KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, March 8, 2024

IBADAH RAYA MINGGU, 3 MARET 2024



IBADAH RAYA MINGGU, 3 MARET 2024 KITAB WAHYU PASAL 17

KEADAAN PEREMPUAN BABEL (SERI 2)


Subtema: KRISTUS MENGASIHI GEREJANYA


Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang sudah memungkinkan kita untuk berada di tengah Ibadah Raya Minggu, berada di atas gunung TUHAN yang kudus, dan apapun yang kita persembahkan kiranya berkenan dan menyenangkan hati TUHAN. 


Saya tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat TUHAN yang sedang bergabung dalam penggembalaan GPT “Betania” Serang & Cilegon, lewat live streaming; Youtube, Facebook, dan media sosial apapun, baik di dalam negeri di luar negeri, dimanapun berada. 


Dan selanjutnya, kita berdoa di dalam Roh, kita mohon kepada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita, sehingga kita tidak mudah goyah menghadapi segala persoalan yang terjadi di atas muka bumi ini. Biarlah sejahtera dari Sorga memerintah di tengah ibadah dan pelayanan ini, dan kita bahagia di dalam menikmati Sabda Allah.


Selanjutnya kita sambut Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari KITAB WAHYU.

Wahyu 17:4-5

(17:4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. (17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.


Kedua ayat ini menampilkan PEREMPUAN BABEL.

 

Kemudian, perempuan Babel ini tampil dalam 3 (tiga) keadaan:

YANG PERTAMA: Memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara

YANG KEDUA: Di tangan perempuan Babel ada suatu cawan emas penuh dengan: K

  • Kekejian

  • Kenajisan percabulan

YANG KETIGA: Pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.


Sekarang kita kembali memperhatikan keadaan yang ketiga dari Perempuan Babel untuk seri yang kedua.

YANG KETIGA: Pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia; Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan kekejian bumi.


Untuk melihat dan mengikuti penjelasan yang ketiga dari keadaan perempuan Babel ini, maka pertama-tama yang mau saya katakan adalah; kemajuan dan perkembangan zaman telah terjadi, disebutlah itu revolusi. Dan hal ini tidak terbantahkan lagi, terus meningkat sampai pada akhirnya menjadi suatu ancaman besar bagi gereja TUHAN. Oleh sebab itu, gereja TUHAN harus dipersiapkan untuk menghadapi revolusi yang sedang terjadi ini. 

Saudara, dunia internet adalah bagian dari kemajuan zaman, sedangkan handphone/gadget/android yang ada tangan saudara itu merupakan ancaman besar. 


Singkat kata, dengan tandas saya berkata bahwa; revolusi yang sedang terjadi ini dapat dimanfaatkan oleh setan tritunggal (naga, antikris dan nabi-nabi palsu). Tujuannya adalah; untuk menjatuhkan dan memisahkan anak-anak TUHAN dari kasih Allah yang sempurna. Sampai akhirnya nanti, gereja TUHAN berada pada satu titik itulah kehancuran, kejatuhan yang begitu hebat. Pendeknya, kemajuan zaman, perkembangan teknologi yang disebut revolusi, pada akhirnya akan mengarah kepada antikris.

Jadi, di hari-hari terakhir ini gereja TUHAN harus dipersiapkan untuk menghadapi kemajuan zaman, kemajuan teknologi, itulah revolusi yang sedang terjadi ini. 


Tetapi yang pasti;

  • Revolusi tidak dapat diatasi dengan revolusi.

  • Kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tidak bisa dihadapi dengan kekuatan, kemampuan dan pengetahuan manusia


Saya akan buktikan kepada saudara…

Wahyu 6:15-16 dengan perikop: “Keenam meterai pertama dibuka”

(6:15) Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. (6:16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."


Perlu untuk diketahui;

  • Kejahatan dan orang-orang yang melakukan kejahatan. 

  • Antikris dan orang-orang yang dikuasai oleh roh antikris (kenajisan percabulan)

Mereka tidak dapat menyembunyikan dirinya dari hari murka TUHAN


Kemudian, tepatnya pada saat Anak Domba membuka meterai yang keenam:

  • Raja-raja di bumi.

  • Pembesar-pembesar dan perwira-perwira atau yang disebut dengan orang-orang yang berpangkat tinggi.

  • Orang-orang kaya dan orang yang berkuasa di bumi.

  • Semua budak dan orang merdeka.

Mereka akan bersembunyi di gua-gua, di celah-celah batu karang dan gunung, dengan satu tujuan; untuk melepaskan diri dari murka TUHAN, melepaskan diri dari penghukuman sebagai pembalasan dari TUHAN.


Hal ini harus dipahami dengan sungguh-sungguh, supaya setiap orang tidak bermegah terhadap kelebihan yang ia punya. Jangan bermegah terhadap perkara-perkara di bumi ini, tetapi bermegahlah oleh kemurahan TUHAN. Karena, pengetahuan yang kita punya tidak dapat menolong dan menyelamatkan kita dari hari murka yang akan terjadi. 


Wahyu 6:17

(6:17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


Singkat kata, tidak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari hari murka TUHAN (hari pembalasan TUHAN).


Pendeknya, suatu nama suatu rahasia Babel besar hanya dapat dipatahkan dan dihadapi dengan cara TUHAN saja, tidak ada cara lain. Kekuatan manusia, pengetahuan manusia tidak dapat diandalkan untuk menghadapi suatu nama suatu rahasia Babel besar.


Terkait dengan rahasia; kalau Babel disebut dengan suatu nama, suatu rahasia, sebetulnya, rahasia ada di dalam Kristus Yesus. Jadi Babel ini hanya mengikuti, membuat suatu tandingan, termasuk rahasia pun dibuat sebagai tandingan dari TUHAN. 


Efesus 3:3-4 dengan perikop: “Rahasia panggilan orang-orang bukan Yahudi”

(3:3) yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. (3:4) Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,


Rahasia Kristus dinyatakan kepada Paulus dengan wahyu.

Pendeknya, kitab wahyu dapat memberi pengertian akan rahasia Kristus.


Efesus 3:9

(3:9) dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,


Tentang Kristus yang telah mati di kayu salib sebagai tebusan dosa, telah sampai kepada bangsa kafir, disebut orang-orang yang bukan Yahudi. Dan oleh karena rahasia Kristus ini, bangsa kafir tidak lagi miskin, sebaliknya menjadi kaya dalam segala sesuatu, baik secara jasmani, maupun rohani, bahkan diperkaya dalam pengetahuan, sehingga kita memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu termasuk pengetahuan tentang suatu nama suatu rahasia itulah Babel besar.


Sebetulnya, rahasia Kristus itu tersembunyi dari abad ke abad, dari keturunan ke keturunan, tetapi pada akhirnya telah dinyatakan, disingkapkan kepada bangsa kafir, itulah orang-orang yang bukan Yahudi. 


Dari sini kita dapat melihat; 

  • Revolusi tidak dapat dihadapi dengan revolusi.

  • Kekuatan dan pengetahuan manusia, tidak sanggup menghadapi perkembangan dan kemajuan-kemajuan dunia dan perkembangan teknologi.

Saudara bisa bayangkan, dunia cyber dapat mengetahui dan memantau segala kegiatan dan pergerakan yang terjadi di muka bumi ini, lebih lagi kuasa TUHAN, sehingga dimanapun kejahatan termasuk orang-orang jahat itu bersembunyi, antikris dan orang-orang yang dikuasai oleh roh antikris bersembunyi, tidak dapat menyembunyikan dirinya dari hari murka TUHAN. 


Orang yang salah bicara, salah kotbah saja bisa dipidanakan, karena ada undang-undang IT. Itu berarti, orang tidak bisa menyembunyikan dirinya dari dunia kejahatan. Jadi, bagaimana mungkin kita dapat menghadapi dunia cyber dengan kekuatan, pengetahuan manusia? Karena pengetahuan manusia belum sempurna untuk menghadapi musuh dan belum sempurna untuk membawa gereja TUHAN masuk dalam kerajaan Sorga.


Saya tidak bosan-bosan untuk mengatakan; kita ini adalah orang yang paling bersyukur kepada TUHAN, tidak ada suatu rahasia yang tidak dapat dinyatakan kepada kita lewat wahyu. 

Jadi sungguh-sungguh saja, tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sampai ketekunan ini membawa kita pada kedudukan yang sangat tinggi yaitu gunung Sion dan penyembahannya. 


Kedatangan TUHAN sudah di ambang pintu, jangan terlena dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, jangan bermegah dengan perkara-perkara lahiriah, jangan merasa nyaman dan merasa terpelihara oleh berkat-berkat yang ada. 


Setelah kita menerima rahasia Kristus lewat wahyu / penyingkapan rahasia Firman, akhirnya kita dapat menyimpulkan:

Ada 2 (dua) rahasia besar di dalam Kristus Yesus.

RAHASIA PERTAMA 

Efesus 5:32-23

(5:32) Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.


Rahasia besar yang pertama ialah hubungan Kristus dengan jemaat, disebut juga dengan rahasia nikah.

Pendeknya, hubungan kita dengan Kristus adalah hubungan dalam nikah yang suci -- tubuh dengan kepala memang harus bersatu -- Hubungan kita dengan TUHAN tidak boleh dirusak oleh perkara yang jahat, kenajisan dan percabulannya.


Efesus 5:22-24 adalah hubungan intim antara tubuh dengan kepala, dari SISI ISTRI sebagai tubuh dari kepala; isteri tunduk kepada suami seperti kepada TUHAN.

Alasan istri tunduk kepada suami adalah; karena suami adalah kepala isteri, sama seperti Kristus adalah kepala jemaat, Dialah yang menyelamatkan tubuh. Tubuh tidak bisa menyelamatkan tubuh, tetapi kepala lah yang menyelamatkan tubuh, maka tubuh harus tunduk kepada suami, seperti jemaat tunduk kepada Kristus sebagai kepala jemaat.


Soal ketundukan isteri kepada suami, ketundukan/penaklukan gereja kepada Kristus sebagai kepala itu telah diterangkan pada minggu yang lalu.  Saya berharap, Firman Allah itu dimeteraikan oleh Roh Kudus pada loh-loh daging, ditukik di hati kita masing-masing. Itulah cara menjaga hubungan intim dengan TUHAN, menjaga nikah suci dengan Kristus sebagai Kepala, dari sisi isteri (tubuh). Kiranya apa yang sudah kita terima pada minggu yang lalu betul-betul memberi kepastian atau iman teguh.


Sekarang kita melihat hubungan nikah suci atau hubungan intim antara tubuh dengan kepala:

DARI SISI KEPALA sebagai suami dari tubuh (isteri).

Efesus 5:25-30

(5:25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (5:28) Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. (5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, (5:30) karena kita adalah anggota tubuh-Nya.


Inti dari ayat ini, suami mengasihi istri sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat.

Bukti Kristus mengasihi jemaat: Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi jemaat.


Terkait menyerahkan diri-Nya bagi jemaat, kita akan temukan dalam…

Matius 27:50

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.


Singkat kata, Yesus menyerahkan nyawa-Nya (segenap hidup-Nya) di atas kayu salib di bukit Golgota.

Peristiwa ini terjadi sesuai dengan nubuat dari para nabi.


Yesaya 53:7

(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.


Ayat ini menggambarkan tentang kematian Yesus di atas kayu salib, berarti menyerahkan nyawa-Nya, menyerahkan segenap hidup-Nya di atas kayu salib di bukit Golgota. 


Jadi benar sekali, peristiwa ketika Yesus menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib telah dinubuatkan oleh para nabi sebagamana Yesaya 53:7.


Kemudian, oleh penyerahan diri Yesus, ada 2 (dua) hal yang kita terima / peroleh dari TUHAN:

  1. Pembukaan rahasia Firman TUHAN, sebab anak domba telah dibawa ke pembantaian.

Yesus, Andak Dobma Allah telah memecahkan segenap hidup-Nya di atas kayu salib, sehingga Ia disebut sebagai Roti Hidup, Roti yang turun dari Sorga, Roti yang dipecah-pecahkan lalu dibagi-bagikan kepada kita sekaliannya.


Keuntungan terjadi pembukaan rahasia Firman: 

Mazmur 119:130

(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh


  • Memberi terang (hidup kita diterangi) sehingga tidak ada lagi dosa yang disembunyikan, karena dosa  dapat disembunyikan di tempat yang gelap. 

  • Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh, sehingga orang bodoh tidak lagi melakukan kejahatan, kenajisan percabulan sebagai perbuatan bodoh.


Kita bersyukur kepada TUHAN, karena, sampai hari ini kita telah diterangi oleh pembukaan rahasia Firman Allah, sehingga, kita ada rasa takut untuk menyembunyikan dosa dan tidak lagi mengulangi perbuatan-perbuatan bodoh itulah kejahatan-kejahatan dan kenajisan percabulan. Kita sangat bersyukur sekali.


  1. Kasih yang sempurna, sebab induk domba kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya.

Kasih yang sempurna / kasih yang sejati berkuasa untuk;

  • Mengampuni dosa, menebus kita dari dosa.

  • Membenarkan dan menguduskan sampai pada akhirnya menyempurnakan kita, sama seperti Dia sempurna adanya.


Kita kembali membaca…

Matius 27:50

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.


Perlu untuk diketahui; penyerahan diri Yesus, penyerahan nyawa Yesus, penyerahan segenap hidup Yesus di atas kayu salib di bukit Golgota diawali dengan Yesus berseru.


Ketika Yesus berseru, menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung yang bertanggungjawab terhadap gereja TUHAN / sidang jemaat TUHAN. Sebab, ketika Yesus berseru, itu merupakan penyahutan Yesus kepada Bapa untuk menyampaikan segala keluhan-keluhan, pergumulan-pergumulan, persoalan-persoalan hidup kita di atas muka bumi ini.

Jadi, ketika Yesus berseru, bukan berseru terhadap kesusahan diri-Nya, tetapi Dia berseru untuk menyampaikan segala keluh kesah, pergumulan, persoalan yang kita hadapi di atas muka bumi ini.


Dengan tandas saya sampaikan; Yesus betul-betul Imam Besar Agung yang bertanggungjawab atas kehidupan saya dan saudara, Dia menyampaikan segala permohonan, keluhan-keluhan, persoalan dan pergumulan yang kita hadapi di atas muka bumi ini.


Ibrani 5:5, 7

(5:5) Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", (5:7) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.


Ketika Yesus datang ke dunia, Ia tampil sebagai manusia sejati, untuk menjadi Imam Besar Agung.

Sebagai Imam Besar Agung, disitulah Ia mempersembahkan doa dan permohonan kepada Bapa;

  • Dengan ratap tangis.

  • Dengan keluhan-keluhan.

Supaya tubuh-Nya (sidang jemaat-Nya) memperoleh jalan keluar dari setiap masalah, sampai akhirnya sidang jemaat lepas dari maut = tidak binasa. Kalau TUHAN melepaskan manusia dari dosa = melepaskan manusia dari maut.


Sekali lagi saya sampaikan: Kenapa Yesus harus menjadi manusia? Supaya Ia menjadi Imam Besar Agung dan dapat berseru menaikkan segala keluhan-keluhan kita dan persoalan-persoalan hidup manusia kepada Bapa di Sorga. Itu yang dinaikkan, bukan kesusahan diri-Nya waktu menderita sengsara di atas kayu salib. 

Itu sebabnya, Dia harus menjadi manusia sejati supaya Ia menjadi Imam Besar Agung, menjadi pengantara, menyampaikan segala pergumulan-pergumulan, persoalan-persoalan, kesulitan yang menhimpit, yang kita hadapi di dunia ini. Perhatikanlah hal ini dengan sungguh-sungguh, perhatikan kebaikan TUHAN kepada kita semua. 


Terkait dengan seruan ini, kita akan hubungkan dengan…

Keluaran 28:15-21

(28:15) Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya. (28:16) Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya. (28:17) Haruslah kautatah itu dengan permata tatahan, empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama; (28:18) jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau; (28:19) jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung, (28:20) jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dengan berikatkan emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya. (28:21) Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu haruslah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata haruslah ada, diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu.


Tutup dada Imam Besar Agung bentuknya empat persegi, yakni; sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya.

Kemudian, pada tapal dada terdapat dua belas batu permata, yakni; empat jajar permata.

  • Jajar yang pertama: batu yaspis merah, batu krisolit, batu malakit.

  • Jajar yang kedua: batu permata darah, batu lazurit, batu yaspis hijau.

  • Jajar yang ketiga: batu ambar, batu akik, batu kecubung.

  • Jajar yang keempat: batu permata pirus, batu krisopras, batu nefrit.

Jadi, pada dua belas batu permata itu diukirkan nama-nama dari dua belas suku Israel. Setiap satu batu, terukir satu nama suku Israel.


Keluaran 28:28

(28:28) Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali ungu tua, sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod.


Tutup dada pada Imam Besar Agung tidak dapat bergeser dari baju efod. 

Berarti; anak-anak TUHAN yang datang dari berbagai suku, bangsa dan bahasa, yang percaya kepada TUHAN, itu tetap menjadi jantung hati TUHAN, tidak akan bergeser dari jantung hati TUHAN.

Kita semua dijadikan sebagai jantung hati TUHAN, sedikitpun tidak bergeser dari hati TUHAN.


Jadi, kalau umat ketebusan TUHAN menjadi jantung hati TUHAN, itu berarti TUHAN Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung yang bertanggungjawab atas kehidupan saya dan saudara. Tanggungjawab itu telah dibuktikan Yesus sebagai Imam Besar Agung dalam keadaan-Nya sebagai manusia sejati; Dia telah mati di atas kayu salib, Dia telah menyerahkan nyawa-Nya, segenap hidup-Nya, untuk siapa? Bukan untuk diri-Nya, tetapi untuk saya dan saudara. Itu sebabnya, sebelum Ia menyerahkan segenap hidup-Nya, Ia terlebih dahulu berseru


Bayangkan, rahasia Kristus yang tersembunyi dari abad ke abad, itulah tentang kematian Yesus di atas kayu salib, akhirnya sampai kepada bangsa kafir (orang yang bukan Yahudi), lalu dari kematian Kristus itu, barulah kita mengerti bahwa Yesus sangat mengasihi saya dan saudara. Buktinya; Ia telah menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib. 


Suatu rahasia yang menjadikan kita kaya baik jasmani maupun rohani. Secara rohani kita memiliki pengetahuan tentang rahasia Kristus, dimana ada dua rahasia besar di dalam Kristus. Dan saat ini kita masih memperhatikan rahasia yang pertama itulah rahasia nikah. TUHAN sudah memberitahukan/menyatakan tentang rahasia nikah ini:

  • Dari sisi isteri (jemaat); isteri tunduk kepada Kristus seperti jemaat tunduk kepada Kristus.

  • Dan malam ini kita sudah melihat; dari sisi suami. Kristus Kepala Dia suami, Dia sangat mengasihi isteri-Nya.


Keluaran 28:29-30

(28:29) Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. (28:30) Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.


Jelas sekali bahwasanya, tutup dada di jantung Imam Besar adalah pernyataan keputusan TUHAN kepada manusia. 

Itu sebabnya, satu kali setahun imam besar Harun masuk ke dalam Ruangan Maha Suci membawa darah domba jantan dan lembu jantan untuk mengadakan pendamaian kepada umat-Nya.

Tutup dada Imam Besar Agung yang melekat pada baju efod itu tidak bergeser, artinya; Ia bertanggungjawab untuk saya dan saudara. Dan Ia membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya dihadapan TUHAN.

Jadi, apapun yang menjadi keputusan TUHAN bagi umat Israel, ada di atas jantungnya dihadapan TUHAN. 


Tetapi yang pasti, TUHAN bertanggungjawab untuk saya dan saudara, TUHAN tidak membiarkan saya dan saudara binasa, mati konyol. Ia akan memberitahukan segala sesuatunya kepada saya dan saudara termasuk rahasia Kristus. Rahasia Kristus disingkapkan kepada bangsa kafir (orang-orang yang bukan Yahudi); itulah tandanya Ia bertanggungjawab. 

TUHAN tidak menghendaki satu orang pun binasa  dari antara kita. itu bukti bahwa TUHAN sangat mengasihi saya dan saudara.


Sebelum Yesus menyerahkan nyawa-Nya, Yesus terlebih dahulu berseru. Seruan Yesus ini menunjukkan bahwa; Yesus adalah Imam Besar Agung yang bertanggungjawab terhadap keselamatan jiwa saya dan saudara. Tetapi seruan ini juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung yang bertanggung jawab dalam SISI YANG LAIN. 


Hal itu dapat kita lihat dalam…

Matius 26:36-39 dengan perikop: “Di taman Getsemani”

(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


Setelah Yesus dan murid-murid berada di taman Getsemani, selanjutnya Yesus membawa tiga murid; Yakobus, Petrus dan Yohanes. Setelah  berada pada satu titik, selanjutnya Yesus maju sedikit, menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung, memimpin ibadah-ibadah sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi, yakni; doa penyembahan.


Inilah pekerajan lain dari seorang Imam Besar:

  • Mengadakan pendamaian terhadap dosa menunjukkan bahwa Dia seorang Imam Besar yang bertanggungjawab tidak membiarkan umat-Nya binasa. 

  • Imam Besar Agung dengan pekerjaan yang lain memimpin ibadah-ibadah di bumi sampai puncak ibadah itulah doa penyembahan


Kalau ibadah ini dipimpin kepada satu ibadah yang tertinggi, jelas itu menunjukkan bahwa Yesus sangat mengasihi saya dan saudara. Manakala ibadah itu sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi atau berada pada puncak ibadah itulah yang disebut doa penyembahan, maka inilah yang disebut kedudukan gereja TUHAN dalam keadaan berjaga-jaga sebagaimana pada ayat 38: Tinggallah di sini, itu menunjukkan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yang dikaitkan dengan tiga murid Yesus, yakni:

  • Yakobus = IMAN.

Dalam pengajaran Tabernekal terkena kepada Meja Roti Sajian 🡪 ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

  • Petrus = PENGHARAPAN.

Dalam pengajaran Tabernakel terkena kepada Pelita Emas 🡪 ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian.

  • Yohanes = KASIH.

Dalam pengajaran Tabernakel terkena kepada Mezbah Dupa 🡪 ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan puncak ibadah.


Yesus adalah Imam Besar Agung yang memimpin gereja TUHAN dan ibadah-ibadah di bumi sampai kepada tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan. Kalau kita sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi atau kedudukan kita sudah berada pada doa penyembahan = berjaga-jaga. Kita perlu berjaga-jaga, kenapa? Karena kita tidak tahu Yesus kapan datang.


1 Tesalonika 5:1

(5:1) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,


Kapan TUHAN datang, tidak perlu dituliskan. Kalau dituliskan tidak ada lagi iman dan tindakan iman. TUHANkan mau lihat iman dan tindakan iman supaya kita sempurna.

 

1 Tesalonika 5:2

(5:2) karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.


Kedatangan TUHAN seperti pencuri pada malam hari, berarti sifatnya mendadak (tiba-tiba) dan tidak ada yang tau.


1 Tesalonika 5:3

(5:3) Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.


Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa kedudukan gereja TUHAN sudah seharusnya berada pada kedudukan yang tertinggi, atau berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan = zona nyaman = zona berjaga-jaga.


Sebaliknya orang yang tidak berjaga-jaga, (tidak sampai kepada doa penyembahan) mereka berkata; semua damai, semua aman.

Mereka berkata damai dan aman mungkin karena berkat yang mereka terima, berkat yang memelihara hidup mereka, gaji bulanan mereka, karena mungkin mereka terpelihara oleh gaji bulanan, hasil bisnis / usaha mereka. Padahal, kita aman bila kita berada pada kedudukan berjaga-jaga itulah doa penyembahan. 

Akhirnya, mereka yang berkata; aman dan damai sama seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin, mereka pasti tidak luput. Artinya; tidak ada seorang perempuan yang tidak mengalami puncak kesesakan, puncak penderitaan, yakni; pada saat melahirkan anak.


Melihat ini, tidak kurang satu apapun yang TUHAN sudah berikan oleh kasih-Nya yang begitu sempurna dalam hidup kita masing-masing. Bukan hanya untuk menolong orang yang berdosa, dan melepaskan manusia dari kesulitan karena dosa sampai selamat, bahkan kita dijadikan jantung hati TUHAN. 


Jadi, perhatikanlah apa yang sudah TUHAN nyatakan kepada kita. Isi hati TUHAN yang paling dalam itu sudah dinyatakan kepada kita sekaliannya, supaya tidak ada satupun binasa dari kehidupan kita. Berarti, kalau ada yang binasa (tidak selamat), bukan karena TUHAN tidak berkuasa menyelamatkan jiwanya, tetapi dia tidak menghargai keselamatan yang sudah TUHAN kerjakan kepada dirinya. 


Jadi tiga macam ibadah pokok itu mutlak saudara, sudah menjadi harga mati, tidak bisa tidak. 


Soal ima, pengaharapan dan kasih sudah dituliskan dalam…

Ibrani 10:22-24

(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.


Di situ terdapat tiga kata; 

  • Ayat 22 ada kata iman 🡪 Ibadah Pendalaman Alkitab.

  • Ayat 23 ada kata pengharapan 🡪 Ibadah Raya Minggu.

  • Ayat 24 ada kata kasih  🡪 Ibadah Doa Penyembahan.


Jadi, tiga macam ibadah pokok dibawa oleh Yesus dari Sorga turun ke bumi, dan ditampilkan di atas kayu salib. 


Getsemani arah perjalanannya kepada Golgota. Via Dolorosa itu dari Getsemani kepada Golgota.

Jadi, Golgota itu ada di depan Getsemani. Golgota adalah penyerahan diri Yesus, sedangkan Getsemani adalah penyembahan..

Sebelum Yesus menyerahkan nyawa, sudah terlebih dahulu atau diawali dengan doa di Getsemani. Jadi Golgota ada di depan Getsemani. 


Matius 26:40

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?


Dari ayat ini kita bisa melihat, bahwa Yesus penuh dengan perhatian yang besar


Tadi kita sudah melihat, Yesus membawa tiga murid di satu tempat, satu titik, lalu Yesus maju sedikit 🡪 Yesus adalah Imam Besar Agung.  Tetapi, setelah Yesus kembali kepada titik semula, Yesus mendapati mereka sedang tidur, lalu Yesus berkata kepada Petrus: Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Artinya, Yesus sedang berupaya semaksimal mungkin (berjuang keras) untuk membawa gereja TUHAN, memimpin ibadah-ibadah di bumi, untuk sampai tingkat ibadah tertinggi disebut juga puncak ibadah itulah doa penyembahan, sebab itu adalah suasana berjaga-jaga, itu yang TUHAN mau. 

Ukuran doa penyembahan adalah satu jam. Jadi porsi penyembahan dari imam-imam adalah satu jam. 


Itu sebabnya, kita menjalankan ibadah ini harus dengan sungguh-sungguh. Kalau kita menjalankan ibadah tanpa pengetahuan yang benar dari Sorga, itu namanya ibadah ecek-ecek.  Ketika kita melihat ibadah ecek-ecek dijalankan oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan, dan kita berkata bahwa ibadahnya ecek-ecek, pasti dia marah, karena dia tidak tahu apa -apa tentang puncak ibadah. Tetapi, kalau dia tahu tentang puncak ibadah, ibadah yang tertinggi pasti dia tidak akan bermain-main dengan ibadahnya. Banyak orang Kristen menjalankan ibadah ecek-ecek, main-main, dia berpikir dengan menjalankan ibadah ecek-ecek membawa dia sampai ke Sorga, pengertian semacam ini sangat disayangkan sekali.


Matius 26:41

(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."


Puncak ibadah adalah doa penyembahan. Dan ketika sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan = gereja TUHAN sudah berada pada kedudukan BERJAGA-JAGA.

Tujuan berjaga-jaga; supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan yang akan memuncak pada saat antikris menjadi raja atas seantero dunia.


Kalau gereja TUHAN tidak sampai kepada kedudukan berjaga-jaga, maka gereja TUHAN akan jatuh ke tangan antikris, tidak sanggup menghadapi puncak kesesakan puncak pencobaan. Jadi, puncak pencobaan harus dihadapi dengan puncak ibadah itulah doa penyembahan.


Kita tidak sanggup menghadapi puncak pencobaan dengan kemampuan kita. Revolusi tidak bisa dihadapi dengan revolusi. Kemampuan dan pengetahuan manusia, tidak sanggup menghadapi dunia cyber. Biarpun anak-anak TUHAN bersembunyi di gua-gua, celah-celah batu karang, karena ibadahnya tidak sampai kepada puncak ibadah itulah doa penyembahan, tetap mata ular naga itulah antikris dapat melihat dia. Camkan ini. Perhatikan kebaikan TUHAN dan kasih TUHAN yang sempurna ini. 


Pencobaan hari ini sulit sekali rasanya kita hadapi. Ketika tidak sesuai dengan hati, hati mulai panas dan tidak ada lagi damai, itu pencobaan biasa. Bagaimana kalau menghadapi puncak pencobaan saat antikris menjadi raja, aniaya besar terjadi di sana? Sementara aniaya itu adalah aniaya besar-besaran yang belum pernah terjadi dari sejak dunia dijadikan sampai dunia pun berlalu (Matius 24:21). Bagaimana mungkin manusia bisa menghadapi puncak kesesakan dengan pengetahuan manusia, tidak bisa, selain dengan hanya berjaga-jaga saja. Itu sebabnya di sini dikatakan; berdoalah supaya jangan jatuh dalam pencobaan, roh memang penurut tetapi daging lemah


Matius 24:15

(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya --


Kembali saya sampaikan; kalau andaikata ada satu orang dari penggembalaan ini binasa, bukan TUHAN tidak berkuasa untuk menyelamatkan dia, tetapi itu karena kita menyia-nyiakan keselamatan yang dikerjakan oleh TUHAN. 


Yesus harus menjadi manusia sejati supaya Ia tampil sebagai Imam Besar Agung, dengan pekerjaan-Nya:

  1. Memperdamaikan dosa.

  2. Ibadah di bumi dipimpin sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan.

Supaya jangan ada satupun yang binasa. 


Itulah yang disebut dengan kedudukan berjaga-jaga. Jadi, sekali lagi puncak kesesakan harus dihadapi dengan puncak ibadah. Menghadapi puncak kesesakan dengan kekuatan pengetahuan; kita tidak sanggup.


Perlu untuk diketahui; roh memang penurut tetapi daging lemah. Maksudnya; kita berkeinginan yang baik, tetapi daging tidak sanggup (lemah). Roh kita ingin yang baik, pemikiran kita ingin yang baik, hal-hal yang baik ada dalam keinginan kita, tetapi daging tidak sanggup; lemah. 

Kalau kita sadar kita manusia daging, lemah tidak berdaya, mau tidak mau, mulai sekarang, serahkan dirimu untuk dipimpin oleh Imam Besar Agung sampai puncak ibadah itulah doa penyembahan. Sudah tau daging lemah, tetapi tidak mau dipimpin oleh Imam Besar Agung sampai puncak ibadah, konyol namanya. Orang konyol akan mati konyol.


Sebab itu, tidak perlu lagi kita memusingkan diri dengan soal-soal penghidupan-penghidupan diri ini, TUHAN pasti pelihara hidup kita. Tidak usah terlena dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, tidak usah teralu muluk-muluk memikirkan perkara di bawah ini. 


Roma 12:1 dengan perikop: Persembahan yang benar

(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Puncak ibadah adalah doa penyembahan = ibadah sejati. 

Kalau ibadah belum sempurna, itu berarti belum disebut ibadah setaji. Tetapi, kalau ibadah itu sudah sampai puncak ibadah = ibadah sejati.


Yang terpenting kita menjalankan ibadah yang sejati, berarti; ibadah itu sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi disebut juga dengan puncak ibadah, itulah doa penyembahan. 


Roma 12:2

(12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Jadi diawali dengan pembaharuan akal budi (mindset), sehingga kita dapat membedakan mana kehendak Allah, apa yang baik, apa yang berkenan kepada Allah, apa yang sempurna kepada Allahm itu yang kita kerjakan nanti. Tetapi,  tentu diawali dengan pembaharuan akal budi (mindset) / cara berpikir lama sudah dirombak.


Roma 12:3

(12:3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.


Jangan terlalu berlebihan, ingin begini, ingin begitu, ingin kaya. Akhirnya, karena terobsesi dengan pemikiran dari manusia duniawi, bisa saja dia meninggalkan ibadah, sehingga tidak sampai kepada ibadah yang sejati. Itu sebabnya TUHAN berkata; janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan.


Selama ini kita lupa bahwa TUHAN begitu sempurna mengasihi kita, disebutlah dengan kasih sejati. Kenapa? Karena kita memikirkan segala sesuatu yang terkait dengan segala perkara-perkara yang di bumi ini. Tetapi, mulai dari sekarang, ayo, kita semua betul-betul mengalami pembaharuan akal budi, dari situ terlebih dahulu awalnya, sehingga kita dapat membedakan mana kehendak Allah, maksudnya; apa yang baik, apa yang berkenan dan apa yang sempurna kepada Allah. Itu saja yang kita pikirkan.  Jangan terlalu muluk-muluk berpikir terkait dengan segala perkara-perkara di bumi ini, nanti lupa untuk memikirkan apa yang baik, apa yang berkenan, apa yang sempurna.


Ayo, berpikirlah sesuai dengan takaran iman. Langit pertama, bumi pertama akan berlalu, bahkan antikris pun tidak akan muncul lagi. Kalau kita tahu langit pertama dan bumi pertama bahkan roh jual beli (yang terkait dengan kekayaan) akan berlalu, kenapa kita harus terlena dengan semua ini? 


Saya yakin kita sudah disucikan dari roh kebebalan, disucikan dari kekerasan di hati dan kebodohan. Kalau orang dunia menganggap kita bodoh dan dungu karena melekat dengan Yesus, sampai habis raga ini, sampai habis hati ini untuk perkara dunia, tidak jadi soal (Mazmur 73:22). Tetapi,  jangan sampai kita disebut dengan manusia dungu, bebal, seperti Nabal di mata TUHAN, itu sama dengan kebinasaan. 


Malam ini kita balas kasih sejati, kita akan menyembah tersungkur di kaki salib.


Matius 27:45-49 dengan perikop: Yesus mati

(27:45) Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.


  • Pada zaman Israel di Mesir, pernah terjadi kegelapan selama tiga hari.

  • Pada zaman Yesus mati di atas kayu salib, pernah terjadi kegelapan selama tiga jam.

  • Kemudian nanti, pada akhir zaman akan terjadi kegelapan yang akan memuncak selama 3½ tahun 


Matius 27:46-49

(27:46) Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (27:47) Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." (27:48) Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. (27:49) Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."


Yang menyelamatkan kita pada saat kegelapan yang akan memuncak pada 3½ tahun hanyalah seruan, itulah doa penyembahan. Manusia seperti Elia Pun tidak bisa menolong. Hamba TUHAN di bumi ini, sesuci dan sesempurna apapun, tidak bisa menolong. Hanya kuasa Ilahi yang meliputi kita yaitu; doa penyembahan, itu yang akan menyelamatkan kita dari tiga jam kegelapan ini, dari 3½ tahun yang akan memuncak pada saat antikris berkuasa atas seantero dunia. Perhatikanlah sungguh sungguh.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment