KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, November 14, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 SEPTEMBER 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 18 SEPTEMBER 2018

KITAB KOLOSE
(Seri: 139)

Subtema : SUNAT LAHIRIAH.

Shalom saudaraku.

Salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Sebelum kita tersungkur di bawah kaki salib Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatkan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, hamba Tuhan yang sedang mengikuti pemberitaan firman Tuhan lewat live streaming atau video internet Youtube maupun Facebook, di dalam negeri maupun di luar negeri di manapun anda berada, kiranya Tuhan memberkati kita. Kebahagiaan sorgawi turun atas kita malam ini dan sampai selama-lamanya.

Tiba saatnya kita memperhatikan Kolose 2
Kolose 2: 11
(2:11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
Terlebih dahulu kita perhatikan Kolose 2: 11 bagian A: “Dalam Dia kamu telah disunat
Sunat terdiri dari:
a.   Sunat lahiriah
b.   Sunat Kristus
Kita akan melihat tentang kedua sunat tersebut.

Diawali dengan: SUNAT LAHIRIAH.
Sunat lahiriah adalah sunat yang dilakukan oleh manusia.
Efesus 2: 11
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
Sunat lahiriah dikerjakan oleh tangan manusia bukan pekerjaan dari Tuhan -> ibadah yang dijalankan secara lahiriah.
Menjalankan ibadah lahiriah adalah kesia-siaan.

Efesus 2: 14-15
(2:14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
(2:15) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Menjalankan ibadah secara lahiriah berarti berada di bawah Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.

Filipi 3: 4-6
(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
(3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
(3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Ketika Rasul Paulus bermegah dalam hal-hal yang lahiriah, menunjukkan bahwa ia hidup menurut perintah dan ketentuan-ketentuan dari hukum Taurat itu sendiri, misalnya;
1.   Disunat pada hari kedelapan,
2.   Dari bangsa Israel,
3.   Dari suku Benyamin,
4.   Orang Ibrani asli,
5.   Tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
6.   Berada dalam kegiatan rohani tetapi penganiaya jemaat,
7.   Dalam hal mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat.
Inilah kelebihan-kelebihan Rasul Paulus secara lahiriah, sehingga pada ayat 4 bagian B, Rasul Paulus berkata: “Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi

Tujuh perkara di atas adalah kelebihan-kelebihan secara lahiriah yang dimiliki oleh Rasul Paulus.
Kemudian, tujuh perkara tersebut dibagi menjadi dua bagian.
YANG PERTAMA: Hal pertama sampai hal keempat adalah hal-hal yang sudah melekat di dalam diri Rasul Paulus.
YANG KEDUA: Hal kelima sampai hal ketujuh adalah tindakan atau perbuatan dari Rasul Paulus itu sendiri.
Pada bagian yang kedua ini sangat menunjukkan bahwa Rasul Paulus berada di bawah hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuan-ketentuannya, tetapi dia seorang penganiaya jemaat dan orang Farisi.

Kita baca kembali ayat 5-6 ...
Filipi 3: 5-6
(3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
(3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat
Jadi bagian yang kedua ini (hal kelima sampai hal ketujuh) menunjukkan bahwa Rasul Paulus berada di bawah hukum Taurat, tetapi dia seorang penganiaya jemaat dan orang Farisi.
Seorang PENGANIAYA JEMAAT menunjukkan bahwa Rasul Paulus seorang aktivis dalam hal yang rohani tetapi radikalisme bila tidak sepaham dengan dia.

Bukti-bukti bahwa Rasul Paulus seorang penganiaya jemaat.
Kisah Para Rasul 26: 9
(26:9) Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret.

bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret” kalimat ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang radikal. Melayani menurut perintah dan hukum Taurat tetapi radikal.

Kisah Para Rasul 26: 10-11
(26:10) Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.
(26:11) Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."

Rasul Paulus menentang nama Yesus dengan cara:
-     Memasukkan orang kudus ke dalam penjara.
-     Menghukum mati orang-orang kudus.
Kemudian, di dalam rumah-rumah ibadah;
-     Orang-orang kudus disiksa.
-     Orang-orang kudus dipaksa untuk menyangkal imannya.
Dia melakukan hal itu setelah mendapat surat tugas dari imam besar dan tua-tua orang-orang Yahudi, sesuai dengan Kisah Para Rasul 22: 4-5. Aktivis rohani tetapi radikal, sebab dia menerima tugas atau surat persetujuan dari imam besar dan majelis tua-tua orang Yahudi. Termasuk kematian dari Stefanus adalah persetujuan dari Rasul Paulus itu sendiri, di dalam Kisah Para Rasul 7: 58. Dia memang seorang penganiaya jemaat.

Kemudian, ada dua pengakuan Rasul Paulus (selain penganiaya jemaat), ia juga SEORANG FARISI, berarti seorang yang ahli dalam hukum Taurat, tetapi tidak menjadi pelaku firman Tuhan.
Matius 23: 1-7
(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
(23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
(23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
(23:4) Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
(23:5) Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
(23:6) mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
(23:7) mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Keadaan dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat:
a.   Mengajarkan hukum Taurat tetapi tidak melakukannya.
Mengerti firman Tuhan bahkan ahli di dalam Hukum Taurat, tetapi tidak melakukannya, itulah orang Farisi.
b.   Meletakkan beban berat di bahu orang tetapi tidak mau menyentuhnya atau tidak terbeban -> orang yang menolak salib, menolak untuk berkorban di tengah-tengah ibadah pelayanan, baik dalam bentuk pikiran, tenaga, waktu bahkan materi.
c.   Mengerjakan sesuatu pekerjaan di rumah Tuhan supaya dilihat orang lain saja.
Prakteknya ada 3:
1.    Memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang.
2.    Suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadah.
3.    Suka menerima penghormatan dan suka dipanggil Rabi.
Itulah tiga praktek mengerjakan sesuatu tetapi untuk dilihat orang lain.

Orang Farisi selain ahli dalam hukum Taurat, mereka juga ditandai dengan ragi.
Matius 16: 6, 11
(16:6) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
(16:11) Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."

Yesus berkata kepada murid-murid: “Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki
Jadi di dalam hal ini Yesus tidak berbicara tentang ragi di dalam suatu makanan, tetapi dalam hal ini Yesus berbicara tentag ragi orang Farisi.

Mari kita lihat lebih jauh tentang RAGI ORANG FARISI dalam injil Markus 7.
Markus 7: 3-5
(7:3) Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
(7:4) dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
(7:5) Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"

Kesimpulannya; orang-orang Farisi berpegang kepada adat istiadat nenek moyang mereka, inilah yang disebut ragi orang Farisi.
Adapun adat istiadat orang Yahudi, antara lain;
1.   Mencuci tangan sebelum makan.
2.   Kalau pulang dari pasar, tidak makan sebelum membersihkan dirinya.
3.   Memperhatikan aturan-aturan dalam hal mencuci cawan, kendi, perkakas-perkakas tembaga lainnya, itulah adat istiadat orang Yahudi.
Jadi kesimpulannya; ragi orang Farisi adalah berpegang teguh kepada adat istiadat.

Markus 7: 8-9
(7:8) Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
(7:9) Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

Orang-orang Farisi mengesampingkan perintah Allah demi adat istiadat mereka. Inilah ragi orang Farisi.

Kesimpulannya; pada bagian yang kedua, yaitu hal yang kelima sampai hal ketujuh di atas tadi, sifatnya tidak memuliakan Tuhan, sekalipun Rasul Paulus memiliki tujuh perkara sebagai kelebihan-kelebihan di dalam dirinya.

Roma 2: 25
(2:25) Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya.
Sunat memang ada artinya kalau ia mentaati seluruh hukum Taurat, sebaliknya sunat tidak akan berguna kalau ia melanggar hukum Taurat.
Tadi, orang-orang Farisi berpegang teguh kepada adat istiadat, sehingga oleh karena ragi orang Farisi ini mereka mengesampingkan perintah Allah, maka sunat lahiriah tidak ada artinya.
Apa artinya melaksanakan suatu ibadah, termasuk sunat lahiriah, tetapi hukum Allah dilanggar? Tentu tidak ada artinya.

Roma 2: 23
(2:23) Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?
Bermegah atas hukum Taurat (berada di bawah hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya), disunat pada hari kedelapan (sunat lahiriah), tetapi menghina Allah dengan jalan melanggar hukum Taurat, itulah yang disebut ragi Farisi, itulah kondisi dari Rasul Paulus.

Galatia 5: 2-3
(5:2) Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
(5:3) Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

Pada ayat kedua, Rasul Paulus berkata: “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”, kemudian pada ayat ketiga, Rasul Paulus berkata: “orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat

Tetapi dengan jelas saya katakan; tidak ada seorang manusia di atas muka bumi ini sanggup dan sempurna melakukan seluruh hukum Taurat. Bahkan tidak ada yang sanggup melakukan satu dari sepuluh hukum Taurat, tidak ada.
Itu sebabnya Rasul Paulus berkata pada ayat kedua: “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”, karena orang yang bersunat wajib melakukan hukum Taurat.
Tetapi saya mau tandaskan dan saya dengan berani berkata: tidak ada seorang pun di atas muka bumi ini dengan sempurna, dengan mulus melakukan hukum itu.

Di dalam hukum Taurat ada sembilan kali kata: “Jangan”, justru dengan kata “jangan” bangsa Israel melanggar hukum Taurat, karena hukum Taurat itu merangsang dosa. Itu sebabnya dalam nas yang lain, Rasul Paulus berkata: “aku dalam batin menginginkan sesuatu yang baik, tetapi justru dosa berkuasa dalam tubuhku”, mengapa? Itulah kondisi dari manusia daging apabila terjual di bawah hukum Taurat.

Galatia 5: 4
(5:4) Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Perlu untuk diketahui; jikalau seseorang mengharapkan kebenaran dari hukum Taurat, ia berada di luar kasih karunia. Itulah sunat lahiriah.
Kebenaran dari hukum Taurat adalah orang-orang yang melakukan hukum Taurat, tetapi tidak ada seorang pun yang sanggup melakukan hukum Taurat dengan sempurna.

Sekarang kita akan melihat JALAN KELUARNYA.
Filipi 3: 5-7
(3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
(3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
(3:7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Tujuh kelebihan Rasul Paulus secara lahiriah;
1.   disunat pada hari kedelapan,
2.   dari bangsa Israel,
3.   dari suku Benyamin,
4.   orang Ibrani asli,
5.   tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
6.   berada dalam kegiatan rohani tetapi penganiaya jemaat,
7.   dalam hal mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat.

Kembali saya sampaikan, tujuh kelebihan Rasul Paulus tersebut dibagi menjadi dua bagian;
-     Bagian yang pertama: hal yang pertama sampai hal keempat, itu adalah sifat yang sudah melekat di dalam diri Rasul Paulus, berarti disebut juga dengan terkurung.
-     Bagian yang kedua: hal yang kelima sampai hal ketujuh, itu adalah perbuatan atau tindakan dari Rasul Paulus itu sendiri, sekalipun itu merupakan tiga kelebihan secara lahiriah yang terlihat di dalam diri Rasul Paulus.

Bagian yang pertama dan yang kedua ini dikaitkan dengan Tuhan Yesus Kristus, dikaitkan dengan cara kerja penyelamatan oleh Tuhan Yesus Kristus.
BAGIAN YANG PERTAMA, sifat yang sudah melekat berarti TERKURUNG SELAMA EMPAT HARI.
Keluaran 12: 3, 6
(12:3) Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Anak Domba Paskah dikurung selama empat hari, dengan perincian; diambil pada tanggal sepuluh, lalu disembelih pada tanggal empat belas, berarti dikurung selamat empat hari.
Perlu untuk diketahui; satu hari bagi Tuhan = seribu tahun, demikian juga sebaliknya.
Kesimpulannya; 4 hari = 4000 tahun, dengan perincian;
-     dimulai dari Adam sampai dengan Abraham = 2000 tahun = 2 hari.
-     kemudian Abraham sampai dengan penyaliban Tuhan Yesus Kristus = 2000 tahun = 2 hari.
Jadi seluruhnya ada empat hari Yesus terkurung. Ini sifat yang sudah melekat; terkurung.

Kolose 1: 26
(1:26) yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
Yesus yang disalibkan telah dinyatakan kepada kita, Dialah jalan, Dialah kebenaran dan hidup, Dialah yang ditentukan menjadi pengantara antara Allah dengan manusia. Berarti Dialah Imam Besar yang bertugas untuk memperdamaikan dosa manusia kepada Allah di atas kayu salib, sudah dinyatakan kepada kita.
Biarlah kiranya sifat ini juga melekat di dalam diri kita masing-masing, di tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan. Kita mengerjakannya sesuai karunia-karunia, jabatan-jabatan yang dipercayakan oleh Tuhan, itu harus menjadi sifat yang melekat di dalam diri kita.
Jadi jangan hitung-hitungan dalam hal berkorban, sudah menjadi sifat tabiat di dalam diri kita masing-masing, yang tidak bisa lekang, tidak bisa lepas dari diri kita. Kita sudah melihat sunat lahiriah, tidak ada artinya.

Kolose 1: 27
(1:27) Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
Yesus Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan, sebab itu saya tandaskan sekali lagi; biarlah sifat ini betul-betul melekat, tidak lekang dalam hidup kita di tengah-tengah ibadah pelayanan kita kepada Tuhan.
Jadi jangan hitung-hitungan dalam hal berkorban. Dialah pengharapan akan kemuliaan. Dibalik salib, Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Bagian yang pertama dan yang kedua ini dikaitkan dengan Tuhan Yesus Kristus, dikaitkan dengan cara kerja penyelamatan oleh Tuhan Yesus Kristus.
BAGIAN YANG KEDUA.
Sekarang kita lihat nubuatan Hosea.
Hosea 6: 1-3
(6:1) "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
(6:2) Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
(6:3) Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Sesudah dua hari, kita dihidupkan di hadapan-Nya, berarti hari ketiga Dia bangkit, kita juga bangkit bersama-sama dengan Dia, dan hidup untuk selama-lamanya dalam suasana hidup di dalam pemulihan, yang sakit disembuhkan, luka-luka batin disembuhkan. Maut telah dikalahkan.
Suasana kebangkitan itu sama seperti malaikat, tidak memiliki tubuh dan darah, tidak merasa tersakiti dan tidak lagi menyakiti perasaan orang lain. Jadi tidak ada lagi luka-luka batin.

Hosea 6: 3
(6:3) Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Oleh sebab itu, berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Jangan hanya mengenal satu sisi, tetapi tidak mengenal sisi yang lain.

Kesaksian; suatu kali seorang pemain musik, imam-imam, memohon kepada Pendeta In Juwono, karena dia seorang pemain musik, dia berkata: “Oom, boleh tidak saya mempunyai rambut saya seperti Tuhan Yesus dalam melayani Tuhan? Pendeta In Juwono menjawab: “Boleh, tetapi harus sama juga dengan salib-Nya, engkau harus dipaku di atas kayu salib
Seringkali kita mengambil sisi yang menguntungkan bagi kita, dengan demikian ia belum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Oleh sebab itu, marilah kita berusaha mengenal, berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; kita satu dalam kematian-Nya, maka kita otomatis satu di dalam kuasa kebangkitan-Nya.
-     Kuasa kematian Yesus Kristus: mengubur hidup lama.
-     Kuasa kebangkitan Yesus: hidup di dalam hidup yang baru, yang lama sudah berlalu, melayani dalam kesucian.
Kalau melayani Tuhan tetapi tidak disertai dengan kesucian, itu kebangkitan yang palsu. Tetapi kalau kematiannya benar, pasti kebangkitannya benar. Melayani Tuhan dalam kesucian, memberi diri dipimpin oleh Roh Tuhan, tidak hidup menurut daging dan keinginannya, itu suasana kebangkitan.
Oleh sebab itu, mari kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Kenalilah perbuatan-Nya yang ajaib; Dia mati, hari yang ketiga Dia bangkit. Yesus mati di atas kayu salib, Dia bangkit pada hari yang ketiga, kenali dengan sungguh-sungguh akan hal itu.

Dampak positif mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh.
1.   Ia pasti muncul seperti fajar
Kalau disebut “Ia pasti muncul seperti fajar”, berarti kebaikan Tuhan tidak akan ditunda-tunda lagi.
Hari ini hari Selasa, tetapi besok fajar pasti muncul, kebaikan Tuhan tidak akan ditunda-tunda.
2.   Ia akan datang kepada kita seperti hujan”, menghujani dengan berkat-berkat dari sorga turun ke bumi mengairi, membasahi hati kita sekaliannya menjadi tanah yang subur.
Ketika benih itu ditaburkan di tanah yang subur akan bertumbuh, berakar dan berbuah 100, 60, 30 kali lipat buahnya, tetapi kalau tanah itu tidak diberkati, persis seperti;
-     Tanah di pinggir jalan; mendengar firman tetapi tidak sampai mengerti,
-     Kemudian persis seperti tanah berbatu-batu. Tanah berbatu-batu itu tanahnya tipis, artinya; senang sekali mendengar firman, tetapi tidak kuat terhadap ujian, mudah sekali berubah-ubah pendiriannya, karena dia tidak berakar, tanahnya tipis.
-     Kemudian tanah yang ditumbuhi semak duri, penuh dengan kekuatiran.
Tetapi kalau tanah itu dihujani dengan hujan berkat dari sorga akan menjadi tanah subur, sehingga pada saat benih firman ditaburkan, dia akan bertumbuh dan berakar menghasilkan buah 100, 60, 30 kali lipat.

Itu dampak positifnya, itulah perbuatan Tuhan selama tiga hari; mati dan bangkit, sehingga kita hidup selama-lamanya dalam suasana pemulihan, tidak ada lagi sakit hati, luka batin dan tidak menyakiti orang lain, karena suasana kebangkitan itu persis seperti malaikat, tidak ada lagi perasaan disakiti dan menyakiti.
Dampak positifnya mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh:
-     Ia pasti muncul seperti fajar; kebaikan dan kemurahan Tuhan tidak ditunda-tunda.
-     Ia akan datang kepada kita seperti hujan, membasahi hati kita, menjadi tanah hati yang subur, terlepas dari tiga tanah yang tidak baik.

Lukas 13: 31-32
(13:31) Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
(13:32) Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

Tiga hari;
-     Hari pertama dan hari kedua, Yesus mengusir Setan dan menyembuhkan orang sakit.
-     Hari ketiga, Dia sudah selesai bekerja.
Kita hidup sampai selama-lamanya. Amin.

Tadi pada ayat 32, Yesus berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu
Pekerjaan dari si serigala adalah menerkam dan mencerai-beraikan kawanan domba supaya kawanan domba menjadi liar, tidak tergembala.
Tetapi Tuhan menyatakan perbuatan-Nya yang ajaib; hari pertama dan hari kedua Dia mengusir Setan dan menyembuhkan orang sakit, hari ketiga semua selesai, kita hidup sampai selama-lamanya.
Kawanan domba tergembala dengan baik, tidak liar, hidup dan damai sejahtera, dipelihara, dibela, dilindungi sampai selama-lamanya.

Itu sunat lahiriah. Kita doakan supaya di minggu yang akan datang, kita diberkati dengan sunat Kristus. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment