14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
(2:15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
(2:16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Untuk menjadi terang dunia (terangnya bercahaya di tengah dunia ini), dimulai dengan;
Yang pertama: TAAT.
Taat, berarti takluk kepada firman, tunduk kepada firman, berarti setia dan dengar-dengaran.
Ayo, dasar kita melayani bukan karena kemampuan daging, bukan karena kita bisa, bukan karena kita pintar, tetapi dasar kita melayani Tuhan adalah karena dengar-dengaran.

Untuk menjadi terang dunia (terangnya bercahaya di tengah dunia ini), dimulai dengan;
Yang kedua: MEMILIKI KEMAUAN DARI TUHAN.
Berbeda dengan kemauan yang berasal dari manusia atau diri sendiri, orang yang seperti ini bekerja karena ada kepentingan, karena ada sesuatu di dalamnya.

Tanda memiliki kemauan dari Tuhan.
Filipi 2: 13
(2:13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Tanda memiliki kemauan dari Tuhan; bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dari Tuhan, atau yang Tuhan percayakan.
Tanggung jawab kita sudah sampai sejauh mana? Atau berhenti di tengah jalan?
Orang yang berhenti di tengah jalan pasti awalnya dia melayani karena kemauan yang berasal dari diri sendiri. Tetapi kalau memiliki kemauan yang dari Tuhan, tandanya; dia akan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan sampai mil-mil terakhir, berarti sampai kedatangan Tuhan untuk yang kedua kali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Sampai mil-mil terakhir, sampai tapal batasnya Tuhan.

Untuk menjadi terang dunia (terangnya bercahaya di tengah dunia ini), dimulai dengan;
Yang ketiga: BERPEGANG PADA FIRMAN KEHIDUPAN.
Filipi 2: 16
(2:16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
Berpegang pada firman kehidupan. Firman kehidupan adalah firman kasih karunia.
Kita hidup karena kasih karunia, bukan karena kita hebat, bukan karena kita bisa, bukan karena kita kaya.
Sambil berpegang pada firman kehidupan, itulah firman kasih karunia.

Kita baca; tentang firman kasih karunia/firman kehidupan.
1 Petrus 2: 19-20
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Pengajaran salib itu adalah firman kehidupan, itu kasih karunia.
Apa pengajaran salib? Menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung = kasih karunia.
Sengsara salib, aniaya karena firman, itu adalah kasih karunia. Itu firman kehidupan.

Akhir-akhir ini banyak gereja menganut ajaran-ajaran asing. Ajaran pelipat gandaan uang di dalam gereja, itu banyak sekali sedang marak. Teologi kemakmuran, dan lain sebagainya, mengutamakan mujizat, tetapi salib dikecilkan. Itu bukan firman kasih karunia. Itu bukan firman kehidupan.
Tetapi biarlah hari-hari ini kita terus setia melayani Tuhan sambil berpegang pada firman kehidupan.

Filipi 2: 15
(2:15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
Sampai akhirnya terang itu bercahaya di dalam kegelapan. Ayo, berpegang kepada tiga hal tadi; taat, memiliki kemauan dari Tuhan, sambil berpegang pada firman kehidupan, sampai akhirnya kita tidak beraib, tidak bernoda, sebagai anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah kegelapan dunia (di dalamnya orang yang bengkok hatinya, dan yang sesat, kita bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

Filipi 2: 16
(2:16) sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
Kita sudah lama melayani Tuhan, sudah lama mengikuti Tuhan, disertai pengorbanan, baik tenaga, pikiran dan waktu, kalau terangnya tetap bercahaya sampai Tuhan datang pad akali yang kedua, semuanya tidak sia-sia.
Jerih payah tidak sia-sia. Pengorbanan tidak sia-sia. Dan tiga hal yang kita perbuat; taat, memiliki kemauan, sambil berpegang pada firman kehidupan, tidak sia-sia.

Bintang walaupun terlihat kecil, tetapi dia tetap bercahaya di tengah kegelapan. Sedikit terang akan mengalahkan kegelapan.
Bintang terangnya sedikit saja. Kecil saja, tetapi terangnya bercahaya untuk menuntun orang kepada kebenaran/kepada terang.

Sebagai Yesyurun, umat yang disayangi, dipilih, bahkan diistimewakan, jangan menendang ke belakang. Tuhan membawa kita dan membagi-bagikan milik pusaka, berada dalam kebun anggur supaya menjadi terang, supaya menjadi tujuh lampu, tujuh obor yang menyala di atas kaki dian. Itulah tujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi untuk menjadi terang, kesaksian, baik perkataan, baik perbuatan, solah tingkah, gerak-gerik sekecil apapun, dimulai dari dalam diri sendiri, nanti terang itu akan bercahaya.
Kita diutus untuk menjadi terang dunia, menjadi kesaksian, supaya nama Tuhan dipermuliakan.
Orang yang bengkok hatinya dan yang sesat tertolong. Itu tanggung jawab kita bersama-sama, supaya di atas segalanya nama Tuhan dipermuliakan. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


No comments:

Post a Comment