KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, March 12, 2024

IBADAH RAYA MINGGU, 10 MARET 2024

IBADAH RAYA MINGGU, 10 MARET 2024

KITAB WAHYU PASAL 17


KEADAAN PEREMPUAN BABEL (SERI 3)


Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya yang telah menarik kita untuk berada di atas gunung TUHAN dan menghimpunkan kita untuk berada di bawah kepak sayap Allah, di tengah-tengah Ibadah Raya Minggu di dalam rumah TUHAN ini. Dan biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga, sehingga bahagia di dalam menikmati Sabda Allah seperti Maria duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengar Firman TUHAN


Saya tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN, ataupun hamba-hamba TUHAN, yang senantiasa tekun untuk digembalakan oleh GPT “Betania” Serang & Cilegon, lewat live streaming; Youtube, Facebook, dimanapun berada. Kiranya rahmat TUHAN dinyatakan di tengah-tengah kita dan TUHAN hadir di tengah-tengah kita untuk membawa damai sejahtera, dan kasih karunia-Nya dinyatakan kepada kita pribadi lepas pribadi. Tangan TUHAN adalah tangan yang berkuasa, tangan TUHAN adalah tangan yang penuh kasih yang sudah menarik kita dan menghimpunkan kita malam ini.


Mari kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian

Wahyu 17:4-5 perikop: “Penghakiman atas Babel”

(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."


Perempuan Babel ini tampil dalam 3 (tiga) keadaan:

YANG PERTAMA: Memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara.

YANG KEDUA: Di tangan perempuan Babel ada suatu cawan emas penuh dengan: 

  • Kekejian.

  • Kenajisan percabulan.

YANG KETIGA: Pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.


Saudara, keadaan dari perempuan Babel yang pertama dan kedua, telah diterangkan. 


Dan malam ini kita akan kembali memperhatikan: 

KEADAAN PEREMPUAN BABEL YANG KETIGA (SERI 3): Pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.

Terkait dengan keterangan yang ketiga ini, pertama-tama yang saya mau sampaikan adalah revolusi telah terjadi sebab teknologi semakin berkembang. Dengan demikian zaman pun semakin maju dalam segala bidang. Dan revolusi yang sedang terjadi ini akan terus berkembang, tidak terbantahkan, sampai TUHAN datang pada kali yang kedua. 


Bukti teknologi semakin berkembang: segala sesuatu telah dikendalikan oleh teknologi, lebih tepatnya diambil diambil alih oleh robot, sehingga semuanya menjadi serba instan.  Singkatnya, karena semua menjadi serba instan itu menjadi pemicu, antara lagi:

  • Orang menjadi malas.

  • Orang tidak mau lagi berjuang keras.

  • Orang tidak mau belajar sungguh-sungguh, karena dikit-dikit buka google (browsing). 

Karena, segala sesuatu telah tersedia oleh teknologi, lebih tepatnya diambil oleh robot dan segala sesuatu telah tersedia dan tersaji; memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan manusia (hajat orang banyak), baik secara jasmani maupun secara rohani, baik lahir maupun batin; semua terpenuhi. Itulah hebatnya robot; perkembangan teknologi (teknologi yang canggih).


Pendeknya, oleh karena perkembangan teknologi, yang disebut dengan revolusi, maka yang tidak ada menjadi ada. Ini adalah tandingan dari pekerjaan setan. 

TUHAN itu sanggup mengadakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (Roma 4:17). Tetapi, setan pun sanggup mengadakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Hanya satu yang tidak sanggup dikerjakan oleh setan; nyawa orang mati tidak dapat dihidupkan kembali.


Bayangkan saja saudara, ada kaca mata yang sudah dilengkapi oleh kecanggihan teknologi. Seorang ibu dapat melihat dan bertemu kembali dengan anaknya yang sudah lama mati (meninggal dunia). Dan dalam pertemua itu, sang ibu melampiaskan semua rasa rindunya, melampiaskan semua unek-unek di dalam hatinya, disertai dengan tangisan besar dan ratap tangis luar biasa. Itu saya lihat sendiri di berita CNN. 

Jadi, tidak perlu lagi menggunakan alat atau tombol yang perlu ditekan-tekan, kacamata itu sudah dilengkapi dengan fitur yang lengkap. Mau lihat resep makanan ada, mau lihat sesuatu yang tidak bisa dijangkau mata itu juga bisa, sampai anak yang mati pun bisa dihidupkan kembali, sehingga orang dapat melampiaskan rasa rindu itu, sehingga ia menangis sejadi-jadinya dan dia peluk anaknya, tetapi sebetulnya, anak itu tidak ada. Itulah hebatnya setan untuk memuaskan hawa nafsu ini.


Dampak negatif perkembangan teknologi yang begitu pesat ialah; banyak orang tidak mau mencari TUHAN, dia lebih suka live streaming saja. Tidak salah live streaming, kalau memang ada satu dan lain hal (ada aral melintang). 

Misalnya, anak-anak TUHAN yang bergabung lewat penggembalaan GPT “Betania” Serang & Cilegon lewat live streaming karena mereka tidak bisa datang ke Indonesia atau berada di daerah nusantara tetapi tidak bisa datang ke Serang-Banten, masuk akal kalau mereka live streaming. 


Tetapi akhirnya, kemajuan perkembangan teknologi ini; banyak orang tidak mau mencari TUHAN, tidak mau datang lagi ke gereja, tidak mau datang ke rumah TUHAN; beribadah melayani kepada TUHAN . Cukup cari Firman yang instan dari elektronik, tidak mau memuji TUHAN. Mendengar Firman hanya sekedar; sambil nyuci piring, sambil nyapu, jadi tidak sungguh-sungguh menyembah TUHAN, memuji hatinya TUHAN, padahal TUHAN suka sekali dipuji. 


Di negara maju sekarang ini, banyak orang-orang tidak lagi datang menghadap TUHAN, mencari TUHAN, tidak mau datang lagi ke gereja (rumah TUHAN), sehingga banyak gereja tertutup di negara maju bahkan berubah/beralih fungsi, ada yang menjadi diskotik, café kantor, ironisnya berubah menjadi rumah peribadatan untuk yang lain, di Australia itu terjadi. Intinya, gereja (rumah TUHAN) berubah fungsi dan menjadi sarang penyamun. Itulah dampak negatif dari perkembangan teknologi atau revolusi (kemajuan zaman).


Maka, tergenapilah Firman yang disampaikan oleh rasul Paulus di dalam…

2 Timotius 3:1-4

(3:1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (3:2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3:3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (3:4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.


Ada 18 dosa akhir zaman: (1) Mencintai dirinya sendiri. (2) Hamba uang. (3) Membual. (4) Menyombongkan diri.  (5) Pemfitnah. (6) Berontak terhadap orang tua. (7) Tidak tahu berterima kasih. (8) Tidak mempedulikan agama. (9) Tidak tahu mengasihi. (10) Tidak mau berdamai. (11) Suka menjelekkan orang.  (12) Tidak dapat mengekang diri. (13) Garang. (14) Tidak suka yang baik. (15) Suka mengkhianat. (16) Tidak berpikir panjang. (17) Berlagak tahu. (18) Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. 

Inilah keadaan manusia diakhir zaman.


Kemudian, orang yang diseret oleh revolusi atau perkembangan teknologi yang semakin canggih, bagi mereka ibadah dan pelayanan yang disertai dengan salib menjadi suatu kebodohan. Dan mereka akan berkata; ngapain ke gereja, habis waktu, tenaga dan pikiran, kalau bisa ibadah lewat elektronik yang canggih ini? Inikan sudah menjadi pengertian yang bodoh. 


Umpama, kita datang dari berbagai-bagai tempat; habis waktu, tenaga, pikiran, uang (ongkos), bensin dan lain sebagainya, itu ibadah yang disertai dengan salib. Belum lagi di tempat peribadatan; banyak persembahan-persembahan, selain kolekte, persembahan khusus ada lagi biaya untuk sewa gedung gereja, itu ibadah yang dihubungkan dengan salib. Maka, bagi orang yang terseret dengan revolusi, diseret dengan kecanggihan teknologi, bagi mereka ibadah yang dihubungkan dengan salib itu suatu kebodohan.


1 Korintus 1:22-24

(1:22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.


  • Untuk orang-orang Yahudi, ibadah yang dihubungkan dengan salib itu sandungan. Kenapa? Karena yang dicari adalah kesembuhan. 

  • Untuk bangsa kafir (yang bukan Yahudi) itulah Yunani, ibadah yang dihubungkan dengan salib itu kebodohan.

Kalau hidup dengan hikmat, kemampuan, hidup dengan mengandalkan kekuatan = diseret dengan revolusi, kemajuan zaman, dimana teknologi semakin berkembang. 


Bagi mereka ibadah yang dihubungkan dengan salib adalah kebodohan. Ngapain  ibadah kalau bisa live streaming? Ibadah satu jam saja, setelah itu selesai, tidak ada kolokte, tidak ada korban persembahan, tidak ada salib. 


Tetapi bagi rasul Paulus, bagi keluarga Allah GPT “Betania” Serang & Cilegon, bagi yang senantiasa tekun dan bergabung dengan penggembalaan GPT “Betania” Serang & Cilegon, lewat live streaming, ibadah yang dihubungkan dengan salib bukanlah suatu kebodohan tetapi pengajaran salib itu merupakan;

  • Kekuatan Allah.

  • Hikmat Allah.


Oleh sebab itu, gereja TUHAN harus dipersiapkan menghadapi revolusi yang sedang terjadi ini. Sebab, teknologi yang semakin berkembang dan canggih ini, satu kali akan dimanfaatkan oleh setan;

  • Untuk memisahkan anak-anak TUHAN dari kasih Allah yang sempurna (terpisah dari salib di Golgota).

  • Untuk menjatuhkan manusia ke dalam dasar keterpurukan (jurang yang dalam).

Sampai pada akhirnya banyak orang Kristen digiring oleh setan tritunggal berada pada satu titik yaitu kehancuran dan kebinasaan manusia. 


Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas; gereja TUHAN harus dipersiapkan menghadapi semua ini, menghadapi kemajuan zaman, menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih yang tidak terbantahkan lagi. 


Namun, perlu untuk diketahui; 

  • Revolusi tidak bisa diatasi dengan revolusi.

  • Kemajuan zaman tidak dapat dihadapi dengan kemajuan zaman.

  • Kecanggihan teknologi tidak dapat dihadapi dengan kecanggihan teknologi juga.

Jadi, kita tidak sanggup menghadapi revolusi yang sedang terjadi ini dengan kekuatan, kemampuan dan pengetahuan kita.

Kita tidak mungkin berada di depan menghadapi semua ini, sementara salib di belakang bersembunyi di balik kita, dibalik kekuatan kita, dibalik kemampuan kita, dibalik pengetahuan kita.

Tetapi yang benar adalah; TUHAN dan salib-Nya yang berada di depan, dan kita ada di belakang, bersembunyi di balik salib-Nya = TUHANlah yang berperang ganti kita. Itu yang benar. Perhatikanlah apa yang TUHAN sampaikan bagi kita malam ini. 


Saudara harus bersyukur tergembala dengan baik; untuk mengerti rencana TUHAN. Kalau mengerti rencana TUHAN berarti; mengerti siasat setan yang berusaha menggiring manusia pada satu titik itulah kehancuran dan kebinasaan. 

Jadi saudara jangan bangga hanya dengan satu ayat lalu guyon-guyon, tidak begitu cara TUHAN menolong kita. 


Izinkan Roh TUHAN bekerja di rumah TUHAN, di hidup kita masing-masing saat dengar Firman TUHAN


Wahyu 6:15-16 

(6:15) Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. (6:16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."


Perlu untuk diketahui;

  • Kejahatan dan orang-orang yang melakukan kejahatan, 

  • Antikris dan orang-orang yang dikuasai oleh roh antikris (kenajisan percabulan).

Mereka tidak dapat menyembunyikan dirinya dari hari murka TUHAN


Kemudian, di hari terakhir tepatnya pada saat Anak Domba membuka meterai yang keenam:

  • Raja-raja di bumi,

  • Pembesar-pembesar dan perwira-perwira atau yang disebut dengan orang-orang yang berpangkat tinggi,

  • Orang-orang kaya dan orang yang berkuasa di bumi,

  • Semua budak dan orang merdeka,

Mereka akan berusaha bersembunyi di gua-gua, di celah-celah batu karang dan gunung, dengan satu tujuan; untuk melepaskan diri dari murka TUHAN, melepaskan diri dari penghukuman sebagai pembalasan dari TUHAN terhadap orang-orang jahat dan orang-orang yang dikuasai oleh roh antikris, yakni orang-orang yang diseret oleh perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.


Lihat para pembesar, para pejabat, para pemimpin dunia yang diseret oleh kejahatan oleh kecanggihan teknologi, nanti tidak bisa bersembunyi dari murka TUHAN, dari hari pembalasan TUHAN. Karena, pada akhirnya nanti, perkembangan atau kemajuan teknologi yang disebut sebagai revolusi, jelas mengarah kepada antikris. 

Nanti ada patung, ada robot yang dapat berbicara. Sebagaimana dalam Wahyu 13:14-15; Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Setan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menggiring gereja atau anak-anak TUHAN sampai kepada satu titik, itulah kehancuran dan kebinasaan.


Jadi saudara, jangan berpikir dengan pangkat tinggi, dengan uang banyak, dapat menyembunyikan diri dari hari murka TUHAN; tidak bisa. Camkanlah apa yang sudah TUHAN nyatakan malam ini bagi kita semua.


Wahyu 6:17

(6:17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


Tidak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari hari murka TUHAN. Tidak ada seorangpun yang dapat bertahan dari hari pembalasan TUHAN. 


Pendeknya, satu nama satu rahasia itulah Babel besar, ibu dari semua wanita-wanita pelacur (roh antikris), hanya dapat dipatahkan, dikalahkan dengan kuasa TUHAN, tidak ada cara lain. 

Kita tidak sanggup mengalahkan antikris dengan kekuatan, kemampuan dan pengetahuan yang kita punya. Semua itu hanya bisa dikalahkan dengan caranya TUHAN, kuasa yang datang dari tempat yang Maha Tinggi.


Singkatnya, rahasia babel hanya bisa dikalahkan dengan rahasia Kristus


Efesus 3:3-4

(3:3) yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. (3:4) Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,


Rahasia Kristus dinyatakan kepada Paulus dengan wahyu

Pendeknya, dengan wahyu (pembukaan rahasia Firman) dapat memberi pengertian kepada kita akan rahasia Kristus.


Kita mendambakan rahasia Kristus. Itu sebabnya, jangan berhenti berdoa supaya TUHAN senantiasa menyatakan wahyu yakni; pembukaan rahasia Firman; ayat menjelaskan ayat (ayat yang satu menguatkan ayat yang lain), sampai terbuka rahasia Firman itulah yang disebut dengan ilham Roh Kudus. Kalau satu ayat dijelaskan dengan cerita, itu bukan ilham Roh Kudus, itu ilham daging.


Efesus 3:8-9

(3:8) Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, (3:9) dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,


Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, keturunan ke keturunan telah dinyatakan/disingkapkan kepada bangsa kafir (orang yang bukan Yahudi). Dengan demikian, rahasia Kristus adalah kekayaan Kristus yang telah dinyatakan kepada bangsa kafir dan itu adalah sesuatu yang tidak terduga, tidak terbayangkan. 


Dahulu orang Batak disebut sebagai parmalim (ateis) atau penyembah berhala; tidak tahu TUHAN, kecuali; debata mulajadi nabolon. Maka, kalau rahasia Kristus yang tak terduga itu disampaikan, itu adalah kasih karunia, kekayaan yang tidak terduga bagi bangsa kafir.

Kalau orang batak selalu menyembah berhala, tetap menyembah debata mulajadi nabolon, kalau kedudukannya masih di situ, maka, bangsa kafir (orang batak); tidak selamat, melainkan binasa.

Tetapi pemuridan telah terjadi, rasul Paulus telah datang ke Asia minor (Asia kecil), lalu di Antiokhia banyak dijadikan murid. Dari situ terus bergeser sampai ke Asia Tenggara, terus bergeser sampai ke Indonesia bahkan suku Batak dan suku-suku lainnya; Jawa, Ambon, Papua, Sunda dan lain sebagainya. Ini adalah kekayaan Kristus yang tidak terduga.


Kalau rahasia Kristus tidak sampai kepada kita; kita binasa. Tentang Yesus yang mati di kayu salib tidak disampaikan kepada bangsa Kafir; kita binasa biarpun banyak uang, pangkat tinggi.


Yang pasti ada 2 (dua) RAHASIA BESAR di dalam Yesus Kristus, yaitu:
YANG PERTAMA 

Efesus 5:22-23 dengan perikop: “Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri”

(5:22) Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, (5:23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.


Rahasia besar yang pertama adalah hubungan Kristus dengan jemaat, disebut juga dengan rahasia nikah.

Sebab hubungan Kristus dengan jemaat = hubungan antara tubuh dengan kepala, sementara tubuh dengan kepala harus bersatu.


Kalau saja rahasia Kristus ini, yang bersembunyi dari ratusan tahun, berarti dari abad ke abad, dari keturunan ke keturunan tidak sampai kepada bangsa kafir, bagaimana mungkin seorang isteri mengerti untuk tunduk kepada suaminya, bagaimana mungkin seorang suami bisa mengasihi isterinya? Tidak mungkin. Maka rahasia nikah adalah rahasia besar, rahasia Kristus yang tak terduga dialami oleh bangsa kafir. 


Efesus 5:22-24 itu adalah dari sisi isteri, dimana istri harus tunduk kepada suami, sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus sebagai kepala atas tubuh. Dengan ketundukkan jemaat kepada Kristus atau ketundukkan tubuh kepada kepala, maka tubuh dengan kepala tetap bersatu (nikah akan tetap satu). 

Ini rahasia besar dari sisi isteri -- tubuh -- sidang jemaat.


Kira rindu supaya nikah kita satu. Yang sudah menikah, apakah nikah  ingin tetap bersatu?
Bayangkan, bila tidak bersatu, betapa sakitnya, betapa menderitanya, perihnya hati ini. Kaki satu dimana, kaki yang lain dimana, sakit sekali rasanya. Tetapi, yang merindukan kesatuan nikah; sabar-sabar. Tetap tergembala sungguh-sungguh. Ikuti irama berita penggembalaan dalam GPT “Betania” Serang & Cilegon ini, ikuti pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel yang sejauh ini telah menggembalakan hidup kita. sabar saja, nanti ada waktunya, asal setia mengikuti. 

Itulah dari sisi isteri supaya tubuh dan kepala bersatu.


Sekarang, DARI SISI SUAMI:

Efesus 5:25

(5:25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya


Dari sisi suami: suami harus mengasihi isteri, sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat.

Kalau suami menginginkan ketundukkan dari isteri, maka suami harus mengasihi istri supaya jangan pincang (bertepuk sebelah tangan).


Jujur saya sampaikan, dahulu saya tidak paham soal mengasihi isteri, sehingga seringkali bentrok, tidak memahami keadaan isteri, hatinya seringkali tersakiti, bahkan sampai sekarangpun di luar kesadaran saya. Tetapi oleh panjang sabar TUHAN mengajar saya, di dalam hal mengasihi isteri sama seperti Kristus mengasihi jemaat. Bantu doa saudara, supaya hidup nikah kami dapat menjadi teladan yang dapat diteladani oleh jemaat. 


Sekarang kita akan melihat, bukti Kristus mengasihi jemaat: Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya bagi jemaat.


Jadi, dalam mengasihi harus sampai kepada menyerahkan hidupnya bagi isterinya, seperti Kristus menyerahkan diri-Nya bagi jemaat, tidak main akal-akalan. Kalau kita di akal-akalin pasangan kita, pasti sakit. 

Jangan lagi kita main akal-akalan. Kalau main akal-akalan, satu kali orang akal-akalin kita, karena TUHAN melihat dan TUHAN adil. Pada minggu yang lalu itu telah diterangkan.


Saya juga sedang berjuang mengasihi sidang jemaat yang TUHAN percayakan ini. Tidak main akal-akalan (jujur) dan jelas dipemandangan saudara segala sesuatu yang saya perbuat. 


PRAKTEK YESUS MENGASIHI JEMAAT, ADA 2 (DUA) PRAKTEK:

Efesus 5:26-30

(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (5:28) Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. (5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, (5:30) karena kita adalah anggota tubuh-Nya.


YANG PERTAMA (ayat 26): Jemaat dikuduskan/disucikan dengan air dan Firman.

YANG KEDUA (ayat 29): Mengasuh dan merawati jemaat.


Langsung saja kita mengikuti penjelasan dari yang pertama…

JEMAAT DI KUDUSKAN/DISUCIKAN DENGAN AIR DAN FIRMAN

Penyucian itu tidak berhenti pada baptisan air (Kolam Pembasuhan), akan tetapi kita semua akan terus menerus disucikan oleh air dan Firman Allah yang limpah, berarti; dosa dibongkar. Kalau Firman disampaikan tetapi dosa tidak dibongkar, untuk apa ibadah? Itu namanya ibadah Taurat, itu ibadah yang ecek-ecek. Dan faktanya; terlalu banyak gereja yang menjalankan ibadah seperti ini. 

Namanya mandi, tidak mungkin satu gayung bersih. Kalau mandi harus banyak air dan Firman yang limpah. Jadi saudara, jangan bosan dengar Firman ayat menjelaskan ayat, yakni; air Firman yang banyak. Justru saudara harus rindu supaya tahu rencana TUHAN di dalam hal menyucikan diri ini (dosa dibongkar dengan tuntas).


Kita akan melihat air Firman yang limpah…

Wahyu 22:1

(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.


Sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba.

Namanya sungai, berarti limpah (tidak pernah kering). Inilah air Firman yang limpah.

Satu kali aliran di bumi akan kering, tetapi sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba, tidak akan pernah kering.


Lebih terang mengenai sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba.

Zakharia 14:8 dengan perikop: “Kemenangan terakhir; TUHAN menjadi Raja di Yerusalem”

(14:8) Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.


Air kehidupan yang keluar dari Yerusalem (takhta Allah dan takhta Anak Domba):

  • Setengah mengalir ke laut Timur.

  • Setengah lagi mengalir ke laut Barat.


Terlebih dahulu kita akan melihat: Sungai air kehidupan setengah mengalir ke laut Timur.

Muara dari sungai di bumi ini pasti ke laut. Di sini kita melihat; mengalir ke laur Timur. 


Manusia yang ada di muka bumi ini, dari Timur sampai ke Barat, Utara sampai ke Selatan, disebutlah dengan seantero dunia. Jadi, manusia di bumi disebut juga dengan lautan manusia yang ada di dunia = lautan dunia.


Air kehidupan yang mengalir ke laut Timur, jelas ini berbicara tentang Injil Keselamatan yang dipercayakan oleh TUHAN, anugerah TUHAN, kasih karunia TUHAN, kemurahan TUHAN kepada manusia, supaya manusia berdosa kembali lagi kepada Allah.


Kejadian 3:24

(3:24) Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


Ketika manusia jatuh dalam dosa, akhirnya manusia diusir dari taman Eden, ke sebelah timur taman Eden.

Sementara pintu ke taman Eden sudah dijaga oleh: beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar. Jadi tidak sesuka hati lagi masuk ke taman Eden. 


Itu sebabnya, kita ada di dunia ini sekarang, itu karena dosa. Karena pada dasarnya kita datang dari TUHAN, dari Sorga, tetapi, oleh karena dosa, manusia itu diusir dari taman Eden ke sebelah timur taman Eden. Sesungguhnya tanah air kita adalah tanah air Sorgawi.


Jadi, jelas, kalau sungai air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba, yang mengalir keluar dari Yerusalem; setengah ke laut Timur, itu anugerah, kemurahan TUHAN, sebab TUHAN mau menjangkau manusia yang terhilang.


Memang, manusia telah diusir dari taman Eden ke sebelah Timur dari taman Eden, tetapi lihat…

Kejadian 3:21

(3:21) Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.


Ini adalah bukti bahwa TUHAN itu sangat mengasihi manusia. TUHAN sudah terlebih dahulu menunjukkan cinta kasih-Nya kepada manusia. 


Binatang yang disembelih 🡪 Yesus Anak Domba Allah yang disembelih karena dosa manusia; berkuasa menutupi ketelanjangan manusia. Memang diusir tetapi TUHAN masih mengasihi.

Kita ada di bumi ini, tetapi ingat, TUHAN masih mengasihi saya dan saudara! Itu sebabnya TUHAN alirkan sungai air kehidupan setengah ke laut Timur; TUHAN mau menjangkau kita kembali. Masakan, TUHAN menciptakan manusia begitu mulia tetapi hanya untuk dibinasakan? Sesuatu yang tidak mungkin. 

Tetapi TUHAN perlu menghajar manusia, mendidik manusia, supaya manusia tahu untuk menghargai kasih dari Sorga dalam bentuk ketundukkan, penaklukan diri kepada Firman Allah yang hidup. Yesus adalah  Firman Allah yang menjadi manusia. 


Kurang apa baiknya TUHAN kepada kita? Masih juga kita tidak suka mendengar Firman? Terlalu bodoh. 

Orang bodoh bisa berubah, asal sabar mendengar Firman TUHAN. Jangan gunakan alasan sakit perut, buang air kecil untuk tidak mendengar Firman TUHAN. Kalau tidak mau berubah, susah; tubuh dan kepala tidak bersatu. Inilah kemurahan yang harus dihargai.


Kita lihat dalam Perjanjian Baru; sungai air kehidupan diberikan kepada perempuan Samaria…

Yohanes 4:10-14

(4:10) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (4:11) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? (4:12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" (4:13) Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, (4:14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."


Semua aliran di atas muka bumi satu kali akan kering, akhirnya manusia menjadi haus. Tetapi. barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.

Itulah gunanya Injil keselamatan; untuk membawa perempuan Samaria kembali kepada Allah.


Dosa dari perempuan Samaria…

Yohanes 4:15-17

(4:15) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." (4:16) Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." (4:17) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,


"Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

Perkataan ini menunjukkan seolah-olah Yesus tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi Yesus kan perlu tahu isi hati.


Tetapi, setelah ada pengakuan dari perempuan Samaria tentang Injil keselamatan, barulah TUHAN berkata; tepat katamu, karena perempuan Samaria memang tidak mempunyai suami.

Artinya; TUHAN yang membenarkan kita, seperti kulit bintang yang menutupi ketelanjangan kita dalam Kejadian 3:21


Yohanes 4:18

(4:18) sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."


Jadi perempuan Samaria sudah lebih dahulu hidup dengan lima laki-laki, dan saat berbicara kepada Yesus itu adalah laki-laki keenam. Tetapi untung bertemu dengan Yesus Kristus, sumber sungai air kehidupan (Injil Keselamatan); sehingga membawa perempuan Samaria ini kembali kepada Allah.

Saya kira kita semua harus rindu dengar Firman, supaya semua sehat, karen Firman Allah yang menyembuhkan.

Bayangkan kalau rahasia Kristus ini tidak disampaikan? Banyak orang gereja begitu-begitu saja, tidak tahu apa-apa, dia berpikir dengan beribadah masuk Sorga; tidak, ukurannya Firman. 


Bersyukur dengan Injil keselamatan, dengan sungai air kehidupan, setengahnya mengalir ke lautan Timur. Mengapa? Supaya kita kembali kepada Allah = percaya




Sebelah Timur dalam pola Tabernakel di mulai dari Pintu Gerbang, itulah Injil keselamatan

Jadi untuk kita kembali kepada Allah, dimulai dari Pintu Gerbang; harus diawali dengan Injil Keselamatan. Sementara pintu ke taman Eden sedang ditutup karena dijaga oleh beberapa kerub dengan pedang menyambar-nyambar dan menyala-nyala.


Singkat kata, sungai air kehidupan yang mengalir ke sebelah Timur disebutlah itu dengan Injil keselamatan


Efesus 1:13

(1:13) Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.


Kegunaan Injil keselamatan: percaya kepada Allah, supaya orang yang berdosa, orang yang sudah tinggalkan TUHAN dan terhilang; kembali kepada Allah dan percaya kepada Allah. 


Karena berhala-berhala bangsa kafir menghambakan diri kepada roh-roh yang lemah dan miskin, sehingga terhilang jauh dari TUHAN. Tetapi sekarang, oleh karena Injil keselamatan, kita kembali kepada TUHAN, menerima TUHAN dan percaya bahwa TUHAN adalah Juruselamat, tidak ada lagi “TUHAN” yang lain (berhala-berhala).


Bukti air yang mengalir ke laut Timur adalah Injil Keselamatan.

Yehezkiel 47:1-5 dengan perikop: “Sungai yang keluar dari Bait Suci.”

(47:1) Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (47:2) Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. (47:3) Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. (47:4) Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. (47:5) Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.


Air kehidupan yang mengalir keluar ke sebelah Timur (Injil keselamatan), pada akhirnya akan diukur dengan tali pengukur yang panjangnya seribu hasta.


SERIBU HASTA YANG PERTAMA: ketika diukur, dalamnya air itu sampai di pergelangan kaki.

Kaki dengan sepuluh jari bila dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena kepada Pintu Gerbang, artinya; percaya

  • Sepuluh jari 🡪 sepuluh hukum perjanjian lama = Firman Allah 

Yohanes 1:1, 12

(1:1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (1:12) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;


Semua orang yang menerima-Nya berarti; percaya. 


  • Kaki 🡪 kelakuan atau perjalanan hidup.

Berjalan = hidup oleh iman. Tidak ada orang yang berjalan bersama dengan TUHAN tidak hidup dalam iman. Pendeknya, berjalan dengan TUHAN; pasti hidup oleh iman.


Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2 Korintus 5:6-7)


Inilah seribu hasta yang pertama.

Bagaimana dengan kehidupan kita, sudah sampai ukuran ini atau belum?

Ingat seribu tahun kerajaan damai, itu sasaran kita. Itu sebabnya ukuran dari alat pengukur adalah seribu hasta. 


Saya berharap kita sudah menerima Injil keselamatan. Namun dalam ukuran seribu hasta yang pertama harus menjadi bagian dari kita semua. 


SERIBU HASTA YANG KEDUA: ketika diukur, dalamnya air itu sudah sampai ke lutut.

Lutut adalah pemisah antara tungkai bawah (tulang kering) dengan tungkai atas itulah paha.

  • Tungkai bawah, kalau dikaitkan dalam pola Tabernakel, terkena kepada Mezbah Korban Bakaran 🡪 pertobatan

Mezbah Korban Bakaran adalah bayangan dari salib, sedangkan korban yang dipersembahkan di atas mezbah adalah Yesus yang disalibkan. 


Bertobat artinya berhenti berbuat dosa bagaikan dua tangan yang disalib/dipaku, tidak bisa lagi berbuat dosa. Tetapi tidak hanya berhenti berbuat dosa, tetapi harus kembali kepada Allah. Kalau hanya berhenti berbuat dosa, tetapi tidak mau kembali kepada Allah  = bertobat. Tetapi, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Sang Khalik, Sang Pencipta itu namanya bertobat 100%. Seperti Yesus tangan dan kaki-Nya terpaku tidak bisa berbuat apa-apa. 


  • Tungkai atas, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena kepada Kolam Pembasuhan Tembaga 🡪 Baptisan Kristus. Baptisan Kristus berbicara soal pengalaman Yesus dalam tanda kematian dan kebangkitan = lahir baru.


Jadi sesudah percaya, bertobat dan dibaptis (lahir baru), itulah seribu hasta yang kedua. 


Inilah kegunaan dari Injil keselamatan supaya kita percaya, lalu bertobat, dibaptis (lahir baru). 

Jadi, orang yang dibaptis air = sudah diukur dengan seribu hasta yang kedua. Kalau belum dibaptis (belum lahir baru), berarti belum masuk dalam ukuran seribu hasta kedua. Padahal kita sudah menerima Injil keselamatan setengahnya ke laut Timur.  


SERIBU HASTA YANG KETIGA: ketika diukur, dalamnya air sudah sampai ke pinggang.

Pinggang itu pintu rahim (lobang rahim). Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Pintu Kemah 🡪 Baptisan Roh Kudus.


Jadi, sesudah dibaptis air lanjut dibaptis Roh Kudus. Sebab memang ada tiga tanda di Sorga: Bapa, Anak, Roh Kudus (TUHAN, Yesus, Kristus) dan juga tiga saksi atau tanda di bumi: darah, air dan Roh sebagaimana 1 Yohane 5:7-8.

Sesudah dibaptis darah selanjutnya baptis air, kemudian dibaptis Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Itu harus kita alami.  Biarlah kita semua dipenuhkan oleh Roh Kudus.


Tanda penuh dengan Roh Kudus: daging tidak lagi bersuara, tidak lagi mengikuti keinginan-keinginannya selain berada dalam pengaruh dari Roh Kudus itu sendiri.


SERIBU HASTA YANG KEEMPAT: ketika diukur, sudah menjadi sungai, berarti; tidak dapat lagi diseberangi, kecuali berenang seperti ikan. Ini adalah sasaran TUHAN.

Ikan 🡪 jiwa-jiwa


Percaya, bertobat dan dibaptis air, lalu dibaptis Roh Kudus, supaya pada akhirnya kita semua menjadi jiwa dari milik kepunyaan TUHAN.


Yehezkiel 47:6-9

(47:6) Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. (47:7) Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. (47:8) Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, (47:9) sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.


Injil keselamatan yang dialirkan ke arah laut Timur, akhirnya memberi kehidupan.


Yehezkiel 47:12

(47:12) Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."


Injil keselamatan itu penginjilan. Di dalam penginjilan terjadi kegerakan rohani yakni; kesembuhan, kesuburan, terjadi  pertumbuhan sampai kepada kehidupan. Kenapa harus ada penginjilan? Supaya dengan penginjilan ini nanti banyak orang percaya, sesudah itu bertobat dan dibaptis. Sesudah dibaptis oleh air, dibaptis oleh Roh Kudus, sampai nanti akhirnya menjadi jiwa (milik TUHAN).


Itulah tali pengukur yang panjanganya seribu hasta yang diukur sebanyak empat kali. 

Inilah bagian dari rahasia Kristus dan malam ini TUHAN sudah nyatakan rahasia Kristus yang tidak terduga itu sehingga tubuh dan kepala bersatu. 


Yehezkiel 47:10

(47:10) Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.


Oleh kegerakan rohani yaitu penginjilan (Injil keselamatan), banyak ikan yang tertangkap, diselamatkan dan percaya kepada Yesus. Jiwa-jiwa itu datang dari berbagai jenis, berarti dari berbagai kaum, suku dan bahasa dan bangsa.


Malam ini kasih Kristus sudah dinyatakan kepada kita. Injil keselamatan yang dipercayakan itu anugerah, kemurahan TUHAN. Kita naikkan syukur kita kepada TUHAN, bagaikan asap dupa kemenyan di kaki salib. 




TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang



No comments:

Post a Comment